Menikah Karena Melanggar

Menikah Karena Melanggar
Ekstra part 4 (End)


__ADS_3

Melvin tampak sibuk dengan banyak berkas di meja kerjanya, inilah yang dirasakannya setiap hari, harus bekerja keras demi kesejahteraan keluarganya, anak-anak dan tentu istri tercintanya. Meski melelahkan, namun Melvin tak pernah mengeluh, selama bisa membuat seluruh keluarganya bahagia ia pasti akan rela melakukannya.


Disaat sedang sibuk bekerja, tiba-tiba saja pintu ruangannya terbuka, nampak lah Kanaya bersama kedua anaknya yang cantik dan tampan.


"Papa." Panggil Aldora, putri kesayangan Melvin yang sama cantiknya dengan Kanaya.


"Anak-anak Papa." Pekik Melvin girang melihat anak-anak disana.


Melvin bangkit dari duduknya, ia mendekati Daffin dan Aldora lalu membuka tangan lebar siap untuk menyambut pelukan kedua anaknya.


"Papa, kami datang bawa makan siang buatan Mama. Papa terkejut tidak?" tanya bocah 4 tahun itu dengan antusias.


"Terkejut tapi senang sekali dong," jawab Melvin terkekeh.


"Mas, makan dulu nih nanti keburu dingin." Tutur Kanaya yang sudah menata makanan di meja.


Melvin tersenyum, ia menghampiri istrinya lalu mengecup cepat bibir manis istrinya yang tak pernah bosan untuk ia cium.


Kanaya mendengus, suaminya memang seringkali seenaknya mencium bahkan di depan anak-anak yang masih polosan seperti kertas HVS itu.


"Mas kebiasaan." Desis Kanaya yang hanya dibalas senyuman oleh Melvin.


"Kamu sama anak-anak sudah makan?" tanya Melvin seraya membuka mulut menerima suapan dari istrinya.


"Sudah, Mas." Jawab Kanaya seraya fokus menyuapi suaminya.


"Papa, jika aku besar nanti boleh tidak jadi seperti Papa?" tanya Daffin seraya duduk di kursi kebesaran Melvin.


"Boleh dong, Sayang. Kamu akan menjadi penerus Papa," jawab Melvin membuat Aldora langsung menatapnya.


"Lalu aku jadi apa, Pa?" tanya Aldora dengan imut.


"Jadi seperti Mama dong, wanita hebat, penyayang dan sangat cantik pastinya. Aldora mau kaya Mama nggak?" tanya Melvin menatap putri kecilnya.


"Mau dong!!" jawab Aldora begitu antusias.


***


Hari ini adalah hari libur yang menyenangkan, keluarga Melvin, Reno dan Rey berkumpul bersama untuk menikmati liburan di taman wisata. Anak-anak tampak bermain bersama tentu masih dalam pengawasan pada orangtua.

__ADS_1


"Asem amat muka lo, Rey. Nggak dapat jatah semalam?" tanya Reno asal bicara.


"Mas." Tegur Nadia atas ucapan suaminya yang asal nyeplos aja.


"Bukan cuma nggak dapat jatah, semalam bini gue nggak tidur sama gue cuma karena gue main game." Ujar Rey menekuk wajahnya.


"Ya lagian lo udah jadi bapack-bapack nggak usah main game, kerjaan di kantor udah cukup melelahkan dan keluarga itu juga butuh perhatian lo." Tukas Melvin seraya menuang air ke dalam gelas.


"Emang susah di bilanginnya dia, Vin." Ketus Vina melirik suaminya dengan sinis.


"Udah Vin, lagian kasihan juga itu kak Rey sampai manyun gitu bibirnya." Tutur Kanaya melirik Rey dan Vina bergantian.


"Kalo mas Melvin kebalikannya masa, dia malah nempel terus sama aku bahkan depan anak-anak aja nyosor diamah." Lanjut Kanaya membeberkan rahasia suaminya.


"Sayang, astaga!!" pekik Melvin memelas.


Semua yang mendengar ucapan polos Kanaya hanya bisa tertawa, meski sudah punya dia anak ternyata Kanaya tetaplah wanita polos dan seringkali kekanakan jika sedang berdua saja bersama Melvin.


"Tapi aku suka, lagian kak aku juga udah nggak nyusuin jadi Mas Melvin aja yang nyusu." Tukas Kanaya semakin mengundang tawa geli dari semuanya.


"Sayang!!!! Aku karungin ya lama-lama." Desis Melvin semakin tau tahu harus dimana menaruh wajah nya yang sangat merah menahan malu.


Reno seketika menghentikan tawanya, ia melirik ke arah Nadia lalu menggeleng. Jangan sampai istrinya juga ikut membeberkan kebiasaan nya jika malam hari.


"Sama banget, Nay. Malah kalo tidur nggak pegang nih dada, nggak bisa dia pasti tangannya merayap kemana-mana." Jawab Nadia seketika membuat Reno menjatuhkan kepalanya di bahu sang istri.


"Hahahaha, pedofil neneyy ternyata kalian!!!" tawa keras Rey sambil menunjuk kedua temannya.


"Brengsekk!" umpat Melvin melempar kacang ke wajah Rey.


"Anjirit Lo, bisa-bisanya ketawa." Tekan Reno hendak melempar sandalnya namun suara panggilan anak-anak menghentikan nya.


"Papa, ayo main." Ajak Ardian melambaikan tangannya.


"Ayo kesana, anak-anak ajak main tuh." Ajak Reno membuat Melvin dan Rey bangkit dari duduknya kemudian menghampiri anak-anak dan mulai bermain bersama.


Kini tinggal para istri yang duduk, ketiganya melihat suami dan anak-anak mereka bermain bersama. Senyuman yang sama tercetak jelas di wajah masing-masing wanita cantik itu.


"Nggak nyangka kalo keputusan datang ke rumah Melvin membuat aku bertemu Rey bahkan sampai menikah dan bahagia seperti sekarang." Ucap Vina sambil terus menatap suaminya.

__ADS_1


"Hmm, benar. Aku juga nggak nyangka banget kalo bisa sampai nikah sama Reno, padahal dulu kita itu gimana gitu." Sahut Nadia tentu memperhatikan suaminya juga.


"Apa kabar denganku, dulu Mas Melvin itu jahat banget sampai aku takut banget sama dia. Jujur aku nggak tau harus menyesal atau bersyukur atas insiden malam itu, tapi aku benar-benar bahagia bisa menikahi pria baik seperti Mas Melvin, dan kini ditambah lagi dengan anak-anak." Ujar Kanaya dengan mata berkaca-kaca.


"Kita semua bahagia, dan semoga selamanya bahagia." Ucap Nadia memeluk Kanaya dan Vina.


"Amin." Balas Kanaya dan Vina bersama-sama.


Sementara itu Rey yang melihat para istri saling berpelukan lantas menepuk bahu Reno untuk memberitahu hal tersebut.


"Vin, lihat tuh cewek mah suka lebay sampai acara berpelukkan." Tukas Reno mendapat tatapan tajam dari Melvin.


"Congor lo, bini gue nggak lebay ya, dia cantik dan kesayangan gue." Balas Melvin ketus.


"Ya kalo itu gue jug, Vina kesayangan gue, bini gue satu-satunya." Timpal Rey menatap istrinya.


"Ck, ikutan. Nadia itu cuma milik gue, dia cantik dan galak tapi justru itu yang bikin cinta gue sama dia makin bertambah setiap harinya." Pungkas Reno juga menatap istrinya.


Melvin menggandeng kedua tangan anak-anak, ia menarik Aldora dan Daffin ke arah Kanaya kemudian langsung memeluk wanita itu.


"Sayang Mama Naya." Pekik Melvin dan anak-anak tampak kompak meski tanpa briefing.


Hal yang sama dilakukan oleh Rey dan Reno beserta anak mereka masing-masing. Kanaya hanya bisa tersenyum menerima cinta dan kasih sayang dari suami dan anak-anaknya, jika boleh ia ingin hidup selamanya dengan kebahagiaan ini.


"Aku cinta kamu, Mas." Bisik Kanaya tepat di depan telinga Melvin.


Melvin tersenyum, ia mencium kening Kanaya lalu seluruh wajah cantik istrinya yang tak pernah berubah.


"Aku juga Sayang, selamanya." Balas Melvin menarik dagu istrinya sehingga Kanaya kini menatapnya dengan dalam dan penuh cinta.


MAAF BANGET DELAY EKTRA PART INI SAMPAI HAMPIR 1 BULAN, DEMI APAPUN AKU LUPA😭😭


EKSTRA PART END🌹


THANK YOU BUAT SEMUANYA YANG UDAH IKUTIN KISAH MAS MELVIN BERSAMA KAWAN-KAWAN NYA, SEHAT YA KALIAN SEMUA😇😇


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA BARU AKU JUDULNYA 'Tawanan Cinta Casanova' bisa search atau langsung ke profil aku.


Dahh, aku cinta kalian😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2