
Kanaya masuk ke dalam kamar sambil membawa segelas jus untuk suaminya, siang-siang begini pasti akan menyegarkan jika minum jus dingin.
Saat Kanaya masuk, ia melihat suaminya sedang bekerja sambil memangku laptop, ia melihat Melvin hanya meliriknya sebentar lalu kembali fokus pada pekerjaannya.
"Mas, aku buatin jus untuk kamu." Ucap Kanaya seraya meletakkan jus buatan di meja dekat Melvin.
Melvin tak membalas apalagi mengucapkan terima kasih, pria itu tampak fokus mengetik sebuah kalimat di laptopnya sambil sesekali melirik berkas yang ada disana.
Jangan tanya Kanaya bagaimana, saat ini wanita itu sedang berusaha menahan air mata nya, sungguh ia tak tahan diperlakukan begini oleh suaminya. Melvin yang biasanya akan bersikap manja dan lembut kini berubah menjadi dingin dan sangat cuek.
"Mas, kamu masih marah?" tanya Kanaya berusaha menahan air matanya.
Melvin masih diam, hal itu membuat Kanaya benar-benar frustrasi. Akhirnya Kanaya memilih menjauhi Melvin sebentar, mungkin saja kesalahannya memang besar sampai suaminya marah. Ia juga jadi menyesal sendiri karena memaksa untuk ikut pergi bersama yang lainnya.
Kanaya duduk di pinggir ranjang, tiba-tiba ponselnya yang berada di nakas berdering. Kanaya melirik suaminya yang tampak cuek, kemudian mengangkat panggilan video dari sang kakak.
"Naya, lo lagi ngapain?"
"Aku, aku duduk aja, Kak." Jawab Kanaya berusaha tersenyum.
"Jangan sedih karena gak bisa ikut kesini, yang suami lo lakuin benar, kandungan lo udah gede dan gak baik buat pergi-pergi. Next time kita liburan bareng, sekalian sama anak lo ya."
"Iya, Kak. Aku paham," balas Kanaya menganggukkan kepalanya.
"Ya udah, teleponnya gue tutup ya. Dahh, Naya!"
Setelah itu panggilan pun terputus. Kanaya terdiam merenungi kesalahannya, suami dan kakaknya itu benar, lagipula Melvin pun melakukan itu demi kebaikannya dan bayi dalam kandungannya, seharusnya sejak awal ia mengerti, kini akhirnya berimbas Melvin yang marah padanya.
Kanaya tak kuat lagi, memang baru sejak pagi ia dicueki oleh Melvin namun terasa seperti sudah satu bulan saja. Kanaya berjalan mendekati Melvin dan langsung memeluk suaminya yang tampak terkejut.
__ADS_1
"Hiks … Mas, maaf." Lirih Kanaya dalam pelukan suaminya.
"Aku tahu aku salah, aku tahu aku kekanakan, tapi tolong jangan begini, Mas. Hiks … aku gak bisa di cuekin kaya gini," lanjut Kanaya menangis tersedu-sedu.
Melvin masih diam tak menjawab, ia hanya memasang wajah datarnya saja. Bukan Melvin kejam, tetapi ia hanya ingin membuat istrinya mengerti bahwa apa yang ia lakukan juga demi kebaikan bersama.
"Nay, aku sedang bekerja." Ucap Melvin dingin.
Kanaya masih diam memeluk suaminya, hal itu tentu membuat Melvin hanya bisa menghela nafas pelan.
"Sekali, dua kali oke aku turutin. Apa selama kita nikah pernah aku nolak kemauan kamu? Enggak kan? Lalu kenapa untuk hal ini aja kamu gak mau nurut sampai kita harus bertengkar begini." Ucap Melvin dengan nada biasa namun tegas.
"Kanaya, kamu istri aku yang lagi hamil anak kita, aku melarang kamu pergi itu karena aku gak mau sampai terjadi sesuatu. Aku juga gak suka kita bertengkar gini, cuma kamu harus tahu bahwa apa yang aku lakukan itu demi kebaikan kamu dan anak kita." Lanjut Melvin namun tetap tak membalas pelukan istrinya.
"Kita ini orang dewasa yang paham mana baik dan buruk, kamu bukan anak-anak lagi yang gak tau harus ngapain disaat suami melarang demi kebaikan. Aku bukan gak suka kamu merengek minta ini itu, tapi kamu harus tahu batasan, Nay. Kamu juga harus bisa mematuhi perintah aku sebagai suami kamu, bukan malah menghindar dan menangis seperti kemarin. Aku harap kamu bisa ngerti kedepannya," tambah Melvin lagi diakhiri helaan nafas panjang.
Kanaya semakin menangis mendengar ucapan suaminya. Melvin benar, seharusnya ia bisa mengerti karena ia juga bukan anak-anak lagi, dan ya, Melvin adalah suaminya, seharusnya ia bisa mematuhi perintahnya.
"Aku minta maaf, Mas. Aku memang kekanakan, aku akan merenungi kesalahan ku dan akan belajar untuk lebih dewasa ke depannya. Maaf sudah mengganggu kamu bekerja," ucap Kanaya kemudian segera beranjak dari samping Melvin.
Kanaya benar-benar bertekad untuk belajar dewasa, bahkan ia akan mulai melakukan segalanya tanpa merengek pada suaminya selama ia bisa.
Kanaya melirik jam dinding di kamarnya, ini sudah waktunya ia untuk minum vitamin. Kanaya lantas membuka laci nakas, lalu mengambil vitamin yang dokter berikan.
Kanaya meraih vitamin itu lalu mengambil satu pil untuk ia minum, namun baru saja ia pegang, pil itu jatuh di lantai. Kanaya menghela nafas, ia menunduk untuk mengambil vitamin itu dan membuangnya. Namun baru saja hendak berjongkok, tiba-tiba ia marasa tubuhnya melayang dan langsung berpindah duduk kembali di ranjang.
"Kamu gak boleh nunduk apalagi jongkok, Sayang." Ucap Melvin dengan lembut.
Kanaya menatap Melvin yang sudah kembali menjadi suaminya, matanya langsung berkaca-kaca dan tangisnya langsung pecah saat melihat senyuman manis suaminya lagi.
__ADS_1
"Mas, hiks … kamu--" Kanaya menggantung ucapannya saking tak bisa berkata-kata.
Sementara Melvin yang melihat istrinya menangis lantas mendekat, ia lalu memeluk tubuh gemetar Kanaya sambil mengusap punggung istrinya lembut.
"Sssttt … udah ya, aku minta maaf. Jangan nangis lagi hmm," tutur Melvin seraya menciumi puncak kepala Kanaya.
"Hiks … nggak, Mas. Aku yang seharusnya minta maaf udah buat kamu marah, maaf atas sikap kekanakan ku." Balas Kanaya semakin mengeratkan pelukannya.
Melvin tersenyum tipis, ia lantas menangkup wajah cantik istrinya lalu memberikan kecupan bertubi-tubi di seluruh wajah Kanaya tanpa terlewat.
Sementara Kanaya yang menerima itu justru semakin menangis, ia senang karena akhirnya Melvin tak marah lagi padanya.
"Udah dong, masa calon Mama nangis. Jelek tuh, ihhh!!!" ledek Melvin menyeka air mata istrinya.
Kanaya tak menjawab, ia hanya diam memeluk suaminya dengan sangat erat, menenggelamkan wajahnya di dada bidang Melvin. Kanaya tak mau lagi jika Melvin sampai mendiami dirinya, ia tak sanggup menghadapi sikap Melvin yang dingin bercampur tegas seperti tadi.
AKU NGETIK INI IKUT BAPER, KALO KALIAN GAK BAPER AWAS YA, HARUS DI WASPADAI!!!!🤣
BERSAMBUNG..................................................
Mas Melvin mode cuekin istrinya😜
sial, laki orang kok ganteng banget 😭
Mba Naya lagi galau karena dicuekin suami ganteng 🤣
Mba Naya, bismillah cantiknya nular 😭
__ADS_1