Menikah Karena Melanggar

Menikah Karena Melanggar
Penghinaan terhadap Kanaya


__ADS_3

Reno membawa Nadia ke apartemen pribadinya, tak lupa ia juga mengubungi Kanaya untuk memberitahu keadaan sang kakak yang masih belum sadarkan diri sejak tadi.


Reno yang merasa khawatir hendak menelpon dokter, belum sempat ia menekan nomor dokter, ponsel miliknya berdering.


"Iya, Mi. Kenapa?" tanya Reno menjawab telepon dari sang Mami.


"Dimana, pulang sekarang!" 


"Maaf Mi, gak bisa. Pekerjaan aku banyak dikantor," bohong Reno seraya menatap Nadia yang belum sadar.


"Jangan bohong kamu, Reno. Ini Mami ada dikantor kamu, kamu kemana?!"


"Maaf, Mi. Aku gak bisa kasih tahu Mami." Jawab Reno lalu segera memutuskan panggilan sang Mami.


Reno melemparkan ponselnya asal ke sofa, ia lalu mendekati Nadia. Ia genggam tangan gadis itu dan ia cium dengan begitu lembut.


"Nad, maafin gue ya. Gua gak belain lo disaat Mami gue maki-maki lo dan sekarang gue nyesel karena lo pasti trauma dengan kejadian itu." Ungkap Reno mencium tangan Nadia lagi.


"Kali ini gue janji, siapapun yang berani maki-maki lo apalagi menghalangi hubungan kita, gue yang akan menghadapinya." Tambah Reno mengusap kening Nadia pelan.


Tak lama bel apartemennya berbunyi, Reno segera membukanya karena ia tahu pasti itu adalah Kanaya dan Melvin karena mereka sebelumnya telah menelepon bahwa mereka sudah berada di lobby.


Pintu terbuka, Kanaya langsung berlari masuk untuk menemui kakaknya. Sungguh ia sangat khawatir akan keadaan Nadia saat ini.


"Kak!" panggil Kanaya duduk di sebelah Nadia yang masih belum sadar.


"Lo udah panggil dokter?" tanya Melvin seraya berjalan menyusul istrinya.


"Belum, tadi gue mau telepon pas banget Mami gue yang telepon duluan." Jawab Reno diakhiri helaan nafas.


"Ya udah, biar gue yang panggil dokter pribadi keluarga. Sebentar," ujar Melvin lalu segera menghubungi dokter pribadi keluarga nya.


Setelah beberapa saat, Melvin kembali ke kamar Reno dan melihat istrinya masih setia menggenggam tangan Nadia. Melvin tentu tahu apa yang dirasakan oleh Kanaya saat ini.


"Sssttt … udah kamu nya jangan nangis terusan, Sayang. Aku yakin Nadia sebentar lagi sadar," tutur Melvin dengan lembut.


"Kak Ren, Kak Nadia kenapa jadi gini?" tanya Kanaya menatap Reno dengan tatapan berkaca-kaca.


Reno tampak diam, ia bingung harus memberitahu darimana tentang awal mula sampai Nadia pingsan begini, apakah ia harus menceritakan segalanya, tapi bagaimana jika Nadia akan marah.


"Ren." Panggil Melvin menyadarkan Reno dari kediaman nya.


Reno menghela nafas, akhirnya ia mulai menceritakan bagaimana ia dulu membawa Nadia ke rumahnya dan seperti apa perlakuan sang Mami pada gadis tak bersalah itu.


Kanaya yang mendengar itu lantas syok, ia menatap kakaknya dengan sendu. Kenapa Nadia tak pernah cerita, apakah karena kakaknya itu tak mau membuatnya kepikiran.

__ADS_1


"Tadi gue sempet mau ajak dia ke rumah, tapi dia bilang gak mau dan tiba-tiba langsung pingsan. Mungkin dia ingat sama kejadian dulu," jelas Reno menundukkan kepalanya.


"Kenapa gak pernah cerita Kak, kita ini saudara." Bisik Kanaya menjatuhkan kepalanya di bahu Nadia.


"Sabar, Sayang. Aku yakin Nadia punya alasan sendiri kenapa dia gak cerita," tukas Melvin seraya mengusap bahu istrinya.


Kanaya mengangkat wajahnya, ia turun dari ranjang lalu berdiri di sebelah Melvin. Tatapan matanya beralih menatap Reno yang terus saja menatap Nadia.


"Kak Reno, boleh tidak aku bertemu Mami Kak Reno?" tanya Kanaya pelan.


Mendengar pertanyaan Kanaya lantas membuat Reno dan Melvin langsung menatapnya, terutama Melvin sampai menangkup wajah istrinya.


"Kenapa tiba-tiba nanya gitu?" tanya Melvin dengan lembut.


"Aku gak maksud untuk marah-marah sama Mami Kak Reno kok, aku cuma mau meluruskan semua ini agar Kak Nadia dan Kak Reno bisa sama-sama." Jawab Kanaya menjelaskan.


"Apa bisa, Nay. Gimana jika nantinya Mami marahin lo juga?" tanya Reno pelan.


"Gue akan temani istri gue, lo tolong jaga Nadia dan jangan lupa buka pintu buat dokter." Jawab Melvin cepat.


"Ya udah, kalian hati-hati ya." Balas Reno manggut-manggut.


"Tenang, Kak. Aku yakin bahwa Mami Kak Reno itu sebenarnya orang yang baik," ujar Kanaya dengan senyuman.


Melvin dan Kanaya baru saja sampai di rumah keluarga Melvin, rumah besar disertai pekarangan luas di depannya kini berdiri kokoh di hadapan Melvin dan Kanaya.


Keduanya segera masuk ke dalam setelah bertanya keberadaan Mami Reno sebelumnya.


"Assalamu'alaikum." Salam Kanaya dan Reno bersamaan.


"Waalaikumsalam. Lho, Melvin. Tumben kesini, ada apa?" sahut Mami Rianti, ibunya Reno.


"Ada yang ingin kami bicarakan, Tante." Jelas Melvin seraya menoleh ke arah sang istri.


"Ayo silahkan duduk, ini istri kamu kan? siapa namanya, dia cantik sekali." Tanya Mami Rianti seraya menunjuk Kanaya.


"Kanaya Tante, terima kasih sebelumnya." Jawab Kanaya dengan sopan.


"Iya, Nak. Duduklah dan katakan apa yang membuat kalian datang kesini?" tutur Mami Rianti.


Kanaya menghela nafas, ia menoleh ke arah Melvin yang menganggukkan kepalanya seakan memberi kepercayaan bahwa semuanya akan baik-baik saja.


"Sebelumnya saya minta maaf, Tante. Tujuan saya datang kesini adalah untuk meluruskan semua kesalahpahaman." Ucap Kanaya dengan sopan.


"Kesalahpahaman apa, Nak?" tanya Mami Rianti heran.

__ADS_1


"Kesalahpahaman soal Nadia, gadis yang anak Tante cintai." Jawab Kanaya seketika merubah raut wajah Mami Rianti.


"Kalian kenal dengan perempuan itu, untuk apa dia menyuruh kalian kemari?!" tanya Mami Rianti seketika bernada tinggi.


"Tante, Kak Nadia itu perempuan baik-baik. Meski kami tidak punya orang tua itu bukan berarti kami menjadi gadis yang nakal dan berani keluar di tengah malam seperti yang Tante katakan." Jawab Kanaya berusaha tenang.


"Kami, jadi kamu dan Nadia itu adik kakak?" tanya Mami Rianti terkejut.


"Benar, Tante. Dan saya datang kesini untuk mengatakan bahwa tolong Tante jangan menghalangi hubungan antara Kak Nadia dan Kak Reno. Mereka saling mencintai," jawab Kanaya memohon.


"Sudah saya duga, kalian memang bukan anak baik-baik!" Pungkas Mami Rianti seketika membuat Melvin bangkit dari duduknya.


"Maksud Tante apa?!" tanya Melvin melotot tak terima.


"Tante dengar istri kamu ini sempat hamil di luar nikah bukan, itu saja sudah menunjukkan seperti apa pergaulan nya. Adik dan Kakak tidak akan jauh berbeda!" Jawab Mami Rianti dengan pedas.


"Tante heran kenapa keluarga terhormat seperti keluarga kamu mau memiliki menantu seperti nya, meski ya memang dia cantik." Tambah Mami Rianti berubah tak suka pada Kanaya.


Melvin mengerem kesal, ia hendak mengeluarkan umpatan kekesalannya, tetapi tangannya di genggam oleh Kanaya disertai gelengan kepala.


"Tante, saya minta maaf jika ucapan saya ada yang salah. Baik saya maupun Kak Nadia, kami sama-sama menjaga diri kami, jika memang Tante tidak percaya, maka saya juga tidak akan memaksanya." Ucap Kanaya masih dengan sopan.


"Menjaga diri apa, buktinya kamu saja bisa hamil sebelum menikah." Ketus Mami Rianti.


"TANTE!!!!" teriak Melvin diambang batas kesabaran.


Kanaya memejamkan matanya, ia berusaha tetap menggenggam tangan sang suami yang ia ketahui telah begitu marah dengan ibu dari sahabatnya ini.


"Baiklah, Tante. Kami permisi, Assalamualaikum." Pamit Kanaya menarik tangan sang suami keluar dari rumah Reno.


BEUHH MAMI NYA RENO MULUT NYA PEDES BANGET😭😂


BERSAMBUNG......................................


Bonus Visual biar gak emosi 😜


Melvin Putra Atmadja



Kanaya Anastasia



Ini visual versi aku, kalian masih tetap bebas menghalu mereka kaya gimana🌹

__ADS_1


__ADS_2