
Kanaya memberikan minum pada teman-teman Melvin dan juga kakak nya, ia tak membuat minum itu tapi bibi lah yang membuatnya, kini Kanaya sedang sibuk menyuapi Melvin makan atas kemauannya sendiri.
Sejak tadi, Rey dan Reno tak henti mesem-mesem melihat kelakuan teman mereka yang kini berubah begitu manja setelah menikah.
"Nay, lo mau-maunya nyuapin anak kingkong!" ujar Reno memutar bola matanya jengah.
Melvin melototkan matanya mendengar ucapan kurang ajar temannya itu, ia lantas mengambil bantal sofa dan melemparkan nya hingga mengenai wajah tampan Reno.
"Anjirr lo! Ganteng gini lo bilang gue anak kingkong!!" timpal Melvin tak terima.
"Kak, udah. Kamu lagi makan, nanti keselek loh," tutur Kanaya mengusap lembut punggung suaminya.
"Nay, aku ganteng kan?" tanya Melvin menunjuk dirinya bangga.
"Ganteng, Sayang." Jawab Kanaya mengangguk, tanpa sadar ia memanggil Melvin dengan sebutan 'sayang' untuk pertama kalinya.
Tubuh Melvin mendadak lemas, ia merasa seluruh tulang belulang nya mengalami tremor akibat ucapan Kanaya barusan. Melvin menelan salivanya dengan susah payah, ia harus bisa menetralkan wajah nya agar image pria dingin tak dicabut di hadapan kedua teman rusuhnya itu.
Lain dengan Melvin yang mati-matian menyembunyikan kegugupannya, Rey justru sudah asik menggigit bantal sofa Melvin.
"Bantal orang basah, Doh!" celetuk Nadia menggeplak lengah Rey.
"Dalem Sayang." Pungkas Rey lalu menggelayuti bahu Reno akibat tak tahan melihat keasikan pasutri itu.
"Gue masih normal, jauh-jauh lo!" ketus Reno melepaskan tangan Rey dari bahunya.
"Nay, gue besok mau nikah juga deh, gak tahan lama-lama liat lo mesra gini." Ujar Nadia menghela napas lelah.
"Sama gue aja, Nad. Gue jamin hidup lo bahagia terus." Sahut Rey menepuk dadanya ala pria maco.
"Bahagia kagak, kayang ia gue." Ketus Nadia membuat semuanya terkekeh termasuk Kanaya.
"Kak, gak apa-apa loh sama Kak Rey, kan dia juga ganteng, atau gak Kak Reno." Timpal Kanaya, tanpa ia sadari jika sepasang mata tengah menatapnya.
"Nay, gue makasih lo bilang ganteng, tapi gue masih sayang nyawa. Noh lo liat, laki lo udah kaya mau makan orang." Celetuk Reno mengisyaratkan Kanaya melihat ke arah Melvin.
__ADS_1
Kanaya menoleh, ia tersenyum lalu menyuapi Melvin lagi. "Tapi suami aku juara nya, cuma dia yang paling ganteng dari 1/sudut lingkaran pria tampan di dunia ini." Ungkap Kanaya mengusap wajah Melvin yang sudah menahan kesal.
"Anjirrr, artinya apaan tuh. Nilai gue H+ kalo soal mtk!" ujar Rey menggaruk tengkuknya.
"Lo kira sinyal H+, yang bener-bener aja kalo ngomong." Desis Reno menghela nafas lelah karena tingkah temannya itu.
"Artinya cuma Kak Melvin yang paling tampan dari pria tampan di dunia ini yang jumlahnya tak terhingga." Jelas Kanaya membuat Melvin akhirnya tersenyum.
"Nah, nyengir lo anak kingkong!" ketus Reno mendapat tatapan tajam.
"Gue bilangin Papi gue lo ya, udah menghina anak gantengnya." Ancam Melvin yang hanya dibalas tawa kecil dari Reno.
"Bentar! Gue masih gak paham sama si Naya. Maksudnya apaan sih?" tanya Rey frustasi.
Nadia menghela nafas, ia mencengkram kedua sisi bahu Rey agar menatapnya.
"Sudut lingkaran itu jumlahnya tak terhingga, jadi anggap aja Melvin itu 1 dari jumlah tak terhingga dari pria tampan di dunia ini." Jelas Nadia dengan penuh kekesalan.
"Gak ngerti juga, gue gampar lo!" lanjut Nadia ketus.
Ditengah-tengah keasikan mereka mengobrol, tiba-tiba Mami dan Papi Melvin datang dengan penampilan yang sudah rapi seperti akan pergi.
"Wah makin asik aja ngobrolnya ya," ucap Papi Heryawan dibalas kekehan oleh semuanya kecuali Melvin.
"Mami dan Papi mau kemana udah cantik dan ganteng gini?" tanya Kanaya bangun dari duduknya.
"Kami ada acara diluar, mungkin akan pulang tengah malam." Jawab Mami Yuli halus.
"Wahh wahh, Om dan Tante mau proses cetak saham ya?" tanya Rey tanpa disaring hingga isinya hanya ampas saja.
"Iya, kok kamu tahu kita mau ketemu investor." Jawab Mami Yuli tak paham dengan candaan teman putranya.
"Om dan Tante jangan dengerin ucapan si Rey, dia emang suka becanda." Ucap Reno menjelaskan.
"Ya sudah, kami pergi ya. Kalian menginap juga tidak apa-apa," tutur Papi Heryawan sebelum akhirnya benar-benar pergi.
__ADS_1
Setelah kepergian Mami dan Papi, Kanaya beralih menatap suaminya, sejak tadi ia merasa heran karena Melvin terlihat cuek dan sangat dingin, bahkan tak bicara sama sekali.
"Kamu kenapa?" tanya Kanaya menggenggam tangan Melvin.
"Enggak, cuma lagi mikir enaknya ngapain ya?" jawab Melvin diakhiri pertanyaan lagi.
"Tidur." Jawab Kanaya membuat Melvin terkekeh, niatnya ingin menggoda istrinya, tetapi Kanaya ternyata begitu polos.
Nadia tiba-tiba beranjak dari duduknya, ia melihat jam di pergelangan tangannya lalu beralih menatap adiknya.
"Nay, udah malam. Gue balik ya, besok kan harus kerja," ucap Nadia bermaksud pamit.
"Kok cepat banget, Kak?" tanya Kanaya menghampiri sang Kakak.
"Gue besok kerja, kapan-kapan gue pasti main lagi." Jawab Nadia mengusap kepala adiknya.
Mendengar Nadia yang ingin pulang lantas membuat Reno dan Rey ikut bangun, mereka bertanggung jawab mengantar Nadia pulang sampai ke rumah.
"Iya, Nay. Kita balik ya," sambung Reno diikuti oleh Rey.
"Hati-hati kalian," titah Melvin memberi pesan.
Setelah kepergian teman-temannya, kini Melvin beralih menatap Kanaya yang juga tengah melihatnya.
"Apa?" tanya Melvin dijawab gelengan kepala oleh Kanaya.
"Aku ngantuk mau tidur." Ucap Kanaya mengucek matanya.
Melvin lantas menggendong Kanaya tanpa permisi, hal itu tentu membuat Kanaya terkejut dan buru-buru mengalungkan tangannya di leher Melvin.
"Kita tidur." Ucap Melvin lalu membawa Kanaya ke kamar.
Sesampainya di kamar, Melvin membaringkan Kanaya di ranjang disusul oleh nya. Ia menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka lalu menarik Kanaya ke dalam pelukannya, hingga akhirnya mereka sama-sama tertidur.
INSYAALLAH SATU BAB LAGI NANTI YA😊
__ADS_1
BERSAMBUNG....................................