Menikah Karena Melanggar

Menikah Karena Melanggar
Pagi merepotkan


__ADS_3

Pagi ini Kanaya bangun lebih awal karena suara mual Melvin yang membangunkan nya, ia juga sempat membantu pria itu dan kini dirinya berada di dapur untuk membuatkan teh yang akan diberikan pada Melvin.


"Selamat pagi, Nona. Ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang pelayan.


Kanaya menoleh, ia menggelengkan kepalanya sambil tersenyum ramah. "Tidak Bi, aku hanya ingin membuat teh saja." Jawab Kanaya.


Pelayan itu pun mengangguk kemudian pamit untuk melanjutkan pekerjaanya, sementara Kanaya pun telah selesai membuat teh dan memutuskan untuk kembali ke kamarnya.


Saat masuk ke dalam kamar, suara mual Melvin kembali terdengar dari kamar mandi, hal itu lantas membuat Kanaya buru-buru menghampiri Melvin setelah sebelumnya meletakkan teh buatannya dimeja.


"Kak?" panggil Kanaya mengusap punggung Melvin.


Melvin menoleh, ia tak berkata apa-apa dan langsung mencuci mulutnya.


"Ayo, aku udah buatin teh untuk kamu, mungkin akan mengurangi mualnya," ajak Kanaya seraya memapah Melvin keluar dari kamar mandi.


Kanaya mendudukkan Melvin di sofa, lalu ia ambil teh buatannya dan memberikan nya pada pria itu. Melvin menerima, ia lalu menyeruput teh yang membuat tubuhnya terasa lebih baik, bahkan rasa mualnya pun hilang.


"Mungkin saja kamu salah makan Kak, dan berhentilah merokok untuk beberapa saat." Ucap Kanaya memperingati.


Melvin menghela nafas lalu menyandarkan kepalanya di sofa. "Aku tidak salah makan, dan mual ini tidak ada hubungannya dengan rokok, berhentilah menasehati ku." Balas Melvin tanpa menatap Kanaya.


Kanaya ikut menghela nafas, ia beranjak dari duduknya lalu berdiri di belakang sofa untuk memijat kepala suaminya itu.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Melvin terkejut saat merasakan pijatan Kanaya.

__ADS_1


"Tentu saja memijat mu, Kak." Jawab Kanaya sambil tetap memijat kepala Melvin.


Melvin menatap Kanaya yang begitu serius memijatnya, bahkan tatapan yang ia berikan tak mengganggu kegiatan wanita itu.


Fokus Melvin kemudian beralih pada bibir Kanaya, bibir yang sudah beberapa kali ia cium tetapi rasanya tetap menagih, entah dorongan dari mana ia tiba-tiba mengubah posisinya menjadi miring tetapi wajahnya menghadap Kanaya.


"Aku sedang memijat mu, ayo berbalik!" tegur Kanaya pelan karena menyadari tatapan Melvin.


Melvin tak menjawab, pria itu justru tiba-tiba menangkup wajah Kanaya dan menarik nya hingga dapat terasa bahwa bibir mereka saling bersentuhan.


Mata Kanaya membulat mendapat serangan mendadak dari Melvin, ia berusaha melepaskan ciuman mereka dengan mendorong dada Melvin.


"Apa-apaan ini Kak?" tanya Kanaya dengan nafas tersenggal.


"Apa?" tanya Kanaya mengangkat dagu sesaat.


"Duduklah!" jawab Melvin seraya menarik Kanaya hingga jatuh di pangkuannya.


Kanaya terkejut, ia berusaha untuk bangun tetapi Melvin justru merengkuh pinggangnya dengan kuat tetapi tak sampai membuat perutnya mendapat tekanan.


"Naya, kau jika dilihat cukup cantik tapi sayangnya aku tidak menyukaimu." Celetuk Melvin membuat Kanaya melotot.


"Kak, jika kamu tidak menyukaiku maka berhentilah mencium dan mengganggu waktu tidurku di malam hari." Timpal Kanaya yang siapa sangka membuat Melvin tertawa.


Melvin mengusap wajah Kanaya dengan lembut, dan menatap mata wanita itu dengan dalam. Kanaya menelan salivanya susah saat merasakan tatapan dalam yang Melvin berikan.

__ADS_1


"Karena itu emang udah hakku sebagai suamimu, Kanaya." Bisik Melvin membuat bulu kuduk Naya berdiri.


***


Seperti yang Melvin katakan kemarin, hari ini ia akan mulai datang ke kantor dan belajar mengelola perusahaan. Melvin sudah siap untuk pergi tetapi ia melirik ke arah Kanaya sesaat yang masih tidur setelah ia ajak bermain tadi pagi.


Melvin mendekati Kanaya, ia duduk di sebelah wanita itu dan mengusap wajah Kanaya dengan lembut.


"Nay, bangun." Bisik Melvin diakhiri tiupan di telinga Kanaya.


Kanaya menggeliat, perlahan mata gadis itu terbuka dan melihat Melvin sudah rapi dengan pakaiannya, sementara dirinya sudah seperti kena badai.


"Bangun, masa segitu aja tepar!" ledek Melvin sambil tertawa.


"Gak usah ketawa Kak, tadi pagi aku sudah bangun hanya untuk membuatkanmu teh dan memijat mu, tetapi kamu justru membuatku seperti ini." Balas Kanaya menekuk wajahnya.


Melvin masih tertawa, ia lalu mengusap kepala Kanaya sebentar. "Hari ini aku akan pergi ke kantor, anggap saja itu suplemen semangat untuk hari pertama bekerja." Tutur Melvin kemudian pergi dari hadapan Kanaya.


Kanaya mengacak rambutnya, ia melirik jam yang sudah menunjukkan angka 8.30 pagi, sementara tadi ia bangun pukul 5. Itu artinya 3 jam ia habiskan untuk membuat teh, memijat Melvin dan melayani suaminya yang selalu tiba-tiba menyerang nya, ia memang membiarkan nya karena bagaimanapun dirinya adalah istri Melvin dan benar yang dikatakan Melvin bahwa dirinya berhak atas apa yang Kanaya miliki.


"Semoga saja semua ini bukan hanya karena napsu semata, Kak." Lirih Kanaya menatap selimut yang digunakan nya dengan tatapan kosong.


SEMOGA YA NAY, SEMOGA....


BERSAMBUNG....................................

__ADS_1


__ADS_2