
Melvin menghela nafas panjang saat Kanaya tak mau melepaskan genggaman tangannya yang ingin pergi untuk membuat perhitungan dengan Sesha, berani sekali wanita itu mengancam istrinya bahkan mengatakan bahwa ia akan menyesal karena telah memecat wanita itu.
Melvin dan Kanaya tahu semua itu tentu dari Nadia dan Reno, akibat kekhwatiran Nadia pada sang adik hingga akhirnya mereka memutuskan untuk memberitahu Melvin agar bisa lebih hati-hati jika wanita gila itu sudah mengambil tindakan nantinya.
"Memangnya si Sesha itu siapa, berani sekali dia mengancam Kanaya?" tanya Vina yang sejak tadi menjadi pendengar.
"Dia itu wanita gila yang begitu terobsesi sama suami aku, Vin." Jawab Kanaya menimpali.
"Hah astaga, masih ada ya wanita yang mengejar pria sampai segitunya. Jaman sekarang mengejar laki-laki," celetuk Vina geleng-geleng kepala.
"Memangnya kamu tidak mengejar laki-laki, Vin?" tanya Nadia iseng.
"Aku, tentu saja tidak. Aku tidak terlalu peduli pada urusan lelaki, akan lebih baik belajar dan membangun karir." Jawab Vina terkekeh.
"Bicara soal karir, bukankah Rey sedang mencari seorang sekretaris. Bagaimana jika kau saja yang melamar?" tawar Reno menyarakan.
Mendengar itu membuat Melvin teringat pada janjinya dengan Rey, tapi sampai sekarang pria itu belum datang juga.
"Iya, kau mungkin bisa membangun karir dari bekerja di perusahaan Rey. Bagaimana?" tawar Melvin juga.
Vina tampak memikirkan tawaran dari sepupunya itu, ia menghela nafas lalu mengangguk.
"Akan aku pikirkan dan aku akan buat surat lamaran nya, terima kasih sudah memberi saran." Jawab Vina manggut-manggut.
Sementara Kanaya menatap suaminya sesaat, ia lalu melirik minuman yang sudah ia buat dan khusus untuk suaminya sengaja ia campur dengan garam, ya memang tidak benar, tetapi itu karena Melvin yang tidak menjemputnya pulang dari kampus tadi.
"Diminum dong, kan aku udah susah payah buatnya." Celetuk Kanaya tiba-tiba karena minum yang ia buat tak kunjung disentuh.
"Eh iya lupa, Nay. Sorry!" ucap Reno lalu mengambil minum yang Kanaya berikan.
Kanaya melirik Melvin yang tampak biasa saja, ia mengerutkan keningnya heran mengapa Melvin tak bereaksi seperti yang diharapkan.
__ADS_1
"Apa?" tanya Melvin melihat istrinya menatap tak biasa padanya.
Kanaya lalu menoleh ke arah Reno dan Nadia yang juga tampak biasa saja, sudah dipastikan minuman asin itu ada pada Vina.
"Vina, jangan di minum!!!" ucap Kanaya namun terlambat karena gadis itu sudah meminum jus asin itu.
Sementara Vina, matanya melotot merasakan betapa asinnya jus yang ia minum. Ia beranjak dari duduknya lalu menoleh ke belakang dan menyemburkan jus asin itu begitu saja.
"Anjirtt!!!!!" umpat seseorang yang terkena semburan jus Vina.
Semua yang ada disana ikut bangkit dari duduknya, mereka semua terkejut melihat ternyata Rey lah yang menjadi sasaran dari semburan jus Vina.
"Astaga, Tuan. Maaf, maafkan saya, aduh bagaimana ini???" ucap Vina gusar seraya mendekati Rey.
Sementara Rey masih mengelap wajahnya dengan sapu tangan, ia mengangkat wajah dan siap mendumel, namun belum sempat ia bicara tiba-tiba saja mulutnya terasa kelu melihat betapa cantiknya gadis itu.
"Cantiknya." Gumam Rey menatap cengo ke arah Vina.
"Kebisaan mata lo, jelalatan!" desis Melvin menyadarkan Rey dari keterpukauan nya.
"Biasa aja kali, lagian kan emang dia cantik." Balas Rey melirik sinis.
"Btw, dia siapa? madu nya Kanaya?" tanya Rey asal.
"Biji mata lo madu, dia sepupu gue." Jawab Melvin ketus.
"Anda tidak apa-apa, apa saya harus bantu membersihkan wajah anda?" tanya Vina pada Rey yang tampak berantakan dan pastinya kotor karena jus.
"Ah tidak, aku baik-baik saja Sayang, eh maksudku Vina." Jawab Rey nyengir menunjukkan deretan gigi nya yang bersih.
"Kelakuan teman kamu tuh, mulutnya." Bisik Nadia terkekeh.
__ADS_1
"Rey, lagian lo kemana aja sih pake segala terlambat, rasain kan kena semprot si Vina." Pungkas Reno seketika membuat Rey menoleh.
"Biasalah banyak kerjaan, makanya gue minta asisten sama Melvin." Timpal Rey diakhiri helaan nafas lelah.
Sementara Kanaya hanya diam di tempatnya, ia menunduk sambil memainkan jarinya, ia takut Melvin akan memarahinya karena sudah membuat kekacauan.
"Lo kenapa, Nay?" tanya Rey menyadari Kanaya diam saja.
Melvin yang mendengar pertanyaan Rey lantas menoleh ke arah sang istri, ia juga heran mengapa istrinya tiba-tiba diam.
"Hei, Sayang. Ada apa?" tanya Melvin dengan lembut.
"Maaf ya, Vin. Itu tadi sebenarnya jus asin buat Mas Melvin, aku kesal abisnya dia gak jemput tadi. Tapi ternyata jus itu malah kena kamu," ucap Kanaya menyesal.
"Nggak apa-apa, Nay. Lagian aku juga jadi nyesel karena bukan Melvin yang kena, siapa suruh dia gak jemput istrinya." Balas Vina terkekeh.
Melvin melotot tak terima, ia lantas memeluk istrinya sambil mengucapkan kata maaf. Benar-benar bodoh memang ia itu sampai tadi lupa menjemput istrinya akibat rapat, tapi ia tak tahu jika Kanaya marah padanya.
"Maaf ya, Sayang." Ucap Melvin dibalas manggut-mangut oleh Kanaya.
Vina lalu beralih menatap Rey, pria itu tampak masih mengipas kan kemejanya yang basah agar cepat kering.
"Dan anda, lebih baik ganti pakaian punya Melvin, baju itu basah dan pasti nya kotor." Ucap Vina pada Rey yang lantas menoleh.
"Nggak apa-apa Sayang, eh Vina. Ya ampun lupa mulu nama kamu, panggil baby aja boleh gak sih." Celetuk Rey mendapat tabokan maut dari Nadia.
"Kebiasaan. Your eyes is jelalatan, you know?" ketus Nadia mengundang tawa dari semuanya tak terkecuali Vina.
CIEEE BANG REY UDAH KETEMU CALON JODOH MESKI PAKE ACARA SEMPROTAN😜🤣
BERSAMBUNG...................................................
__ADS_1