Menikah Karena Melanggar

Menikah Karena Melanggar
Backstreet?


__ADS_3

Nadia menggebrak meja karena tak tahan setelah mendengar cerita Kanaya tentang sikap Sesha saat di Bali, ia sungguh geram dan akan membuat perhitungan pada gadis licik itu karena telah menyakiti perasaan adiknya.


"Berani-beraninya tuh cewek gatel, gak laku apa ya sampai suami orang digodain." Ucap Nadia dengan emosi yang meletup.


"Ck, Kak! Sabar dong, sangar banget sih kaya laki-laki." Sahut Kanaya menarik tangan Nadia untuk kembali duduk.


"Dia udah keterlaluan Nay, bahkan ancaman menggunakan pisau, wanita itu benar-benar harus berkenalan dengan tangan gue." Cetus Nadia dengan nafas yang naik turun.


"Kenapa kamu gak bilang soal ancaman pisau hmm?" Tanya Melvin gemas sekali pada istrinya.


"Ya untuk apa, kan aku yang menang." Jawab Kanaya terkekeh.


Melvin menghela nafas, istrinya masih bisa bercanda disaat emosinya sudah berada di puncak ubun-ubun terhadap wanita licik bernama Sesha itu.


"Nay, Adek lo kenapa gini sih. Orang lagi emosi dia masih bisa bercanda, gemes gue pengen gigit." Celetuk Rey yang sejak tadi menjadi pendengar.


"Sebelum lo gigit Adek gue, gigi lo duluan yang gue bikin rontok." Timpal Nadia menunjukkan kepalan tangannya.


"Astaghfirullah Kak, kakak kenapa sih jiwa lelaki banget, nanti kalo suami kakak takut gimana?" Tanya Kanaya menepuk jidatnya sendiri.

__ADS_1


"Ya gak masalah, Nay." Sahut Reno santai.


Semua orang langsung menatap Reno dengan kening mengkerut dan penuh kecurigaan, terutama Melvin yang bahkan bisa membaca raut wajah temannya itu.


"Oke, semoga lancar ya." Tutur Melvin memutus pertanyaan yang ia yakini sedang penuh dalam otak istrinya dan juga Rey.


"Sayang, lancar apanya? Emang Kak Reno mau ngapain?" Tanya Kanaya tak paham.


Melvin menegakkan posisi tubuhnya, ia memegang dagu Kanaya lalu mengecup bibir istrinya tanpa malu di hadapan teman-temannya.


"Ada pokoknya." Jawab Melvin tersenyum hangat.


"Woyy, anak set. Ada kita disini, ada kita kalo lo lupa!!!" Teriak Rey menunjuk dirinya yang merasa sakit karena tak ada pasangan.


Rey menatap Kanaya dengan tatapan sedih. "Neng Naya kok jadi gini sekarang sama Abang." Desis Rey berpura pura sedih.


"Mampuss lo." Ucap Melvin meledek karena kini istrinya membelanya.


"Yaudah kalo gue gak bisa dapetin Kanaya, kan masih ada Nadia yang jomblo," celetuk Rey lalu menatap Nadia dengan alis yang naik turun.

__ADS_1


"Udah diem-diem lo, duduk!" cegah Reno menarik kerah baju bagian belakang Rey saat pria itu hendak duduk disebelah Nadia.


Sementara Nadia yang sebelumnya banyak bicara kini mendadak diam, ia melirik ke arah Reno yang tampak santai dan dingin secara bersamaan. 


"Ini dia maunya gimana sih, perasaan gue dighosting sama dia, tapi giliran Rey mau bergerak malah ditahan." Batin Nadia melirik Reno sinis.


Reno yang merasa di lirik lantas menatap Nadia, ia bahkan sampai memajukan wajahnya ke dekat Nadia yang langsung memegang dadanya mencegah nya mendekat dengan mata terpejam.


"Kak Reno, Kak Nadia mau di apain?" Tanya Kanaya dengan polos.


"Sayang, gak boleh lihat kamu masih kecil." Timpal Melvin menutup kedua mata istrinya.


Nadia yang menyadari ada teman dan adiknya disana lantas buru-buru mendorong Reno menjauh, ia berdehem lalu merapikan posisinya.


"Gak jelas emang dia tuh, suka nyosor aja kaya soang." Ucap Nadia berusaha tenang meski sejujurnya saat ini perasaannya sedang gugup.


"Kok gue tanda kutip ya ngeliat kalian, kalian backstreet ya?" Tanya Rey dengan tatapan menyipit.


"Bukan backstreet, tapi background." Jawab Reno asal.

__ADS_1


WAHHH TANDA KUTIP NIH😜😜


BERSAMBUNG............................................


__ADS_2