Menikah Karena Melanggar

Menikah Karena Melanggar
Melvin marah


__ADS_3

Rencana Melvin untuk mengajak istrinya mandi-mandian gagal begitu saja saat Reno dan Rey menelpon dan mengajaknya ketemuan sore nanti, kebetulan ada Nadia yang akan menyusul sepulang kerja nya gadis itu.


Saat ini Kanaya sedang duduk menikmati potongan buah apel dan strawberry dengan segelas susu yang menemaninya, ia fokus menonton drama korea yang baru saya ending dan telat untuk ia tonton.


Kanaya seakan tak menyadari bahwa saat ini suaminya itu tengah uring-uringan karena gagal mendapatkan kesenangan nya.


"Sayang, ayo ah. Lagian kan kita perginya sore, masih ada 2 jam sebelum pergi ketemu dia cecunguk itu." Rengek Melvin menarik pelan lengan Kanaya.


"Nanti ah, lihat dulu tuh seru dramanya." Balas Kanaya tanpa menatap suaminya.


Melvin menoleh ke arah televisi yang tengah menayangkan drama korea yang tengah ramai dibicarakan, selain karena judulnya yang menarik, drama ini juga berhasil menipu jutaan pecinta drakor karena 'happines' isinya adalah zombie. Di manakah letak happiness nya??


"Ngapain sih nonton ini, judul sama isinya aja gak serasi. Happiness, dimana happiness nya kalo hidup begini, yang ada sengsara!" gerutu Melvin mulai berkomentar.


"Ck, kamu ih! belum nonton udah hujat aja." Timpal Kanaya kesal.


"Sayang ayoooo!!!!!" rengek Melvin seraya menduselkan kepalanya di leher Kanaya.


Kanaya terkekeh, ia memegangi wajah tampan suaminya dan mengusapnya lembut.


"Dek, lihat Papa, masa merengek kaya anak kecil ya?" celoteh Kanaya sambil mengusap perutnya.


"Enggak! Dedek pasti dukung Papanya." Timpal Melvin laku menjatuhkan kepalanya ke pangkuan Kanaya yang sedang memangku piring buah.


"Awhhhhh …" ringis Melvin mengusap kepalanya yang terbentur piring.


Kanaya menatap suaminya khawatir, ia meletakkan piring itu dimeja kaku beralih melihat kepala suaminya.


"Coba sini, ya ampun kamu tuh bukan hati-hati!" desis Kanaya memilah rambut suaminya dengan sayang.


Sementara Melvin memanfaatkan kesempatan itu untuk menjahili istrinya, ia memeluk pinggang Kanaya lalu msnduselkan di dada sang istri.


"Sayang, ayo lah! Tadi kan kamu yang nantangin nau berapa, satu aja deh ayo!" ajak Melvin memaksa.


"Gak mau, nanti kita mau ketemu kak Nadia dan teman-teman kamu, kalo aku kasih kamu jatah makan bisa-bisa sore nanti aku tepar." Jelas Kanaya berusaha sabar.


"Kamu kan gak cukup kalo cuma sekali!" ketus Kanaya sewot.

__ADS_1


Melvin lantas menatap istrinya, ia mencubit gemas pipi Kanaya lalu berakhir memberikan kecupan bertubi-tubi diwajah cantik istrinya.


"Ya udah icip-icip susu boleh, 'ya?" tawar Melvin sudah sangat mengalah.


"Iya." Balas Kanaya lalu mengambil susu yang tengah ia minum.


Melvin mengerutkan keningnya saat Kanaya memberikan segelas susu padanya.


"Ini ih, katanya mau susu!!" ujar Kanaya kesal karena Melvin rak kunjung mengambil susu pemberiannya.


Melvin menatap istrinya cengo, beberapa saat kamudian ia berbaring dan menutupi seluruh wajahnya dengan bantal.


"Bunuh aja aku, Sayang!!!" teriak Melvin tak jelas karena tertutup bantal.


***


Kanaya telah rapi dengan kaos putih longgar dan juga celana kulot panjang, ia membawa tas selempang kecil untuk meletakkan ponsel dan juga kartu yang suaminya berikan.


Sementara Melvin memakai celana rumahan selutut berwarna hitam dan kaos putih agar bisa senada dengan istrinya.


Melvin tak menjawab, ia masih marah dengan istrinya yang tak mau menuruti permintaannya, bahkan tadi ia sampai ketiduran saking lelahnya membujuk Kanaya.


"Mas marah sama aku?" tanya Kanaya lagi seraya memegang lengan suaminya.


"Enggak." Jawab Malvin singkat seraya memutar setir hingga tangan Kanaya terlepas dari lengannya.


Kanaya menghela nafas, ia lalu memilih diam sambil melipat tangan di dada dan pandangan lurus menatap jalanan di depannya.


"Laki-laki tuh kalo soal jatah pasti harus banget, kalo enggak ngambek kaya gini." Gerutu Kanaya pelan dengan kesal akan sikap suaminya.


Setelah 40 menit mereka habiskan untuk jalan menuju kafe, akhirnya mereka sampai. Keduanya langsung masuk ke dalam kafe yang ternyata cukup ramai.


Melvin menggandeng tangan istrinya, ia menarik tangan Kanaya ke ruangan VIP dimana teman-temannya telah menunggu.


"Wuihhh, akhirnya datang juga nih pasutri!" Celetuk Rey seraya mengamit tangan Melvin dan membenturkan bahu mereka pelan.


"Gimana kabar lo, Bos?" tanya Reno melakukan hal yang sama dengan Rey lakukan tadi.

__ADS_1


"Baik gue." Jawab Malvin badmood.


Semetara Kanaya duduk di sebelah Nadia, ia menatap suaminya yang tampak bersedih campur kesal hari ini.


"Suami lo kenapa, Nay? Udah kaya cucian kotor tuh muka?" tanya Nadia berbisik.


"Enggak tau." Jawab Kanaya mengangkat bahunya.


"Apa karena gak dapat jatah selama 10 hari?" tebak Nadia membuat Kanaya langsung menatapnya.


"Kok kakak tahu soal itu?" tanya Kanaya heran.


"Dia sendiri yang bilang." Jawab Nadia menunjuk Melvin dengan kode dagunya.


Kanaya diam tak membalas, kenapa Melvin harus marah padanya sih!


"Oh iya, gue dengar kalian besok mau ke Bali?" tanya Reno seraya menyesap vape miliknya.


"Heumm." Jawab Malvin mengepulkan asap beraroma itu ke udara.


"Bulan madu ceritanya?" tanya Rey pada Kanaya.


"Ah enggak, Kak. Aku cuma temenin Kak Melvin aja," jawab Kanaya disertai senyuman hangat.


"Rey, lo kan lagi ngomong sama gue, jangan ambil kesempatan deketin bini gue deh!" tukas Melvin membuat Rey melengoskan wajahnya.


"Dasar pelit." Gerutu Rey mendapat tatapan tajam temannya.


"Lo boleh pergi jauhan gitu?" tanya Nadia menatap sang adik.


"Iya Kak, tadi udah sempat konsul ke dokter." Jawab Kanaya mengangguk.


Kanaya rasanya tak nyaman melihat suaminya yang biasa perhatian kini hanya diam sambil menyesap vape di mulutnya. Kanaya harus melakukan sesuatu agar suaminya bisa kembali membaik.


HALAHH DIGODA DIKIT AJA PASTI LULUH🙄😝


BERSAMBUNG.................................................

__ADS_1


__ADS_2