Menikah Karena Melanggar

Menikah Karena Melanggar
Welcome Baby Ardian


__ADS_3

Reno tampak panik mondar-mandir di depan ruang persalinan istrinya, bahkan karena terlalu khawatir ia tak memberi kabar pada orangtua ataupun sahabatnya. Saat ini pikirannya terlalu fokus pada persalinan istrinya yang saat ini sedang berjuang untuk melahirkan anaknya ke dunia.


Reno memijat pelipisnya, ia semakin dilanda rasa khawatir karena tak kunjung mendengar suara tangis bayinya. Tepat setelahnya, terdengar suara yang begitu melengking, Reno tersenyum lebar saat tahu anaknya telah lahir.


"Ya Allah, terima kasih." Batin Reno tampak begitu bahagia.


Setelah hampir 5 menit, suster keluar membawa seorang bayi mungil yang masih berlumuran darah, disusul oleh seorang dokter yang ia ketahui sebagai dokter kandungan Nadia.


"Dokter, bagaimana istri saya?" tanya Reno tergesa-gesa.


"Istri anda baik, Pak. Kondisi Nyonya Nadia yang sehat dan fit membuat persalinan mudah, dan selamat atas kelahiran putra pertama anda." Jelas dokter membuat dada Reno lega.


"Kapan saya bisa melihat istri saya?" tanya Reno yang sudah ingin menemui istrinya.


"Nyonya Nadia akan dipindahkan ke ruang perawatan, setelah itu baru anda bisa menemuinya." Jawab dokter kemudian pamit pergi.


Reno menepuk jidatnya, ia baru teringat belum memberi kabar pada orangtua dan juga teman-temannya. Segera Reno mengubungi kedua orangtuanya lalu teman-temannya melalui grup wa yang mereka buat.


***


Reno tampak menggenggam dan sesekali menciumi tangan Nadia. Sementara Nadia yang melihat tingkah suaminya hanya bisa tersenyum, ia senang melihat air mata di wajah suaminya, ia tahu bahwa itu adalah air mata bahagia atas kelahiran anak mereka.


"Mas, kamu bahagia?" tanya Nadia sontak membuat Reno mengangkat wajahnya.


"Suami mana yang tidak bahagia melihat istrinya melahirkan buah cinta mereka." Jawab Reno menatap dalam mata istrinya.


"Makasih ya, Sayang." Tambah Reno kemudian memeluknya istrinya.


Nadia membalas dengan mengusap punggung suaminya, ia sesekali mencium bahu Reno bahkan mengigitnya gemas.

__ADS_1


"Awww … kok di gigit?" tanya Reno terkejut.


"Gantian, kamu kan sering gigit pipi aku!" jawab Nadia diakhiri tawa.


Reno gemas, ia memangkup wajah istrinya lalu mengigit pelan hidung Nadia. Bersamaan dengan itu, pintu ruangan terbuka yang mana pelakunya adalah Mami Rianti dan Papi Aryo.


"Heh!!" Seru Mami Rianti langsung menarik telinga putranya.


"Aduh … aduh … Mami, telinga ku putus dong!" protes Reno mengusap kasar telinganya.


"Lagian kamu ngapain cium-cium Nadia, nggak kasihan sama istri baru habis lahiran mau di gempur?" tanya Mami Rianti dengan ketus.


"Astaga, Mami. Aku bukan orang gila, masa iya istri habis lahiran diajak bikin anak lagi." Balas Reno tak terima.


"Eh berisik, dimana cucu Papi?" tanya Papi Aryo tampak celingak-celinguk.


Mata Papi Aryo tampak berbinar melihat bayi mungil yang sedang tidur di inkubator sebelah brankar Nadia. Langkah Papi Aryo yang hendak menggendong cucunya kalah cepat dengan sang istri.


"Tampan, Mi. Sama seperti Papa nya," jawab Nadia kemudian menatap suaminya.


Papi Aryo mendekat, ia ikut melihat cucunya lalu tersenyum. "Tampan seperti Opanya ini," celetuk Papi Aryo menoel pelan pipi cucunya.


"Siapa namanya, Ren?" tanya Mami Rianti tanpa menatap Reno.


"Ardiano putra Pramudya." Jawab Reno dengan yakin.


"Putra? Sama seperti nama anak Melvin bahkan anak Rey pun ada putrinya. Kalian janjian?" tanya Nadia teringat nama anak dari adik dan sahabatnya.


"Hmm, kami sepakat begitu." Jawab Reno menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Namanya bagus, Papi suka." Ujar Papi Aryo tampak senang.


Tak lama, pintu ruangan kembali terbuka. Terlihat Kanaya tampak ingin menangis, wanita itu langsung menghampiri dan memeluk Kakaknya.


"Heh, kenapa ini datang-datang langsung nangis?" tanya Nadia tampak heran.


"Aku khawatir padamu, Kak." Jawab Kanaya seketika membuat Nadia terkekeh.


"Sudah jadi Mama, Nay. Jangan cengeng dong!" ledek Nadia membuat Kanaya langsung melepaskan pelukan nya.


"Ish. Dimana keponakan aku?" tanya Kanaya.


"Sini, Nay." Tutur Mami Rianti.


"Mau gendong?" tawar Mami Rianti pada Kanaya yang langsung mengangguk antusias.


Kanaya menggendong bayi mungil itu dengan hati-hati, ia tampak tersenyum lebar melihat betapa tampannya keponakannya itu. Wajahnya mirip dengan Reno, namun juga masih ada perpaduan wajah Nadia.


"Mas, lihat deh. Lucu ya," ucap Kanaya menunjukkan wajah baby Ardian pada suaminya.


"Lucu ya, Sayang. Jadi mau bikin adik lagi buat Daffin," celetuk Melvin tanpa kenal tempat.


"Vin, anak gue terkontaminasi nanti!" Tegur Reno membuat seisi ruangan tertawa.


Kanaya memberikan bayi itu pada Nadia saat dilihat mulutnya seperti mencari-cari. Karena Nadia akan menyusui, maka semuanya memutuskan untuk menunggu diluar saja, namun tidak dengan Reno.


"Anak lo nyusu, lo jangan ikutan!" celetuk Melvin mendapat pelototan dari Reno.


"Sialan lo, Vin!" umpat Reno sambil tertawa.

__ADS_1


SATU BAB LAGI 😜😜


BERSAMBUNG...................................


__ADS_2