
Setelah kepulangan teman-temannya, kini Melvin dan Kanaya berbaring di ranjang untuk istirahat, besok mereka harus memulai aktivitas lagi. Melvin akan pergi ke kantor, sementara Kanaya akan kembali ke kampus.
Kanaya merebahkan kepalanya di atas dada bidang sang suami dengan usapan tangan Melvin yang ikut menambah kenyamanan, televisi di kamar menyala tetapi Kanaya justru asik bermain ponsel sementara Melvin diam dengan mata terpejam.
"Tv nya kalo gak di tonton matiin, Sayang. Kita harus jadi warga negara yang baik." Ucap Melvin masih dengan mata terpejam.
Tak mendapat jawaban dari Kanaya membuat Melvin membuka mata, ia mengerutkan keningnya melihat Kanaya tersenyum sambil menatap ponselnya.
"Kamu ngapain sampai senyum-senyum gitu hmm?" Tanya Melvin curiga.
"Ini loh, Mas. Aku lagi chat sama Melisa, dia ternyata lagi balik ke kampungnya," jawab Kanaya memberitahu.
"Oh, pantesan gak keliatan." Timpal Melvin manggut-manggut.
Mendengar itu Kanaya langsung melempar tatapan tajam, ia mengangkat wajahnya lalu mendekati wajah Melvin.
"Jadi kamu selama ini nyariin Melisa?" Tanya Kanaya serius.
"Hah? Enggak, siapa yang nyariin teman kamu, aku kenal aja sebatas ketemu doang." Jawab Melvin terheran.
"Oh kamu sering ketemu dia?" Tanya Kanaya semakin tajam menatap suaminya.
Melvin menghela nafas, ia meletakkan punggung tangannya di kening Kanaya untuk memeriksa suhu tubuh istrinya yang mungkin saja demam sampai bicara melantur.
"Sayang, kamu ini ngelantur ya?" Tanya Melvin menarik kembali istrinya untuk ia peluk.
"Enggak." Jawab Kanaya ketus.
"Gini ya kalo punya istri lagi hamil, bawaanya emosi terus sama omongannya aneh-aneh." Ujar Melvin tak mendapat jawaban selain cubitan di perutnya.
__ADS_1
Sementara itu ditempat lain, Nadia baru saja sampai dirumahnya dengan diantar oleh Reno, ia membuka seatbelt nya dan hendak langsung keluar namun dicegah oleh Reno.
"Apa?" Tanya Nadia mengangkat sebelah alisnya.
Reno menatap Nadia dengan tatapan biasa namun hangat, pria itu hendak berucap namun buru-buru dipotong oleh Nadia.
"Oh iya lupa, makasih ya udah nganterin." Tambah Nadia seraya melepaskan tangannya dari cekalan Reno.
Nadia segera keluar dari mobil Reno, ia tak langsung masuk karena ingin menunggu sampai Reno pergi, namun siapa sangka jika Reno tak pergi dan malah keluar menghampiri nya.
"Lho kok lo gak pulang, ada yang lupa?" Tanya Nadia heran, padahal saat ini hatinya sedang gugup karena pria itu.
"Iya ada, gue cuma mau bilang lo jangan macem-macem buat deket sama cowok." Jawab Reno tegas.
Nadia mengerutkan keningnya, bisa-bisanya Reno melarang sementara mereka tak ada hubungan, bahkan kenyataannya Nadia sempat di ghosting oleh teman seangkatannya ini.
"Maksud lo apaan, gue bebas mau deket sama siapapun. Lo siapa larang gue?" Tanya Nadia dengan berani.
Nadia menahan nafasnya, ia memejamkan matanya karena tak tahan dengan pandangan pria itu yang dalam dan lembut meski ucapannya begitu tegas.
"Ngerti gak?" Tanya Reno memegang bahu kanan Nadia.
"Enggak!" Jawab Nadia tegas.
Reno mengerem kesal, ia lantas menarik bahu Nadia dan sigap memiringkan kepalanya. Mata Nadia melotot saat merasakan benda kenyal dan hangat menempel di bibirnya.
Nadia berusaha memberontak dengan memukul dada pria itu, tetapi tenaganya jauh dari Reno yang justru semakin memperdalam ciumannya.
Setelah cukup lama dan menyadari bahwa Nadia kehabisan oksigen, Reno melepaskan ciuman mereka, ia mengusap dagu gadis itu dengan lembut.
__ADS_1
"Gue gak suka dibantah." Ucap Reno masih dengan mengusap dagu Nadia.
"Lo yang ninggalin gue, Ren. Sekarang biarin gue bebas cari kebahagiaan gue sendiri," lirih Nadia menundukkan kepalanya.
"Gak, gak akan." Balas Reno dengan sedikit membentak.
"Lo bukan siapa-siapa gue, jadi jangan ikut campur." Balas Nadia mendorong Reno menjauh.
Reno menggertak giginya, ia kembali menarik Nadia dan memberikan ciuman menggebu di bibir gadis itu.
Nadia yang merasa dilecehkan lantas mendorong dan menampar wajah Reno cukup keras.
"Jangan kurang ajar lo ya!!!" Teriak Nadia namun masih menjaga volumenya, untung saja ia tak memiliki banyak tetangga rempong.
"Apa? Kurang ajar? Kalo gue bikin lo hamil anak gue, itu baru namanya kurang ajar." Balas Reno diakhiri senyuman.
"Nad, gue udah klaim lo cuma milik gue dan jika lo berani ngebantah, maka lo harus siap-siap hamil anak gue." Lanjut Reno lembut.
Nadia menegang, ia memegangi dadanya yang sedang mengatur nafas antara emosi dan terkejut dengan ucapan pria itu. Nadia dibuat tambah terkejut saat merasakan kecupan hangat di keningnya.
"Masuk dan istirahatlah, gue pulang dulu ya, Cantik." Tutur Reno lembut lalu segera pergi dari rumah Nadia.
Nadia menatap kepergian Reno dengan tatapan yang sulit diartikan, ia lalu memegang bibirnya yang sudah tak suci lagi karena ulah pria itu.
"Kurang ajar lo, Reno!!!!" Desis Nadia lalu segera masuk dengan perasaan kesal.
WADIDAWWW RENO TINDAKAN NYA GAK MAEN-MAEN LOHH🤪🤣
Nanti Rey sama aku aja, kasian gak ada pasangan 😂
__ADS_1
BERSAMBUNG..............................................