Menikah Karena Melanggar

Menikah Karena Melanggar
Pemecatan


__ADS_3

Melvin menggenggam tangan istrinya saat dokter mulai memeriksa sekitar perut Kanaya, ia meringis aneh ketika mendengar suara asing yang berasal dari alat medis disana. Alat itu tampak memutari perut Kanaya yang sudah mulai terlihat membesar.


"Dengar, Tuan, Nyonya?" Tanya Dokter kandungan itu pada Kanaya dan Melvin.


Melvin menajamkan pendengarannya saat merasa dengar sesuatu. Ya, itu suara detak jantung, apakah itu detak jantung anaknya.


"Dokter, apa itu suara detak jantung anak saya?" Tanya Melvin sumringah.


"Benar sekali, Tuan." Jawab Dokter seketika membuat Kanaya menatap sang suami.


"Mas, anak kita!!!" ujar Kanaya dengan mata berkaca-kaca.


Melvin mengangguk, ia mengusap kepala Kanaya dan menciumnya tanpa malu di depan dokter, toh hal seperti itu sudah biasa bagi dokter.


"Usia kandungan Nyonya Kanaya sudah memasuki Minggu ke delapan, dalam masa-masa seperti ini, ibu hamil akan mengalami kram perut akibat ligamen pada perut yang meregang karena rahim membesar, masalah pencernaan, seperti konstipasi, dan perut kembung. Jadi, Tuan sebagai suami harus bisa menjaga istri ya." Ucap Dokter menjelaskan sekaligus memberikan arahan.


"Baik, Dok." Balas Melvin menganggukkan kepalanya.


"Saya akan berikan vitamin untuk Nyonya Kanaya, mohon tunggu ya." Ucap Dokter kemudian pergi.


Setelah mendapatkan vitamin untuk Kanaya, Melvin langsung mengajak istrinya untuk makan siang di tempat yang telah ia janjikan dengan Reno dan Nadia sebelumnya.


"Sayang, tolong telponin Rey. Ajak dia makan siang bareng di tempat yang sama dengan kita," pinta Melvin seraya memberikan ponselnya pada sang istri.


Kanaya mengambil ponsel Melvin, ia menekan nomor Rey lalu menghubunginya. Tak butuh waktu lama untuk Rey mengangkat nya.


"Halo, Kak Rey." 


"Eh Naya, kenapa Nay?"


"Kata Mas Melvin datang makan siang di Restoran Fairmont ya,"


"Oh boleh Nay, kebetulan ini juga udah keluar kantor."

__ADS_1


"Makasih ya, Kak."


Setelah selesai menelpon, Kanaya memberikan kembali ponsel Melvin kepada si pemilik, namun belum sempat ponsel diterima oleh Melvin, suara dering ponsel membuat Kanaya ikut melihat ke ponsel suaminya.


"Tanpa nama, Mas." Ucap Kanaya melihat id si penelpon tanpa ada namanya.


"Biarkan saja, Sayang." Balas Melvin diangguki oleh Kanaya.


Setelah hampir tiga puluh menit, akhirnya Melvin dan Kanaya sampai di restoran. Keduanya segera masuk dan duduk di ruangan VIP restoran tersebut. Menurut Melvin, makan ditengah keramaian dan indoor itu kurang menyenangkan.


"Mau pesan duluan?" Tawar Melvin melihat Kanaya diam saja.


"Nggak, Mas." Tolak Kanaya menggelengkan kepalanya.


"Mas, kamu kasih hadiah apa sih ke Sesha?" Tanya Kanaya teringat akan ucapan Melvin saat masih di kantor suaminya tadi.


"Hadiah spesial, Sayang." Jawab Melvin mengusap puncak kepala istrinya.


"Ya apa, Mas? Aku kan kepo, gak mungkin kan kamu kasih dia hadiah cincin, gelang atau kalung?" tanya Kanaya sewot.


"Tuh kan ketawa, berarti benar ya kamu kasih dia barang gitu?" Tanya Kanaya memukul pelan tangan suaminya.


"Ya ampun Sayang, aku gak akan pernah kasih dia barang kayak gitu. Jangankan cincin dan sejenisnya, beliin dia selembar kertas aja aku gak mau." Jawab Melvin masih terkekeh.


"Ya terus, kamu kasih apa?" Tanya Kanaya mengguncang tubuh suaminya yang masih asik tertawa.


"Ada deh." Jawab Melvin usil.


"Mas!!!!" Pekik Kanaya kesal karena suaminya tak mau memberitahu yang sebenarnya.


Bersamaan dengan rengekan Kanaya, pintu ruang VIP itu terbuka memperlihatkan Nadia, Reno dan Rey yang datang bersamaan. Nadia tampak terkejut melihat adiknya sedang merengek sementara Melvin tertawa begitu lepas.


"Vin, Adek gue kenapa?" Tanya Nadia mendekati Kanaya.

__ADS_1


"Jahat, dia kasih hadiah ke Sesha, Kak." Jawab Kanaya mengadu.


"Apa, lo serius Vin?" Tanya Rey dengan heboh.


"Ya enggak lah." Jawab Melvin ketus.


Melvin lalu menatap istrinya, ia menarik Kanaya ke dalam pelukannya sambil ia usap kepala wanitanya dengan lembut.


"Nanti aku kasih tahu, tapi sekarang ada yang lebih penting." Tutur Melvin membuat Kanaya mendongak.


"Apa?" Tanya Kanaya pelan.


Sementara itu di tempat lain, Sesha tampak meremat lembaran kertas di meja kerjanya dengan penuh kekesalan. Surat pemutusan kontrak kerja beserta check ganti rugi dari Melvin seakan membakar seluruh hidup dan harapannya untuk mendapatkan pria itu.


Sesha membanting diri ke kursi kerjanya, ia memijat pelipisnya sesaat lalu menggebrak meja sedikit keras.


"Ini semua gara-gara lo, Naya!!!!" Desis Sesha berteriak marah.


"Gue pasti bakal bales, lo dan anak dalam kandungan lo itu akan enyah dari kehidupan Melvin." Tambah Sesha penuh keseriusan.


Ya, hadiah yang Melvin maksud adalah surat pemecatan aka surat pemutusan kontrak kerja, rasanya Melvin tak tahan lagi untuk bisa bekerja dengan wanita yang selalu mengganggu istrinya.


Sampai dimana ia tahu akan ancaman pisau terhadap sang istri membuat Melvin langsung mengambil langkah ini, ia menghubungi sang Papi untuk meminta persetujuan. Dan karena menyangkut sang menantu, Papi Heryawan tentu akan setuju.


BERSAMBUNG..................................


"UPDATE NYA KOK BLENTANG BLENTONG THOR?"


HEHEHE, MAAF YA. AKU SAKIT GUYS UDAH 3 HARI INI, MAU NGAPA-NGAPAIN RASANYA MALES BANGET, UNTUNG SEKOLAH UDAH LIBUR.


AKU INI KEBANYAKAN MINTA MAAF SEBENARNYA YA JADI AGAK GAK ENAK JUGA SAMA KALIAN, HEHEHE.


ABIS GIMANA YA, PUNYA PEMBACA UDAH SETIA TAPI AUTHOR NYA MALAH MALES-MALESAN😭😭

__ADS_1


Gak bisa janji, karena berapa bab sebelum ini sempat janji bakal update rutin, eh besokannya malah sakit. jadinya aku update sebisa aku ya guys, ini aku usahakan update terus kok biar kalian gak kecewa 🌹🌹


__ADS_2