
Kanaya menatap suaminya dengan tatapan berlinang air mata, apa yang Melvin katakan barusan kepadanya, apakah Melvin masih belum sadar dan masih mengigau. Namun semua itu terjawab dengan usapan lembut tangan Melvin diwajahnya disertai kecupan kening yang begitu dalam.
"Iya Naya, aku mencintai kamu." Ucap Melvin mengulangi ucapannya tadi.
Kanaya menangis, ia lantas memeluk Melvin erat untuk menyalurkan rasa bahagianya pada sang suami, ia tak menyangka bahwa kesabaran nya akan membuahkan hasil yang diimpikan oleh setiap istri.
"Hiks … Bohong, kamu pasti bohong!" sarkas Kanaya tetapi semakin mengeratkan pelukannya.
Melvin terkekeh, ia mengusap kepala istrinya lalu menciumi bahu polos Kanaya dengan sayang.
"Siapa yang bohong hmm? Aku berkata jujur lohh, kamu gak suka?" tanya Melvin menahan tawanya saat tubuh Kanaya semakin gemetar.
Kanaya melepaskan pelukannya lalu menggeleng, ia menatap Melvin lalu tersenyum.
"Aku gak nyangka kamu bisa cinta sama aku, dan aku senang bahkan sangat senang." Ungkap Kanaya membuat Melvin justru merasa bersalah.
"Kamu pasti sangat menderita sebelumnya, Nay. Maafkan atas semua kesalahan aku, atas sikap aku yang pernah mau lari dari tanggung jawab." Sesal Melvin menggenggam tangan Kanaya dan menciumnya berulang kali.
"Tapi sekarang aku bahagia, aku akan menjadi pria bodoh jika sampai menyia-nyiakan kamu," lanjut Melvin tulus.
"Eummm Kak!!!" pekik Kanaya kembali memeluk Melvin karena tak tahan dengan usapan suaminya.
Melvin tersenyum, posisi Kanaya yang duduk di pangkuan nya membuat Melvin mudah menggendong tubuh mungil istrinya dan membawa nya masuk ke dalam kamar mandi.
Kanaya tak banyak berontak, ia justru mengalungkan tangannya di leher Melvin lalu menatap Melvin dalam.
"Mandi bareng, tapi sekalian icip-icip ya?" tanya Melvin mengedipkan sebelah matanya pada Kanaya.
"Enggak! Aku ada matkul hari ini Kak, jangan ahh!" Rengek Kanaya menolak.
"Ishhh gemes banget si sama Naya, Naya nya punya Melvin." Celetuk Melvin dengan manja.
"Apaan sih, kok jadi manja gini!!!" ledek Kanaya sambil tertawa lepas.
__ADS_1
Selesai mandi bersama tanpa dibumbui adegan berbahaya, Kanaya dan Melvin turun menuju meja makan untuk sarapan, mereka berdua sudah rapi dan bersiap pergi ke kampus dan kantor.
"Selamat pagi, Mi, Pi." Sapa Melvin dengan riang.
"Pagi Sayang, ayo duduk dan sarapan." Tutur Mami Yuli mempersilahkan.
"Oh iya, Vin. Besok pergilah ke Bali untuk menggantikan Papi ke pertemuan ya," ucap Papi Heryawan seraya mengaduk sarapannya.
"Tapi kenapa tiba-tiba, Pi?" tanya Melvin terkejut.
"Papi lupa, maaf ya." Jawab Papi Heryawan.
Melvin menghela nafas, ia lalu menoleh ke arah istrinya untuk meminta izin. Kanaya tersenyum, ia lalu mengangguk.
"Tapi nanti jatah aku?" tanya Melvin berbisik disertai wajah sedihnya.
Kanaya melotot, ia langsung mencubit paha Melvin karena terkejut dengan usapan suaminya yang tiba-tiba.
"Awwww … sakit Sayang!!!" desis Melvin mengusap bekas cubitan Kanaya.
"Iya, Pi. Dunia milik berdua," balas Mami Yuli menahan senyuman melihat anak menantunya yang harmonis.
"Papi dan Mami apa sih, aku kan lagi minta izin sama Naya buat pergi besok." Protes Melvin sadar bahwa kedua orangtuanya menggodanya.
"Lagian kamu tuh kalo mau godain istri ingat tempat." Timpal Mami Yuli geleng-geleng kepala.
"Gini aja, Vin. Hari ini temui dokter kandungan Kanaya untuk tanya apakah Kanaya boleh terbang jauh, jika boleh ajak lah istrimu." Tutur Papi Heryawan memberi jalan tengah.
"Cemerlang, Papi paling pintar." Puji Melvin mengangguk antusias.
Melvin menatap Kanaya, ia menangkup wajah istrinya lalu menciumi nya tanpa malu pada kedua orangtuanya yang tampak melotot melihat aksi Melvin.
Kanaya tak kalah melotot melihat suaminya, ia langsung memukul lengan Melvin agar suaminya sadar.
__ADS_1
"Kamu apaan sih!!!" protes Kanaya kesal.
"Hehehhe, abis gemes banget sih." Balas Melvin tersenyum lebar.
"Dasar bocah gendeng!" celetuk Papi Heryawan membuat Mami Yuli hanya tertawa.
***
Melvin memegang tangan Kanaya saat istrinya hendak turun, Kanaya yang paham lantas mencium bibir suaminya. Niatnya hanya kecupan, tapi Melvin justru menahan kepala istrinya hingga mereka berakhir lama.
Melvin melepaskan ciumannya, ia mengusap bibir pink Kanaya yang lipstiknya belepotan akibat ulahnya.
"Nanti aku jemput, kita ke rumah sakit ya?" Tutur Melvin dengan pandangan mata tetap di bibir Kanaya.
"Iya Sayang." Balas Kanaya mengangguk.
"Sini cium lagi, kayanya berat banget pisah sama aku." Lanjut Kanaya yang kini justru mencium suaminya dengan lama.
Melvin tersenyum, Kanaya benar-benar istri yang pengertian. "Sayang, ke hotel aja yuk, ngadem." Ajak Melvin mendapat cubitan gemas dari istrinya.
"Nanti malam puas deh, apalagi di Bali." Timpal Kanaya yang sudah tak sepolos dulu.
"Hahahaha, makin gak tahan aku Sayang!!! Teriak Melvin hendak mencium Kanaya lagi namun sudah keburu Kanaya keluar.
Melvin membuka kaca mobilnya, ia melihat Kanaya menunduk sambil tersenyum.
"Dadah Papa, Mama cari ilmu dulu ya." Celoteh Kanaya menirukan suara anak kecil seraya mengusap perutnya.
"Hahaha, dadah anak Papa. Dadah juga istriku yang cantik, love you." Timpal Melvin dengan senyuman begitu lebar.
Kanaya mendekat, ia meletakkan tangannya di kaca Melvin lalu menggigit bibirnya menggoda.
"Love you to, Mas." Ucap Kanaya dengan suara yang begitu seksi.
__ADS_1
Kemarin update satu doang ya, maaf ya😓
BERSAMBUNG...................................