Menikah Karena Melanggar

Menikah Karena Melanggar
Hukuman yang gagal


__ADS_3

Suara cecapan antara dua lidah terdengar memenuhi ruangan yang bercahaya temaram, sepasang suami dan istri terlihat sama-sama merindukan sentuhan masing-masing.


Melupakan hukuman, melupakan keteguhan dan tergantikan karena sang suami yang terus menggoda istri nya hingga berakhir demikian.


"Jadi boleh?" tanya Melvin menatap istrinya menggoda.


Kanaya tak menjawab, ia memejamkan matanya dan memalingkan wajahnya karena malu di tatap demikian oleh sang suami yang benar-benar menggoda iman nya.


"Dedek yang mau." Jawab Kanaya pelan.


Melvin terkekeh, ia lantas menciumi seluruh wajah istrinya dengan sayang dan begitu gemas mendengar jawaban Kanaya barusan.


"Hahaha, iya Mama. Dedek yang mau," timpal Melvin lalu lanjut mencumbu istrinya.


Melvin menciumi leher Kanaya, memberikan kecupan basah dan mencetak tanda kepemilikan yang besar dan jumlah yang begitu banyak. 


Bibir Melvin kembali menjelajahi bibir istrinya sembari tangan lihainya membuka piyama yang dikenakan Kanaya, terbuka sudah piyama Kanaya memperlihatkan dada dan perut menggoda istrinya.


"Shhhh … Emhh …" lenguh Kanaya meremat rambut suaminya yang kini asik dibagian dadanya.


Melvin tersenyum, ia mengarahkan tangan nya ke punggung sang istri guna mencari pengait bra Kanaya, bunyi tak jelas itu berhasil membuat Kanaya membuka matanya, terlepas lah bagian penutup dadanya.


"Cantik banget sih!" puji Melvin seraya tangan nya membingkai bentuk dada Kanaya bergantian.


"Ahhh … Kak, shhhh." 


Melvin lalu mengecap disertai hisapan yang begitu kuat, mengundang suara teriakan dan lenguhan Kanaya yang semakin kencang dan membangkitkan gairah nya.

__ADS_1


Melvin menatap istrinya yang tengah mengatur nafas nya, ia lalu beralih untuk membuka celana dan dalaman istrinya hingga kini posisi tubuh Kanaya benar-benar telah polos.


"Dedek, makasih ya udah bantu Papa buka puasa." Bisik Melvin mengusap dan menciumi perut istrinya.


Kanaya menatap suaminya dengan tatapan sayu, ia mengusap rahang tegas suaminya membuat Melvin mendongak menatapnya.


"Mulai ya?" tanya Melvin meminta izin.


Kanaya tersenyum, ia mengecup bibir suaminya dengan cepat. "Iya, Mas." Jawab Kanaya dengan suaranya yang menggoda, bahkan pertama kalinya Kanaya memanggil Melvin 'Mas'.


Melvin melayang, ia dibuat semakin tak tahan dengan panggilan istrinya tadi, tak sabar lagi, Melvin mencium bibir Kanaya lebih kasar dari sebelumnya, Kanaya pun membalas tak kalah panas dengan ciuman yang Melvin berikan.


"Emhhhh …" Erang Kanaya saat merasakan sesuatu yang besar memasuki nya.


"Ahhhh, Sayang!!!!" teriak Melvin merasakan kenikmatan di tubuh istrinya.


"Ahhhh … Mmmhhh … Kak!!!" teriak Kanaya tak ada hentinya.


Melvin dan Kanaya tak hanti meneriakan nama masing-masing sepanjang malam, Melvin yang terus memacu semangat dalam dirinya bersamaan dengan Kanaya yang terus mencengkram kuat bahunya.


"Sayang!!!!" teriak Melvin setelah mendapatkan pelepasan nya.


Melvin mendiami miliknya sebentar, ia menciumi wajah istrinya dengan sayang dan penuh rasa terima kasih. Kanaya selalu bisa memenuhi kebutuhan baik lahir maupun batin nya.


"Ronde selanjutnya, Sayang?" tanya Melvin mengedipkan matanya.


"Capek." Rengek Kanaya membuat Melvin gemas.

__ADS_1


***


Kanaya meregangkan otot-ototnya yang terasa pegal, seluruh tubuhnya sangat remuk setelah semalaman digempur habis-habisan oleh sang suami. Kanaya melirik ke arah Melvin yang masih pulas dalam pelukan nya, ia mengusap wajah tampan suaminya dan memberikan kecupan di bibir Melvin.


"Gara-gara kamu aku jadi gagal kasih hukuman." Ujar Kanaya sambil menarik hidung mancung suaminya.


Melvin yang merasa tidurnya terganggu lantas membuka mata, ia tersenyum melihat sosok bidadari yang berstatus sebagai istrinya tengah menatapnya penuh kesal.


"Morning, Sayangku!" sapa Melvin semakin mengeratkan pelukannya.


"Lepasin ah, aku mau mandi." Pinta Kanaya memukul lengan suaminya.


"Mandi bareng ya, sekalian icip-icip?" tanya Melvin menaik-turunkan alisnya.


"Enggak!" tolak Kanaya diakhiri cubitan di perut berotot Melvin.


"Sakit Sayang!" rengek Melvin menduselkan kepalanya di leher Kanaya.


Kanaya terkekeh, ia membalas pelukan suaminya seraya menepuk punggung Melvin dengan lembut. Jika begini maka mereka bisa-bisa kembali tidur, atau lebih parahnya akan kembali mengarungi lautan kenikmatan bersama.


"Aku cinta kamu."


PANAS? PANAS? KIPAS SAYANG KIPAS!!!!😂😂


BTW TEBAK ITU UCAPAN MELVIN ATAU KANAYA???


BERSAMBUNG...........................................

__ADS_1


__ADS_2