
Reno dan Nadia baru saja sampai dirumah setelah menjemput dan mengantar Kanaya pulang tadi. Saat sampai, mereka disambut oleh Mami Rianti dan Papi Aryo yang sedang berbincang bersama diruang tengah.
"Kalian baru pulang, bagaimana Kanaya dan anaknya?" tanya Mami Rianti dengan hangat.
"Alhamdulillah, Mi. Baik," jawab Reno seraya melirik istrinya.
Nadia tampak hanya diam, raut wajahnya terlihat sedih dan Reno tentu tahu alasan kesedihan sang istri saat ini.
"Pi, Mi. Aku ke kamar dulu ya, mau mandi sebelum masak makan siang." Pamit Nadia dengan sopan.
"Iya, Nak. Pergilah," sahut Papi Aryo membiarkan menantunya pergi ke kamar nya.
Reno menatap kepergian istrinya dengan nanar, ia tahu jelas mengapa Nadia memilih untuk pergi ke kamar dan menyembunyikan kesedihannya dari orangtua mereka.
"Ren, kalian baik-baik aja kan?" tanya Mami Rianti menatap putranya yang terdiam.
"Iya, Mi. Mungkin Nadia cuma lelah, dan butuh istirahat." Jawab Reno berbohong.
"Aku ke kamar ya, Mi. Mau lihat istri aku," pamit Reno langsung pergi tanpa menunggu jawaban orangtuanya.
Sesampainya di kamar, Reno melihat istrinya baru saja keluar dari kamar mandi sambil mengusap wajahnya dengan handuk. Reno menghampiri Nadia dan langsung memeluk istri cantiknya itu.
"Kenapa, Mas?" tanya Nadia pelan seraya mengusap punggung Reno.
"Kenapa?" tanya Reno balik lalu melepaskan pelukan nya.
Mengerti maksud pertanyaan suaminya, Nadia hanya tersenyum.
"Aku nggak apa-apa, cuma--" jawaban Nadia terhenti saat Reno mencium kening nya dalam.
__ADS_1
"Sayang, aku mohon jangan pikirkan soal anak dulu. Kita masih terbilang pengantin baru dan wajar saja jika saat ini kita belum dikaruniai anak." Potong Reno menatap dalam manik mempesona milik Nadia.
"Iya, Mas." Balas Nadia singkat lalu menjauhi Reno untuk mengambil pakaiannya.
Reno menatap punggung istrinya yang sedikit gemetar, ia yakin saat ini Nadia tengah menangis. Apakah ucapannya tadi terlalu kasar, atau menusuk ke hati istrinya.
Reno mendekati Nadia lalu memeluk tubuh proporsional wanitanya dengan begitu erat dari belakang. Nadia yang merasakan pelukan Reno hanya bisa tersenyum sambil mengusap-usap tangan suaminya yang apik di perut nya.
"Sayang, maaf jika ucapanku membuat kamu sedih. Aku cuma nggak mau kamu terus kepikiran soal kehamilan, meski kamu belum hamil seperti Vina ya tidak masalah, aku juga tidak akan menuntut nya." Bisik Reno dengan tulus.
Nadia tak menjawab, ia hanya bisa memejamkan matanya dan membiarkan bulir air mata membasahi wajahnya.
"Iya, Mas." Balas Nadia singkat lagi kemudian melepaskan pelukan Reno.
Reno membalik tubuh Nadia hingga istrinya itu kini berhadapan dengannya, ia angkat wajah istrinya agar mau menatapnya.
"Mas, ihhh!!!!" Rengek Nadia tak terima lalu langsung memukuli bahu Reno karena kesal.
"Hahaha, bercanda Sayang, ihh istriku yang cantik, lucu, gemesin, dan pastinya kesayangan Reno Pramudya dong." Celetuk Reno lalu menangkup wajah Nadia dan memberikan banyak kecupan kasih sayang di wajah istrinya.
Nadia hanya bisa pasrah menerima ciuman dari suaminya, ia lalu memeluk dan menangis dalam pelukan suaminya. Menumpahkan air matanya di dada sang suami hingga kemeja yang dipakai Reno sedikit basah.
"Udah ihh, nangis mulu. Mending jalan-jalan yuk?" ajak Reno mengusap sambil sesekali mencium kepala Nadia.
"Jalan-jalan kemana?" tanya Nadia pelan seraya mengusap air matanya dengan baju Reno.
"Kemana ya, eumm … bagaimana jika ke mall atau salon?" tawar Reno membuat Nadia mendongak.
"Nggak." Tolak Nadia menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Jadi kemana dong?" tanya Reno masih lembut.
"Terserah kamu." Jawab Nadia seketika membuat Reno harus banyak-banyak menarik nafas.
"Ya udah kita nggak usah jalan-jalan keluar, mending traveling di kamar bikin anak." Pungkas Reno lalu langsung menggendong Nadia dan merebahkannya di atas ranjang.
Nadia mengusap rahang suaminya, ia mengangkat kepalanya lalu mencium pipi suaminya.
"Aku harus masak, Mas." Ucap Nadia menatap Reno yang juga tengah menatapnya hangat.
"Nadia, lo tau nggak sih gue cinta mati sama lo anjirtt!!" tegas Reno lalu menciumi wajah turun ke leher Nadia.
Nadia hanya bisa tertawa, Reno memang seringkali kembali memanggil 'lo dan gue' disaat sedang mengungkapkan perasaanya seakan mengingat kembali saat-saat awal mereka bersama dulu.
"Aku lebih cinta kamu, Ren. Aku siap melakukan apa saja untuk kebahagiaan kamu, bahkan jika aku harus mempertaruhkan nyawaku sekalipun." Ungkap Nadia dengan begitu tulus.
"Heh, ngomongnya nakal ya!" tegur Reno mencawil bibir Nadia karena gemas pada istrinya itu.
Nadia menarik Reno hingga mereka kembali berpelukan, ia ciumi bahu dan pipi sang suami seakan ciuman yang ia lakukan sebagai bentuk rasa cintanya pada Reno.
MAS RENO, JADIKAN AKU ISTRI KEDUA 😭😂🤫
BERSAMBUNG.................................
Bercanda Mba Nadia✌️
Mba Nadia belike : laki gue gak akan mau sama lo, Thor 🤪
__ADS_1