Menikah Karena Melanggar

Menikah Karena Melanggar
Kanaya kritis


__ADS_3

Karena Kanaya yang tidak sadarkan diri dan darah terus saja mengalir dari jalan lahirnya, terpaksa dokter harus mengambil tindakan operasi caesar untuk menyelematkan ibu dan anak itu.


Di dalam ruang operasi terlihat dokter begitu serius menangani Kanaya, di sisi kanan pula ada suster yang membantu dokter menjalankan operasi. Ssmentata di sisi kiri terdapat ayah si calon bayi, Melvin.


"Sayang, aku yakin kamu bisa. Kamu kuat, Nay." Batin Melvin menggenggam tangan Kanaya erat.


Melvin tak berani melihat proses caesar itu, ia terlalu syok jika sudah melihat darah yang menyangkut pautkan Kanaya di dalamnya, meski begitu ia tetap senang tentunya sebentar lagi anaknya anak segera lahir.


Melvin berdoa demi kebaikan anak dan istrinya, ia sangat berharap bahwa kedua orang terkasihnya akan baik-baik saja. 


Tak lama kemudian terdengarlah suara tangisan bayi yang begitu indah bagi Melvin, tangisan sang anak untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan menanti.


Melvin menciumi seluruh wajah Kanaya, ia tak henti mengucapkan kata cinta dan terima kasih atas perjuangan Kanaya mengandung dan melahirkan saat ini meskipun Kanaya tidak sadar.


"Sayang, anak kita sudah lahir. Anak kita, baby yang kita nanti-nantikan." Bisik Melvin dengan mata berkaca-kaca.


"Sayang, kamu juga harus baik-baik saja ya. Aku dan anak kita akan menunggu kamu," ucap Melvin kemudian mencium kening istrinya dalam.


***


Satu jam berlalu sejak operasi Kanaya, Kanaya pun sudah dipindahkan ke ruang periksa. Melvin bersama keluarganya sudah menunggu di depan ruangan, semuanya tampak tak sabar menyambut cucu pertama keluarga Atmadja itu.

__ADS_1


Tak lama dokter keluar, hal itu tentu membuat Melvin dan yang lain langsung menghampiri dokter.


"Dok, bagaimana istri dan anak saya?" tanya Melvin dengan tergesa-gesa.


"Selamat, Pak. Anak anda laki-laki, sehat dan tampan." Jawab Dokter dengan senyum mengembang.


"Lalu bagaimana menantu saya?" tanya Mama Yuli tampak khawatir.


"Nyonya Kanaya mengalami pendarahan berat sebelum dan saat kelahiran, dengan berat hati saya mengatakan bahwa saat ini kondisinya kritis. Kami akan melakukan pemeriksaan rutin selama 42 jam, dan jika Nyonya Kanaya tak sadarkan maka beliau dinyatakan koma." Jawab dokter menjelaskan dengan wajah yang turut sedih.


"Tante!!!" Seru Vina buru-buru meraih tubuh Mami Yuli yang hampir merosot ke bawah.


"Hiks … Kanaya …" lirih Mami Yuli memegangi dadanya yang terasa sedikit sakit.


Sementara Melvin hanya diam di tempatnya, berdiri menatap pintu tempat Kanaya diperiksa dengan tatapan kosong. Mata Melvin tampak berkaca-kaca, suami mana yang tidak akan sedih dan mau menangis saat mendengar kabar tentang istrinya.


"Vin, gue tau lo kuat. Demi Kanaya, lo gak boleh rapuh," ucap Reno berusaha menyemangati sahabatnya.


"Di dalam bukan hanya istri lo, Vin. Ingat juga sama anak lo, bayangin jika dia menangis sementara lo gak semangat gini. Lo kuat, Vin." Tambah Rey menepuk bahu Melvin pelan.


Melvin masih diam tak menjawab ucapan teman-temannya, ia perlahan mundur dan duduk di kursi tunggu yang ada disana. Tiba-tiba Papi Heryawan duduk disebelahnya.

__ADS_1


"Papi tahu kamu takut, khawatir dan sedih. Papi juga pernah berada di posisi kamu saat Mama harus melahirkan dengan cara operasi karena terjatuh dulu. Meski Papi tak menyangkal bahwa Papi sedih, tapi untuk semangat Papi tidak pernah menghilangkan nya. Papi mau kamu juga gitu, Vin. Kamu harus semangat dan kuat demi anak istrimu." Tutur Papi Heryawan seraya menepuk bahu putranya.


"Aku takut Kanaya meninggalkanku, Pi." Lirih Melvin akhirnya membuka suara dan mengeluarkan kekhwatiran nya.


"Berdoalah, Nak. Doakan semoga ketakutan itu tidak terjadi," balas Papi Heryawan pelan.


"Melvin, Mami mau menemui Sesha. Dimana wanita itu?" tanya Mami Yuli dengan kilatan amarah di matanya.


"Tante, tenang ya. Urusan Sesha biar kamu yang urus," sahut Rey mencoba menjelaskan.


"Nggak, Rey. Tante mau buat perhitungan dengan nya!" tolak Mami Yuli dan tetap mau menemui Sesha.


"Lebih baik kalian ajak Tante Yuli menemui wanita itu, biarkan dia melakukan hal untuk memperhitungkan keadaan menantunya saat ini." Tukas Nadia pada Rey dan Reno.


"Ayo, Mi. Aku ajak Mami bertemu wanita itu," ajak Melvin seraya bangkit dari duduknya.


"Nadia, Vina. Gue titip Kanaya, kabari jika ada sesuatu." Ucap Melvin dianggukki oleh Nadia dan Vina.


"Aku titip satu tamparan dan jika perlu sayatan yang sama untuk wanita itu, Sayang." Ucap Vina pada suaminya.


Rey tersenyum seraya mengacak-acak rambut istrinya, ia tak membalas dan langsung pergi menyusul sang lainnya. Dirumah sakit hanya tinggal Nadia dan Vina yang menunggu.

__ADS_1


APA YANG BAKAL DILAKUKAN MAMI YULI??


BERSAMBUNG..........................................


__ADS_2