
Nadia baru saja selesai membersihkan diri, akhirnya setelah seharian memakai baju berat dan ribet itu kini ia bisa kembali memakai baju kesayangan yang simpel namun nyaman, apalagi juga bukan baju terusan berbahan kaos yang panjangnya hanya sampai setelah paha.
Sementara itu Reno sedang memainkan ponselnya, ia mendapat banyak sekali ucapan selamat atas pernikahan nya dari teman maupun kerabat yang tak dapat hadir. Ia sudah mandi sebelum Nadia, makanya sudah bisa bersantai main ponsel.
Saat mencium aroma harum lantas membuat Reno menoleh ke arah istrinya, ia melihat Nadia sedang berjalan santai ke arah cermin yang ada disana.
"Kamu mandi sana, Ren." Ucap Nadia tanpa menatap suaminya.
Reno yang mendengar itu lantas melempar ponselnya ke ranjang dan beralih mendekati Nadia. Dipeluknya tubuh istrinya dengan sangat erat.
"Hmmm, kamu kebiasaan manggilnya." Tegur Reno merasa kurang enak dengan panggilan Nadia yang tidak ada romantisnya.
"Jadi aku harus panggil apa, sama kaya Kanaya panggil suaminya?" tanya Nadia mengusap wajah Reno yang asik mendusel dilehernya.
"Iya." Jawab Reno singkat seraya memberikan kecupan basah bahkan menggigit kecil leher Nadia.
Nadia yang merasakan itu seketika berdesir, ia merasakan hawa panas bercampur gugup. Meski mereka sudah berpacaran lama, namun mereka tak pernah lebih dari sekedar gandengan, pelukan ringan dan kecupan bibir, itupun Reno yang melakukannya sebelum mereka resmi berpacaran.
Dan saat ini, saat keduanya sudah sah menjadi sepasang suami istri, tentu mereka sudah tak sabar menantikan yang namanya berhubungan lebih jauh.
"Mas … ahhh …" suara Nadia akhirnya keluar juga saat tangan Reno mulai aktif di dadanya.
__ADS_1
Reno yang mendengar itu lantas tersenyum, ia semakin gencar mengigit leher istrinya bahkan memberikan tanda yang diyakini tak akan hilang dalam semalam.
Reno menyudahi aksi kecup dileher sang istri, kini ia membalik tubuh Nadia lalu mencium bibir istrinya yang tampak begitu menggoda.
Nadia menerima bahkan membalas ciuman suaminya, ia bahkan mengalungkan tangannya dileher Reno dan ikut mengajak tarian lidah yang memabukkan.
"Emhhhh …." Erang keduanya saat nafas mulai tersendat.
Reno melepas pangutan bibirnya, ia menggendong Nadia lalu merebahkan nya ke ranjang. Di tatapnya mata cantik Nadia lalu diberikan kecupan kasih sayang di kening nya.
"Boleh?" tanya Reno meminta izin.
Nadia tersenyum lalu mengangguk, meski sejujurnya ia takut, namun ia tak mau membuat suaminya kecewa dengan penolakannya.
Reno dan Nadia kembali bergelut dengan lidah keduanya, tangan Reno sesekali nakal dengan memainkan gunung kembar yang Nadia miliki. Mungkin benda itu akan menjadi mainan favorit Reno kedepannya.
"Shhhhh … Mas … jangan kencang-kencang!!" tegur Nadia merasakan remasan Reno begitu keras.
Mendengar itu membuat Reno lantas membuka kaitan istrinya, ia mulai mencicipi, menghisap ujung dada Nadia dan menyedotnya dengan penuh semangat sehingga mengundang erangan tak terelakan dari Nadia.
"Ren … mhhhh …." Teriak Nadia menjambak rambut Reno hingga rambut yang awalnya rapih berubah acak-acakan.
__ADS_1
Reno bangkit dari atas tubuh Nadia, ia mulai membuka seluruh pakaiannya membuat Nadia melotot melihat sesuatu yang besar dan tegak bak tiang listrik.
"A-aku takut." Bisik Nadia membuat Reno tersenyum.
Reno kembali naik ke atas tubuh Nadia, diusapnya kening istrinya lalu ia berikan kecupan lembut sebagai penghantar ketenangan untuknya.
"Aku pelan-pelan, Sayang. Rileks oke?" tutur Reno membuat Nadia akhirnya mengangguk.
Reno mulai membuka penutup terakhir ditubuh Nadia, ia tampak terpana melihat betapa indahnya milik Nadia. Rasa penasaran membuat Reno tak ragu-ragu untuk mencicipi lembah surgawi istrinya.
"Mas ahhh … jangan disitu …" pinta Nadia berusaha menjauhkan kepala Reno dari miliknya.
Reno tak menurut, ia malah semakin gencar menggoda milik Nadia, mengundang cucuran air keringat dan cairan yang begitu dinikmati oleh Reno. Nafas Nadia tersengal, ia begitu menikmati permainan suaminya meski belum sampai ke inti.
Reno bangkit dari duduknya, ia kembali mencium bibir istrinya lalu perlahan memasukka miliknya ke milik Nadia. Mengudang teriakan dan ringisan-ringisan kecil dari bibir istrinya.
"Sakit, Mas." Ungkap Nadia terisak membuat Reno menjadi tidak tega.
Reno mendiami miliknya, ia membiarkan milik Kanaya menyesuaikan dengan miliknya. Hingga akhirnya malam itu Nadia berhasil memberikan hak untuk suaminya. Diselingi teriakan dan erangan penuh nikmat dari bibir sepasang suami istri yang baru sah beberapa jam lalu.
"Makasih, Sayang." Bisik Reno seraya menarik Nadia ke dalam pelukannya.
__ADS_1
PANAS GAK? MALAM VINA DAN REY SKIP GAK??
BERSAMBUNG.........................................................