Menikah Karena Melanggar

Menikah Karena Melanggar
Gagal


__ADS_3

Kanaya melirik suaminya yang masih diam dan tak bicara padanya, ia menghela nafas saat Melvin langsung masuk ke kamar mandi dengan wajah yang datar.


Kanaya lantas beranjak dari duduknya, ia meraih susu dimeja yang telah disediakan oleh pelayan rumah. Kanaya menenggaknya sampai tandas.


"Hufttt … sabar ya, Nak. Papa mu ini sedang marah sama Mama," tutur Kanaya bicara pada anak dalam perutnya.


Kanaya bangun dari duduknya, ia membuka lemari lalu mengambil baju haram yang sebelumnya tak pernah ia pakai, baju itu diberikan oleh Melisa beberapa hari lalu.


"Demi suami, Nay. Jangan ngeluh," ujar Kanaya seraya mengusap dadanya sabar.


Setelah beberapa saat Melvin keluar dari kamar mandi, melihat itu lantas membuat Kanaya menyembunyikan pakaian haram itu di belakang tubuhnya.


"Sayang sudah selesai?" Tanya Kanaya dengan senyuman yang manis.


"Hmmm, sana mandi." Jawab Melvin mengangguk lalu berjalan keluar dari kamar.


Kanaya lantas buru-buru masuk ke dalam kamar mandi, tak lupa ia membawa baju haram itu bersamanya, demi sang suami maka Kanaya akan melakukan apapun, sungguh sifat dingin Melvin membuat Kanaya tak nyaman. Ia merindukan sifat manja suaminya.

__ADS_1


Didalam kamar mandi, Kanaya yang telah mengganti pakaiannya lantas menatap dirinya di cermin, ia merinding merasakan dingin yang menerpa kulit yang tak tertutup dengan benar.


"Dingin, uhh kalo bukan karena kamu, Mas. Aku gak akan mau pakai!!" celetuk Kanaya lalu segera keluar dari kamar.


Kanaya mengerutkan keningnya saat tak melihat Melvin disana, apakah pria itu belum kembali juga padahal ia sudah cukup lama di kamar mandi.


Sambil menunggu Melvin, Kanaya lantas pergi ke meja rias, ia melepas cepolan rambutnya hingga tergerai indah sampai batas bahu. Tak lupa lipstik merah yang tak terlalu terang dan tak lupa beberapa semprot parfum dibeberapa titik.


"Mas Melvin mana sih, gak tau aku udah tremor ini." Gumam Kanaya sambil terus melirik pintu dan berharap bahwa suaminya akan masuk.


Cukup lama juga Kanaya duduk didepan meja rias, lama-lama ia juga lelah dan memutuskan untuk berbaring di ranjang sampai suaminya kembali ke kamar.


Tanpa disadari Kanaya perlahan mulai memejamkan matanya, antara lelah dan sedih akibat sifat suaminya yang berubah. Kanaya tidur dengan posisi bersandar di kepala ranjang.


Tak lama setelahnya, Melvin kembali ke kamar usai membicarakan tentang besok sebelum dirinya pergi ke Bali bersama istrinya.


Melvin tercengang melihat penampilan istrinya yang benar-benar menggoda, namun di satu sisi ia juga kasihan pada sang istri yang tidur tak nyaman.

__ADS_1


Melvin mendekat, ia lalu merubah posisi tidur Kanaya agar nyaman. Melvin tersenyum tipis, ia yakin bahwa Kanaya bersedia memakai baju itu karena dirinya, dan dengan salah dia malah tak datang.


"Maaf ya Sayang, aku ngambek terus." Bisik Melvin lalu mencium kening Kanaya dengan dalam.


Melvin melepaskan sandal yang digunakannya, ia segera naik ke ranjang dan berbaring di sebelah istrinya. Melvin mengusap perut Kanaya lalu menciumnya beberapa kali.


"Anak Papa, maaf ya dari tadi dicuekin." Bisik Melvin kembali mengusap perut istrinya yang mulai terlihat.


Melvin kembali setengah berbaring, ia mengusap wajah halus istrinya lalu menciumnya dengan gemas, bahkan gemas sekali.


"Aku sangat mencintaimu, Nay. Tapi bolehkan aku ngambek sedikit untuk mendapatkan bonus," celetuk Melvin lalu terkekeh pelan agar istrinya tak terbangun.


Melvin berbaring, dengan pelan ia membawa Kanaya ke dalam pelukannya, ia juga berikan kecupan hangat di kepala sang istri.


Saat ini Melvin tangah bingung, ia akan pergi ke Bali dan akan ada  Sesha disana, ia takut jika identitas Kanaya terbongkar dan berakhir menyakiti istri dan anaknya. Namun bukan berarti Melvin takut, jika memang Sesha mau menyakiti istrinya, maka ia bisa berbuat lebih kasar lagi.


Tak ada yang boleh menyakiti bidadarinya, siapapun itu.

__ADS_1


DASAR BUCIN, TADI AJA ISTRINYA DICUEKIN 😕


BERSAMBUNG.....................................


__ADS_2