Menikah Karena Melanggar

Menikah Karena Melanggar
Hari pertunangan


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu pasangan Reno dan Nadia akhirnya datang. Ya, hari ini adalah hari pertunangan antara keduanya, sebagai awal jembatan sebelum mereka ke jenjang yang semakin serius nantinya.


Saling bertukar cincin, dan melempar senyum berhasil mengundang riuh tepuk tangan dari para tamu yang hadir. Bahkan keluarga dan teman dekat ikut merasakan kebahagiaan dari keduanya.


"Hiks … Mas, Kak Nadia akhirnya bahagia, akhirnya dia dapatkan kebahagiaan nya." Bisik Kanaya tanpa seraya meneteskan air matanya.


Melvin menatap istrinya, ia tersenyum lalu segera menyeka air mata Kanaya yang begitu berharga baginya.


"Aku tahu kamu ikut bahagia, tapi jangan nangis juga Sayang, air mata kamu terlalu berarti buat aku." Tutur Melvin membuat Kanaya tersenyum kecil.


"Kita samperin, yuk!" ajak Kanaya menarik tangan suaminya.


Kanaya dan Melvin memberi ucapan selamat pada keduanya, Kanaya bahkan sampai memeluk kakaknya erat meski sedikit sulit akibat perutnya yang sudah membesar.


"Kakak, akhirnya dapat kebahagiaan juga. Aku senang sekali, Kak. Selama ini Kakak hanya memikirkan tentang ku, dan kini aku berdoa semoga kakak selaku bahagia." Ucap Kanaya seraya berusaha menahan air matanya.


"Jangan lebay gitu ah, nanti gue ikutan nangis!" cetus Nadia lalu kembali memeluk adiknya itu.


"Selamat ya, Ren. Akhirnya punya pasangan juga lo," ucap Melvin dibarengi ledekan.


"Sial, dari dulu banyak yang suka sama gue, tapi ternyata gue kepincut nya sama dia doang. Btw makasih ya," timpal Reno menepuk bahu temannya.


Tak selang beberapa lama, Rey datang bersama Vina. Keduanya juga ingin mengucapkan selamat kepada keduanya sambil membawa bunga.


"Selamat ya, Nad, Ren. Aduhh kalian cocok banget sih!" ucap Vina menyalami tangan keduanya.


"Makasih, Vin." Balas Nadia tersenyum manis.


"Ini kan bunga, Rey." Celetuk Reno menunjuk buket bunga yang dibawa Rey.


"Siapa yang bilang ayam, dodol. Ini gue sengaja beli sama Vina buat kalian berdua, selamat ya." Timpal Rey sewot lalu memberikan bunga itu pada Reno.


Baru saja Reno hendak menerimanya, Rey justru kembali menarik dan beralih memberikan bunga tersebut pada Vina.

__ADS_1


"Buat kamu aja, Vin." Ucap Rey membuat yang lainnya bingung.


"Buat saya, Pak? tapi itu kan kita beli untuk Reno dan Nadia." Sahut Vina tampak kebingungan.


"Mereka udah kenyang makan bunga, tuh lihat sekitar mereka bunga semua, jadi ini buat kamu aja." Jelas Rey membuat Vina menatap pria itu aneh.


"Makan bunga, lo kira gue sama Nadia dukun?!!" sanggah Reno memutar bola matanya jengah.


"Emang suka kurang kerjaan lo tuh, Rey." Ketus Nadia geleng-geleng kepala.


"Udah Vin ambil aja daripada nih anak nyengir mulu, nanti anak gue sawan." Tutur Melvin sedikit menghina temannya itu.


"Sialan lo, Vin. Lo pikir gue dedemit sampai bayi di kandungan Kanaya sawan!" desis Rey tak terima.


Vina akhirnya menerima bunga pemberian Rey, entahlah baru beberapa hari bekerja sebagai asisten pria itu, Vina sudah banyak melihat tingkah aneh Rey.


"Udah pada minggat sana, itu tamu yang lain juga mau kasih ucapan selamat." Usir Reno mengibaskan tangannya.


Akhirnya keempatnya segera pergi dari hadapan Reno dan Nadia untuk bergiliran pada tamu yang lain. Mereka memilih untuk menikmati hidangan yang sudah disediakan diacara pertunangan itu.


"Vin, kita gak lagi di kantor. Duduklah di sebelahku dan berhenti memanggilku 'pak' kita hanya beda tanggal dan bulan saja. Jangan membuatku terasa begitu tua," tutur Rey menarik kursi di sebelahnya.


"Vina, betah nggak kerja bareng Rey?" tanya Kanaya seraya menyuap potongan buah ke dalam mulutnya.


"Belum tahu, Nay. Kan baru tiga hari," jawab Vina terkekeh.


"Dan lo Rey, sejauh ini lo ngerasa kebantu gak ada Vina?" tanya Melvin balik.


"Banget, Vina itu orangnya rajin dan gercep kalo dikasih kerjaan." Jawab Rey jujur.


Sementara Vina yang mendengar itu hanya bisa tersenyum, ia bersyukur jika Rey menyukai hasil pekerjaannya. Ya, meskipun terkadang ia heran dan merasa aneh akan sikap pria itu, tetapi ia juga tahu bahwa Rey adalah atasan yang baik.


"Neng Vina cantik deh, godain boleh gak sih?" tanya Rey asal nyeletuk.

__ADS_1


"Ck, Rey. Mulut sama mata lo kaya magnet tau gak, gak bisa ngeliat jidat licin dikit tuh mata langsung jelalatan dan bibir kaya sales." Ketus Melvin menatap Rey dengan tajam.


"Kok sales, Mas?" tanya Kanaya terheran.


"Banyak janjinya, Sayang." Jawab Melvin membuat istrinya itu hanya geleng-geleng kepala.


***


Setelah dari pesta pertunangan Reno dan Nadia, Melvin langsung mengajak istrinya pulang ke rumah untuk beristirahat, ia tahu bahwa Kanaya sudah sangat lelah seharian ini. 


Jika boleh dikatakan, Kanaya itu sedikit nakal, sudah berkali-kali dibilang tidak perlu membantu art memasak tetapi wanita itu tetap melakukannya membuat Melvin gemas sendiri.


"Sayang duduk, aku capek lihat kamu jalan bawa-bawa perut." Ucap Melvin melihat istrinya meletakkan pakaian untuknya di ranjang.


"Kan ini juga gara-gara kamu, lagian aku yang jalanin kenapa kamu yang capek." Timpal Kanaya ketus.


"Iya deh iya, sini duduk dulu." Tutur Melvin meminta Kanaya duduk di sebelahnya.


Kanaya nurut, ia duduk di sebelah suaminya lalu mulai membuka satu persatu aksesoris yang digunakannya seperti anting, dan kalung.


"Dedek, jangan buat Mama lelah ya. Papa tahu sebenarnya Mama kamu tuh capek, tapi bibirnya selalu bilang 'nggak kok Mas'. Papa suka gemas sendiri sama Mama kamu," celoteh Melvin menggibahi istrinya.


"Udah ah, jangan ajak anak aku gosip sejak dini ya, nanti bisa-bisa dia kaya kamu, pinter memuji dengan alasan klasik dibaliknya." Pungkas Kanaya hendak bangun namun dicegah oleh Melvin.


"Emang aku pernah puji kamu terus ngambil kesempatan?" tanya Melvin tanpa dosa.


"Sering, Mas." Jawab Kanaya sewot.


"Sayang, kamu cantik deh. Tengok Dedek ya?. Sayang, kamu wangi banget, aku cium ya? Dan masih banyak lagi kalimat kamu kaya gitu, Mas." Tambah Kanaya membuat Melvin langsung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Hehehe, iya ya. Lupa aku, Sayang." Celetuk Melvin tertawa begitu lepas.


MAS MELVIN KEBIASAAN YA, BTW SELAMAT UNTUK RENO DAN NADIA🌹🥰

__ADS_1


BERSAMBUNG.....................................................


__ADS_2