Menikah Karena Melanggar

Menikah Karena Melanggar
Pecah ketuban


__ADS_3

Satu Minggu setelah kelahiran anak Vina dan Rey, akhirnya pasangan itu diperbolehkan untuk pulang. Saat hendak pulang, Nadia datang membawa hadiah untuk baby Arsha, karena buru-buru, Nadia tidak lama disana karena harus mengunjungi suaminya di kantor untuk makan siang bersama.


"Thanks ya, Nad. Hati-hati," ucap Rey pada istri sahabatnya.


"Sama-sama, gue pergi ya. Assalamualaikum," pamit Nadia langsung pergi meninggalkan pasangan suami istri itu.


Nadia keluar dari rumah sakit dan masuk ke dalam mobil yang sudah menunggunya, ia langsung tancap gas menuju kantor suaminya.


Tak butuh waktu lama karena jalanan yang cukup renggang, Nadia akhirnya sampai di kantor Reno. Ia keluar dan langsung disambut oleh karyawan suaminya.


"Selamat siang, Bu." Sapa penjaga yang ada disana.


Nadia membalasnya dengan senyuman ramah dan anggukkan kepala, ia langsung masuk dan mendapat lebih banyak sapaan dari karyawan yang ia balas senyuman.


"Adek kenapa hmm, nggak sabar ya mau ketemu Papa." Bisik Nadia saat merasakan tendangan di perutnya.


Nadia tersenyum kemudian memasuki lift, ia menekan tombol dimana lantai suaminya berada. Setalah beberapa saat akhirnya Nadia sampai, ia keluar dan langsung melangkah menuju ruangan Reno.


"Selamat siang, Bu. Anda sudah ditunggu Pak Reno didalam," tutur sekretaris Reno dengan sopan.


"Terima kasih." Balas Nadia tersenyum manis.


Nadia segera masuk, saat di dalam ia melihat meja dekat sofa diruangan suaminya sudah penuh dengan makanan. Nadia mendekat membuat Reno mendongak saat mencium aroma khas tubuh istrinya.


"Sayang…" panggil Reno manja seraya beranjak dari duduknya.


"Halo, Mas." Sapa Nadia menyalami tangan Reno.


Reno tersenyum tipis, ia mencium kening Nadia lalu turun ke perut istrinya, berlutut di hadapan wanita yang teramat dicintainya.


"Bagaimana Dedek hari ini, apakah nakal dan terus mengganggu Mama?" tanya Reno seakan bicara pada anak dalam kandungan istrinya.


"Tidak dong, Papa. Aku kan anak pintar," jawab Nadia menirukan suara anak kecil.

__ADS_1


Reno dan Nadia sama-sama terkekeh. Reno kembali berdiri tegak di depan Nadia, ia rengkuh bahu istrinya lalu mengajaknya duduk untuk makan siang.


"Aku sudah belikan makanan kesukaan kamu, dan waktu itu aku ingat kamu tadi pagi ingin makan siomay yang langsung dari Bandung." Ucap Reno menunjuk siomay yang terlihat begitu enak.


"Itu dari Bandung?" tanya Nadia menatap suaminya dengan polos.


"Nggak, dari Batam." Jawab Reno tertawa lepas membuat Nadia langsung menekuk wajahnya.


Reno sesegera mungkin menangkup wajah istrinya, ia ciumi wajah Nadia tanpa celah dengan kecupan bertubi-tubi. Jangan sampai istrinya marah.


"Bercanda, Sayang." Pungkas Reno diakhiri cubitan pelan di pipi Nadia.


Reno menarik tangan istrinya pelan lalu mengajaknya duduk di sofa, ia mengusap pelan wajah istrinya kemudian mengambil siomay Bandung yang begitu diinginkan oleh Nadia.


"Buka mulut, Mama Nadia." Celetuk Reno menyodorkan sesendok siomay pada Nadia.


Nadia melahapnya, ia melototkan matanya dan mengangguk saat merasakan makanan yang sudah ia inginkan sejak tadi. 


"Rasanya enak, eumm … tapi lebih enak lagi kalau pedas." Ujar Nadia mendapat cubitan di hidungnya.


Satu porsi siomay sudah raib ke perut Nadia, namun ia kembali memakan cruffle yang terlihat sangat menggiurkan bagi lidahnya. Nadia tersenyum lebar saat suaminya yang begitu peka dan langsung menyuapinya lagi.


"Eumm … kamu kenapa nggak makan?" tanya Nadia setelah menggigit cruffle yang suaminya suapi.


"Aku sudah kenyang lihat kamu makan, mungkin aku butuh makanan penutup." Jawab Reno menaik turunkan alisnya.


"Makanan penutup? Bukankah cruffle ini bisa jadi makanan penutup, ayo makan!" ujar Nadia meraih cruffle lalu bergantian menyuapi suaminya.


Reno melahap suapan istrinya, ia mengangukkan kepalanya saat merasakan manis menyapa lidahnya. Rasanya enak, tapi ada makanan penutup lain yang lebih enak.


"Enak sih, tapi lebih enak makan kamu." Celetuk Reno mendapat tabokan reflek dari istrinya.


"Eh kenapa, kan memang benar jika makan kamu itu rasanya lebih lezat dari makanan penutup lain." Timpal Reno sambil tertawa.

__ADS_1


Nadia tak berkata apa-apa, ia hanya menekuk wajahnya sambil melipat tangan didada. Ia sudah begitu serius menanggapi ucapan suaminya, tapi Reno justru menggodanya.


"Udah dong jangan ngambek, sini peluk dulu!" Tutur Reno membuka tangannya lebar.


Nadia semakin mengerucutkan bibirnya, namun tak urung ia memeluk suaminya dengan erat. Reno tersenyum senang, ia mengusap kepala istrinya lalu memberinya kecupan kasih sayang.


"Makanannya masih banyak tuh, makan lagi gih." Tutur Reno melihat makanan yang ia pesan masih tersisa banyak.


"Aku kenyang, Mas. Kamu pesan makanan nggak kira-kira, meski aku berbadan dua tetap saja porsi aku tetap!" timpal Nadia mengusap dada bidang suaminya.


Reno meringis saat tangan nakal Nadia bermain-main di benda bulat yang menghiasi lehernya. Ia meraih tangan istrinya membuat Nadia mendongak. Hal itu langsung dimanfaatkan oleh Reno untuk menyerang bibir Nadia.


Nadia tak terkejut, baginya ini sudah biasa. Ia turut membalas ciuman yang suaminya berikan, tangannya sudah apik melingkar di leher suaminya.


Ciuman mereka semakin dalam, tangan Reno bahkan sudah mengusap pelan pinggang istrinya. Namun tiba-tiba Nadia menghentikan aktivitas mereka, ia meringis memegangi perutnya.


"Mas, awww … kenapa perut aku sakit," adu Nadia mengusap perutnya yang besar.


"Sayang, hei ada apa?" tanya Reno panik.


Nadia tak menjawab, yang terdengar dari bibir wanita itu hanyalah ringisan yang kian menjadi. Tangan Nadia menarik dress yang digunakannya.


"Mas, air ketuban aku pecah!!!" seru Nadia semakin panik.


Reno ikut panik, ia buru-buru meraih ponselnya dan mengabari pada sopir pribadinya. Setelah itu, ia menggendong Nadia lalu membawanya keluar dari ruangannya.


"Sabar ya, Sayang." Bisik Reno berusaha tenang meski saat ini sedang begitu panik.


Mata karyawan tertuju pada atasan mereka, tentu semuanya tampak ikut khawatir melihat istri bos mereka meringis sambil mengusap perut nya.


"Mas, akhhh …" teriak Nadia saat mulas perlahan semakin dirasakannya.


AKU GATAU KENAPA BISA NGGAK UP KEMARIN, TAPI HARI INI TIGA BAB DAN MUNGKIN BESOK TAMAT YA 😭😭

__ADS_1


BERSAMBUNG..................................


__ADS_2