Menikah Karena Melanggar

Menikah Karena Melanggar
Bentakan Melvin


__ADS_3

Melvin melirik Kanaya yang tampak biasa saja, apakah istrinya itu tidak tahu betapa tersiksanya dia karena sudah 3 hari berpuasa, meski terkadang saat Kanaya tidur, Melvin akan curi-curi kesempatan.


Saat ini Kanaya diantara suaminya ke kampus, ia hendak turun namun tangannya dicegah oleh Melvin.


"Kenapa, Kak? Ini sudah siang loh, nanti kamu telat." Ujar Kanaya menatap suaminya bingung.


"Udah tiga hari, Nay." Balas Melvin merengek.


"Ya terus kenapa kalo tiga hari, setiap malam juga kamu suka buka baju aku seenaknya." Ketus Kanaya mengetahui akal-akalan suaminya.


Melvin membuka matanya lebar, jadi selama beberapa hari ini Kanaya tahu apa yang diperbuat olehnya.


"Sayang, kamu tahu?" tanya Melvin terkejut.


"Ya tahu lah, makanya hukuman kamu aku tambahin jadi 10 hari." Jawab Kanaya membuat Melvin benar-benar gila.


Melvin langsung melepas seatbelt yang ia gunakan, ia langsung merengkuh pinggang Kanaya dan memeluknya erat.


"Gak bisa ah, pokoknya malam ini aku dapat bagian aku!" ujar Melvin memaksa.


"Ih kok gitu, kan aku yang nentuin." Timpal Kanaya melepaskan tangan suaminya.


"Iya yaudah, tapi lihat aja nanti. Kamu yang bakal minta jatah sama aku!" pungkas Melvin dengan bangga.


Kanaya terhenyak saat Melvin menundukkan kepalanya dan mencium perut nya yang sudah semakin besar.


"Dek, bantu Papa ya." Bisik Melvin menciumi perut Kanaya berulang kali.

__ADS_1


"Udah ya suamiku sayang, aku mau genit dulu ke kakak tingkat," canda Kanaya namun berhasil membuat Melvin melotot.


Melvin menangkup wajah Kanaya, ia ciumi berulang kali bibir dan seluruh wajah Kanaya tanpa terlewat, sementara yang dicium hanya tertawa.


***


Melvin sampai di kantornya, ia mendapat banyak sapaan dari karyawan atau bawahan yang berpapasan dengannya. Pagi nya cukup cerah hari ini karena sudah mencium Kanaya, meski harus dengan paksaan.


Saat sedang menunggu lift, tiba-tiba Sesha datang dan langsung merangkul tangannya. Kebetulan disana ada Nadia, ia mengepalkan tangannya tak suka melihat suami adiknya diganggu.


"Selamat pagi, Pak Melvin dan Bu Sesha." Sapa Nadia disertai senyuman.


"Oh lo, Ngapain lo?" tanya Sesha angkuh.


"Numpang ngadem, Bu." Jawab Nadia sekenanya.


Bersama dengan itu lift terbuka, Nadia langsung menarik tangan Melvin ke dalam lift bersama dengannya. Sesha yang melihat Nadia menarik Melvin lantas melotot, ia hendak masuk namun lift sudah tertutup dan mulai naik ke lantai atas.


Entah sadar atau tidak jika saat ini banyak karyawan yang menatap Sesha dengan tatapan aneh.


Sementara itu di dalam lift, Nadia dan Melvin saling bersandar di dinding lift. Nadia menatap Melvin dengan tajam dan horor.


"Apa lo liat-liat gue?" tanya Melvin tak santai.


"Gue aduin Naya, bisa-bisa lo puasa sebulan." Jawab Nadia mengancam.


Melvin melototkan matanya, ia lalu menatap Nadia dan menggelengkan kepalanya beberapa kali, jangan sampai hukuman ini bertambah lagi.

__ADS_1


"Jangan! Lo gatau aja gue udah ke siksa sama si Naya," cegah Melvin membuat Nadia mengerutkan keningnya.


"Gue lagi di hukum puasa selama 10 hari sama si Naya, lo jangan nambah-nambahin hukuman gue." Lanjut Melvin sewot.


Nadia terbahak-bahak, sungguh adiknya menghukum sosok dingin dan datar seperti Melvin, bahkan wajahnya terlihat sangat tersiksa. Jadi begini jika pria sudah kecanduan dengan istrinya, bahkan si Melvin yang dingin itu sampai uring-uringan.


"Jadi lo gak dapat jatah?" tanya Nadia masih tertawa lepas.


Melvin memutar bola matanya jengah, bersama itu lift terbuka di lantai Melvin. Pria itu melirik Nadia sesaat.


"Dasar ipar lucknut lo." Desis Melvin sebelum akhirnya benar-benar keluar.


Melvin masuk dalam ruangannya, ia melepaskan jas kerjanya dan meletakkan di kursinya agar tidak kusut, jangan sampai usaha istrinya sia-sia.


Saat hendak memulai pekerjaan, lagi-lagi sebuah kuman masuk tanpa permisi. Melvin mendatarkan wajahnya, tatapannya begitu tajam dan tidak suka.


"Melvin, kamu harus hati-hati, kemarin Angel bilang kamu jalan sama Naya dan hari ini kakaknya berusaha menggoda kamu. Kamu pecat aja si Nadia," celoteh Sesha tanpa berpikir.


"Sudah selesai?" tanya Melvin dingin.


"Vin, kamu harus dengerin aku, mereka itu keluarga licik." Ucap Sesha masih belum puas.


"Stop!" bentak Melvin seraya menggebrak meja kerjanya.


"Anda hanya rekan kerja, jangan ikut campur urusan pribadi saya apalagi menghina karyawan saya. Sekarang keluar!" bentak Melvin lagi membuat Sesha gemeteran ditempatnya.


Sesha buru-buru keluar, ia sangat takut melihat amarah Melvin yang tak main-main, namun disisi lain ia juga kesal pada Nadia dan Kanaya yang dinilai mengejar Melvin, padahal dia tak tahu saja siapa mereka berdua bagi Melvin.

__ADS_1


JANGAN SALFOK SAMA JUDUL BAB NYA, MELVIN UDAH KESIKSA JADI GAK AKAN BERANI BENTAK KANAYA😂😂


BERSAMBUNG.........................................


__ADS_2