
Kabar Kanaya yang telah sadar membuat semua keluarga datang ke rumah sakit kembali untuk melihat kondisi Kanaya dan juga anaknya yang memang terus berada di inkubator selama 2 hari belakangan.
Kanaya pun tampak bahagia karena bisa melihat kembali para keluarganya, terutama suami dan anaknya.
"Jadi siapa namanya, Vin?" tanya Mami Yuli seraya menimang cucunya.
"Daffin Putra Atmadja." Jawab Melvin bangga seraya mengusap kepala putranya.
"Heh, kenapa namanya dominan dengan nama lo. Dimana nama ibunya?" tanya Rey menggeplak asal bahu Melvin.
"Lohh suka-suka gue lah, lagian kan masih ada anak kedua, ketiga, keempat sampai ke dua belas." Jawab Melvin kemudian menatap istrinya.
"Iya, 'kan Sayang?" tanya Melvin menaik turunkan alisnya.
"Dasar anak nakal, istrimu saja masih terbaring di atas brankar setelah melahirkan, kau sudah membicarakan anak lagi!" desis Papi Heryawan memukul kepala anaknya pelan.
"Rencana, Pi. Lagian hidup itu harus direncanakan," balas Melvin menarik kerah bajunya.
"Cih, sekarang saja lo bisa bercanda. Coba kemaren, diem aja kaya ayam sayur!" celetuk Reno mendapat tatapan tajam dari Melvin.
"Ya kali istri gue sakit gue dugem, gila emang lo!" sahut Melvin tak terima.
"Mas ih ngomong nya, ada anak kita loh!" tegur Kanaya menekuk wajahnya.
__ADS_1
"Nah gitu Nay, marahin aja. Emang suami lo ini sukanya ngomong kasar, belum pernah aja bibirnya ngerasain sandal gue." Tukas Nadia ikut menimpali.
"Dasar kakak ipar gak jelas." Cibir Melvin kemudian mendekati Kanaya.
"Om, Tante. Semuanya, lebih baik kita keluar. Sepertinya Baby Daffin ingin mimi susu dengan Mama nya," ajak Vina seraya mengusap wajah baby D yang terasa begitu lembut.
"Iya benar, tuh lihat kayanya nyari-nyari susu Mama nya." Sahut Mami Yuli terkekeh.
Mami Yuli mendekati Kanaya lalu memberikan Baby D pada Kanaya. Kanaya tersenyum dan menerimanya, ia mencium pipi putranya dengan sayang.
"Anak Mama haus, mau Mimi susu?" tanya Kanaya hendak membuka kancing baju pasiennya namun buru-buru dihentikan oleh Melvin.
"Sayang, masih banyak orang loh. Ini kan aset aku," celetuk Melvin membuat seisi ruangan terkekeh.
"Tidak ada aset mu, kini itu punya Daffin dan kau tidak akan mendapatkannya lagi." Timpal Mami Yuli.
"Kaya nggak aja lo, gue tau lo juga tiap hari neneyy." Ketus Melvin dengan bahasa ia gamblang.
"Neney neney, pada ngomongin apa sih. Udah ayo keluar!" ajak Vina menarik tangan suaminya keluar disusul yang lain.
Tinggallah Kanaya, Melvin dan putra mereka yang tampak sedang menyusu pada ibunya. Kanaya sesekali meringis merasakan putranya minum susu dengan kuat.
"Kenapa hmm?" tanya Melvin begitu perhatian.
__ADS_1
"Daffin nyusunya cepet banget, dada aku sakit Mas." Jawab Kanaya seraya menepuk pelan paha kecil putranya yang tertutup bedong bayi.
Melvin yang mendengar itu lantas mengusap kepala Kanaya, ia mencium kening istrinya lalu duduk di depan Naya yang tampak fokus memberikan asi pada Daffin.
"Anak Papa yang tampan, jangan buat Mama kesakitan. Susu nya gak ada diambil kok, kecuali kamu lagi tidur mungkin Papa icip-icip sedikit." Celoteh Melvin mendapat pelototan dari Kanaya.
"Mas apa sih, asal aja kalau ngomong. Ingat ya, kamu harus puasa 60 hari!" pungkas Kanaya seketika membuat Melvin menekuk wajahnya.
"Nego sayang!!!" Rengek Melvin menduselkan kepalanya di pangkuan Kanaya hingga kini Kanaya memangku anak dan kepala suaminya.
"Nego nego, bisa aja sih kalau kamu mau jadi duda." Ujar Kanaya bergurau.
"Sayang, jangan ngomong gitu. Aku nggak mau jadi duda, aku siap puasa asal kamu baik-baik aja." Jujur Melvin menatap istrinya dengan hangat.
Kanaya yang mendengar itu lantas menangkup wajah suaminya dengan sebelah tangan, ia mencium kening lalu mengecup bibir Melvin cepat.
"Aku bercanda, Mas. Aku pasti baik-baik aja," tutur Kanaya membuat Melvin tersenyum.
"Nggak tau kenapa aku bisa bucin banget sama kamu, Nay. Aku cinta banget, sayang melebihi apapaun pokoknya!!!!" seru Melvin membuat Kanaya tertawa lepas.
"Papa lebay ya, Dek. Jangan temenin Papa yuk," ucap Kanaya menirukan suara anak kecil sambil mengunyel pipi anaknya pelan.
"Nggak bisa dong, Mama sama Adek harus selalu temani Papa!" timpal Melvin mencium pipi Daffin kemudian bergantian ke pipi Kanaya.
__ADS_1
JANGAN SENYUM KALIAN JOMBLO, AKU AJA TUTUP MULUT SAMA MATA PAKE LAKBAN 🤫🤫
BERSAMBUNG....................................................