
Keesokan harinya, seperti biasa Kanaya akan membantu Melvin untuk bersiap ke kantor. Saat ini ia tengah memasangkan dasi di lingkaran leher sang suami yang tampak sudah begitu gagah hanya dalam balutan baju kerja saja.
Sementara Kanaya memakaikan dasi, Melvin curi-curi kesempatan dengan merengkuh pinggang Kanaya sambil mengusapnya lembut.
"Mas, tangannya!" Seru Kanaya memperingati.
"Tangan, kenapa tangan aku?" Tanya Melvin jahil.
"Nakal, Mas. Ngapain sih usap-usap," jawab Kanaya kesal.
Melvin semakin gencar menggoda istrinya, bagi Melvin menggoda Kanaya adalah sarapan pembuka yang paling lezat setelah olahraga pagi.
"Oh iya Mas, nanti siang aku ke kantor kamu atau gak usah?" Tanya Kanaya setelah selesai memasangkan dasi di leher Melvin.
"Iya dong, atau mau aku aja yang jemput kamu untuk cek kandungan?" Tawar Melvin dibalas gelengan kepala oleh Kanaya.
"Gak usah, aku tahu kamu sibuk. Aku yang akan datang ke kantor kamu, Sayang." Jawab Kanaya membuat Melvin langsung menatapnya menggoda.
"Apa?" Tanya Kanaya menyadari tatapan Melvin.
"Aku suka setiap kamu panggil, Mas, Sayang, apalagi suamiku tapi belum pernah deh yang terakhir." Jawab Melvin memberitahu.
"Iya suamiku Sayang." Timpal Kanaya membuat Melvin gemas.
__ADS_1
Melvin merengkuh tubuh mungil istrinya, ia menggendong ala bridal style lalu memutar-mutarkan nya sampai Kanaya tertawa lepas akan perlakuan aneh namun membahagiakan suaminya itu.
Sementara itu ditempat lain, Nadia sudah siap untuk pergi ke kantor, ia hendak keluar karena taksi pesanannya telah datang. Namun saat diluar, Nadia terkejut karena bukan hanya ada sopir taksi, melainkan ada Reno disana.
"Lo ngapain pagi-pagi kesini?" Tanya Nadia seraya mendekati Reno.
Reno menghela nafas, ia lalu merogoh kantong celananya dan mengeluarkan dua lembar uang pecahan seratus ribu lalu memberikannya pada sopir taksi pesanan Nadia.
"Bapak pergi saja sesuai titik, tapi penumpangnya biar saya yang antar." Ucap Reno dengan santai.
"Ren, lo apa-apaan sih! gue udah kesiangan mau kerja?" Tanya Nadia yang tak mendapat jawaban dari Reno.
"Baik, Pak. Terima kasih," ucap sopir taksi itu kemudian langsung pergi.
"Brengsekk, apa maksud lo cium-cium sembarangan hah?" Tanya Nadia tak suka.
"Masih pagi Cantik, masa udah marah-marah aja. Ayo biar gue antar ke kantor," ajak Reno menarik tangan Nadia lembut.
"Ren, lo sadar gak sih lo udah kaya orang gak waras?" tanya Nadia dengan raut wajah kebingungan.
"Gue gak waras kan karena lo, dari dulu lo tau kalo gue itu suka sama lo, tapi apa respon lo hmm?" Tanya Reno balik.
"Gue respon baik kok, tapi setelahnya lo yang malah ninggalin gue. Gue di ghosting sama lo!" Jawab Nadia sedikit membentak.
__ADS_1
Reno menghela nafas, ia menggenggam tangan Nadia lalu menciumnya dengan tulus dan penuh kelembutan.
"Dengerin gue, iya gue emang salah tapi gue ngelakuin itu karena gue gak mau lo jadi sasaran kemarahan Mami gue." Jelas Reno sungguh-sungguh.
"Lo kan tahu gue sempet mau di jodohin kaya Melvin, tapi karena gue cintanya sama lo, gue tolak dan terpaksa gue pergi sebentar karena Mami gue mau temuin gadis yang bikin anaknya nolak perjodohan." Lanjut Reno menjelaskan.
"Bagus dong, seharusnya lo sadar bahwa sampai kapanpun kita gak akan bisa bersama. Gue sama Kanaya emang selalu dapat cemooh dari orang-orang karena status kami yang gak punya orang tua, mereka menganggap gue sama Kanaya itu cewek gak bener, termasuk Mami lo." Ujar Nadia menunjuk dada Reno.
"Lo bilang cinta, percuma Ren karena nyatanya kita tetap butuh restu dari orang tua." Tambah Nadia dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Reno menarik tangan Nadia lalu memeluknya erat, hanya Nadia yang tahu semua ini, bahkan Melvin dan Rey tak tahu bahwa ia sempat ingin dijodohkan, karena Reno adalah orang yang sering memendam masalahnya sendiri termasuk dari teman-temannya.
"Gue janji akan buat lo diterima di keluarga gue, Nad. Karena gue tahu, bahwa apa yang ada dipikiran orang-orang semuanya gak bener. Lo dan Kanaya itu adalah gadis yang baik," ucap Reno dengan tulus.
"Cukup Ren, gue harus berangkat kerja." Sahut Nadia berusaha melepaskan pelukan Reno.
Reno melepaskan pelukannya, ia menatap Nadia dengan sayang. "Gue antar ya," pinta Reno dijawab anggukkan kepala oleh Nadia.
Reno membukakan pintu untuk Nadia, gadis pertama yang ia cintai karena keberanian dan ucapan tajam nya. Bagi Reno Nadia berbeda dari gadis lain, jika kebanyakan gadis akan mencari perhatian dengan dandan menor dan tingkah centil, maka tidak dengan Nadia. Gadis itu tampak natural, bahkan pakaian gadis itu lebih ke laki-laki.
Namun itulah yang membuat Reno terperosok ke dalam cinta dan pesona seorang Nadia, ia yang lebih banyak diam dibandingkan Rey dan Melvin ternyata bisa jatuh cinta dengan gadis bar-bar itu.
PADA PENASARAN GAK SIH SAMA KISAH NADIA DAN RENO?????
__ADS_1
BERSAMBUNG.............................................