Menikah Karena Melanggar

Menikah Karena Melanggar
Kembali ke Jakarta


__ADS_3

Kanaya dan Melvin sudah bersiap untuk kembali ke Jakarta, seperti saat berangkat, maka Melvin mengambil penerbangan berbeda dengan seluruh karyawan nya. Selain karena malas melihat Sesha, tetapi juga karena ia ingin menghabiskan banyak waktu dengan Kanaya.


"Sampai di Jakarta, kamu harus langsung cek kandungan kamu Sayang." Ucap Melvin sambil mengusap perut bulat istrinya.


"Iya, Mas. Tapi aku yakin bahwa Dedek baik-baik aja," balas Kanaya sambil terus mengunyah puding cokelat yang diberikan sebagai salah satu fasilitas di penerbangan yang mereka pilih.


Hanya butuh waktu dua jam untuk sampai di Jakarta dengan pesawat, pesawat yang Melvin dan Kanaya tumpangi akhirnya landing dengan selamat di jalurnya.


Kanaya yang saat itu sedang tidur lantas bangun karena suaminya asik mencubit sesekali mengunyel pipinya.


"Apa sih, Mas!" Rengek Kanaya manja.


"Bangun Nyonya Melvin Atmadja, kita sudah sampai di Jakarta. Kamu tidak rindu dengan semuanya?" Tanya Melvin membuat Kanaya langsung membuka matanya.


"Kangen, kangen banget sama Mami, Papi, Kak Nadia terus juga Kak Reno dan Kak Rey." Jawab Kanaya antusias.


Melvin mendelik tajam saat mendengar dua nama cecunguk masuk dalam daftar list orang yang dirindukan oleh Kanaya. Sementara Kanaya yang menyadari tatapan suaminya, ia lantas tersenyum lebar.


"Bercanda aja ishh, mata kaya mau makan aku aja." Celetuk Kanaya lalu langsung memeluk leher suaminya.


Melvin luluh, ia lantas mengusap punggung dan bahu istrinya dengan sayang.


"Aku cemburu." Ucap Melvin tiba-tiba.


Kanaya tersenyum lebar, ia lantas mengangguk dan mengeratkan pelukannya. Jika saja tidak ingat bahwa mereka telah sampai, Kanaya pasti akan kembali tidur dalam pelukan hangat suaminya.


Melvin dan Kanaya telah keluar dari pintu tiba, dari tempat mereka berdiri dengan jelas mereka melihat ada Nadia, Reno dan Rey disana.


"Kakak!!!!" Panggil Kanaya lalu langsung berlari mendekati Nadia.

__ADS_1


Melvin melotot melihat istrinya yang berlari, ia melepaskan begitu saja barang yang dibawanya lalu menarik tangan istrinya pelan.


"Apa sih, Mas. Aku kangen mau peluk Kak Nadia?" Tanya Kanaya merengek.


"Kamu kebiasaan, lagi hamil tapi suka banget lari-larian. Kalo jatuh gimana?" Tanya Melvin balik.


Kanaya menekuk wajahnya, ia menunduk dengan takut seperti seorang anak yang habis dimarahi ayahnya.


"Maaf." Ucap Kanaya pelan.


Melvin menghela nafas, ia lantas mengusap puncak kepala istrinya. "Iya, tapi jangan lagi ya. Aku khawatir," balas Melvin lalu memeluk Kanaya.


"Heh!" Sentak Rey melepas pelukan keduanya.


"Gue yang udah nungguin dari tadi kok jadi lo pelukan lagi, kurang apa seminggu disono." Celetuk Rey lalu hendak memeluk Kanaya.


"Kebiasaan lo ya!" Seru Melvin dengan tajam.


"Diem." Timpal Melvin dan Rey bersamaan.


"Nah kan, emang dasarnya lo berdua itu Ade Abang, udah jangan ribut aja." Tukas Nadia ikut menghakimi keduanya.


"Kakak, ishh aku kangen." Ucap Kanaya dengan manja lalu langsung memeluk Nadia.


"Manja amat si lo, udah mau jadi ibu juga masih aja begini." Ledek Nadia, padahal sejujurnya ia senang dengan sikap Kanaya.


"Jangan ngeledek bini gue terus lo." Ketus Melvin melirik kakak iparnya tajam.


"Adek ipar gak ada sopannya." Desis Nadia menaikkan sudut bibirnya.

__ADS_1


"Ampun kanjeng ipar, hamba bersalah jadi bisa lepaskan istri hamba." Ucap Melvin menyatukan kedua tangannya.


"Lepasin anjirr, bini gue sesak." Pungkas Melvin langsung menarik Kanaya dari pelukan Nadia.


"Udah deh, mending pulang karena Tante sama Om udah nungguin kalian dirumah." Ajak Reno menengahi.


"Lo bawa mobil?" Tanya Melvin pada kedua temannya.


"Iya, gue sama Reno bawa mobil masing-masing karena kita tahu lo gak mau naik mobil rame-rame." Jawab Rey paham.


"Sini kunci mobil lo." Pinta Melvin mengulurkan tangannya.


Rey menghela nafas pasrah, ia memberikan kunci mobilnya pada Melvin.


"Ayo Sayang, kita tinggalin orang-orang gak penting ini." Ajak Melvin membuat Rey melotot tak terima.


"Eh anak set, kalo kita orang gak penting lo pulang jalan kaki ya!!" Teriak Rey yang berhasil mengundang tatapan pengunjung Bandara.


"Duit gue banyak, bisa beli mobil baru cuma buat sampe ke rumah." Balas Melvin acuh lalu segera menarik tangan istrinya.


"Heh!!!" Teriak Rey mendapat tabokan dari Nadia.


"Berisik anjir, ayo ah!" Ajak Nadia berjalan lebih dulu baru disusul oleh Rey dan Reno.


"Cewek-cewek tenaga tukang pukul ishh, untung cantik." Decih Rey mengundang tatapan tajam Reno.


BAB PERTAMA DI TAHUN 2022🥰


BTW, INSYAALLAH MULAI BESOK AKU MULAI UPDATE RUTIN YA, MAAF BUAT KALIAN YANG SELALU AKU BUAT NUNGGU 😕

__ADS_1


BERSAMBUNG.........................................


__ADS_2