Menikah Karena Melanggar

Menikah Karena Melanggar
Kanaya cantik


__ADS_3

Malam terakhir di Bali membuat pasangan Melvin dan Kanaya memilih untuk berjalan-jalan disekitar kota Denpasar, mereka menikmati makanan-makanan lezat khas Bali yang ternyata memang sangatlah enak.


Kini Kanaya dan Melvin tengah menyantap makanan ayam betutu. Melvin tersenyum sambil sesekali mengusap noda di sudut bibirnya istrinya yang tampak begitu lahap.


"Pelan-pelan Sayang, itu ayam gak akan lari." Tutur Melvin lembut sambil terkekeh pelan.


"Enak banget, aku suka." Balas Kanaya tetap makan tanpa peduli suaminya yang berulang kali membersihkan wajahnya.


Melvin hanya geleng-geleng kepala, namanya juga ibu hamil, harus diiyakan saja jika tidak ingin berakhir bertengkar.


"Abis ini mau kemana lagi?" Tanya Melvin menawarkan.


"Eummm … keliling deh, jalan kaki ya dan kamu gendong aku." Jawab Kanaya bergurau.


"Boleh, tapi abis main gendong-gendongan, aku bisa main ketemu Dedek ya." Timpal Melvin membuat Kanaya melotot.


"Kamu ishhh!!!" Desis Kanaya melirik sekitar yang tampak memperhatikan mereka.


"Hahahaha, kenapa sih?" Tanya Melvin gemas bahkan sampai mencubit pipi istrinya.


"Kamu kenapa sih, jadi bos juga tapi mulutnya lemes banget." Jawab Kanaya sewot.


"Ya abis gimana, kan aku orangnya gas aja sama kamu mah." Tukas Melvin seraya menciumi tangan Kanaya.


Setelah selesai makan, Melvin dan Kanaya awalnya ingin berkeliling, namun karena lelah atau apapun hingga membuat Kanaya tertidur di mobil. Melvin yang tak tega lantas memutuskan untuk membawa istrinya kembali ke hotel.


"Kekenyangan apa gimana, Mba?" Ucap Melvin pelan sambil menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik Kanaya.


Melvin fokus pada jalanan sesekali melirik istrinya yang tampa begitu pulas. Melvin tersenyum, namun sesaat kemudian senyuman itu menghilang ketika ingat bagaimana perlakuannya terhadap Kanaya sebelum bahkan setelah mereka menikah.


"Nay, aku minta maaf ya." Bisik Melvin lirih.


Sesampainya di basemen hotel, Melvin menggendong Kanaya dan membawanya ke kamar mereka, banyak sekali pasang mata yang memperhatikan mereka terutama Kanaya yang tampak sangat cantik.


"Kalo aku gak lagi gendong kamu, aku pasti udah colok mata cowok-cowok itu Sayang." Ucap Melvin geram dengan beberapa pria yang memperhatikan istrinya.


Melvin masuk ke dalam lift, menekan lantai dimana kamarnya berada. Hanya butuh hitungan menit untuk sampai.

__ADS_1


Melvin keluar lalu segera menuju kamarnya, ia membuka pintu dengan fingerprint lalu masuk dengan suara pintu terkunci otomatis terdengar.


Melvin merebahkan tubuh mungil istrinya yang terasa ringan meski sedang hamil, ia ikut naik ke atas ranjang demi bisa mencuri-curi kesempatan untuk mencium wajah Kanaya.


"Nay, aku itu orang yang munafik ya. Dulu aja aku bilang kamu jelek, bukan level aku dan bahkan aku sangat membencimu." Ucap Melvin sambil menoel pipi Kanaya.


"Tapi sekarang, aku bahkan jatuh dalam pesona kamu yang sangat cantik, anggun, dan pastinya aku sangat mencintaimu." Tambah Melvin lalu merebahkan diri dan memeluk tubuh Kanaya.


Melvin yang memeluk Kanaya dan merasakan nyaman, tanpa sadar ia ikut tertidur bahkan mereka belum sempat bersih-bersih karena kelelahan.


Tengah malam, Kanaya menggeliat saat merasakan haus dan panas di seluruh tubuhnya, ia juga merasa agak sesak untuk bernafas.


Perlahan Kanaya membuka matanya, ia menoleh ke samping dan melihat ada wajah suaminya disana, wajah tampan Melvin yang begitu diidamkan oleh para wanita.


"Papa." Celetuk Kanaya lalu menarik hidung mancung Melvin.


Kanaya terkekeh sendiri, ia lalu beralih membuat bulatan kecil di pipi yang kemungkinan jika ada lalat maka akan terpeleset saking mulusnya.


"Papa tampan, Mama cantik, kalo Dedek? Belum tahu ya, hehehehe." Celoteh Kanaya masih asik memainkan wajah suaminya.


"Kangen kamu, Mas." Ucap Kanaya lalu mencium bibir suaminya singkat.


Kanaya menjauhkan wajahnya, ia melihat Melvin yang masih diam dan itu membuatnya mencium lagi dan lagi bibir suaminya, sampai pada saat ciuman kelima Kanaya hendak melepaskan nya, namun tiba-tiba Melvin menahan tengkuk nya kuat.


"Mmmm … Mas …" lenguh Kanaya dalam ciuman suaminya.


Melvin melepaskan ciumannya, ia tatap istrinya yang nakal itu dengan tatapan jahil.


"Apa tadi hmm? Cium-cium saat aku tidur, nakal ya kamu." Ledek Melvin mencolek dagu Kanaya.


"Enggak tuh, tadi cuma mau lihat ada nyamuk." Balas Kanaya mengelak.


"Kan kebiasaan, suka banget ngeles." Goda Melvin seketika membuat Kanaya tak terima meski memang apa yang suaminya katakan benar.


"Ishhh, Dedek yang mau!" Seru Kanaya langsung menyembunyikan wajahnya di curuk leher sang suami.


Melvin terkekeh, ia mengusap rambut dan punggung Kanaya dengan lembut, sesekali bibirnya memberikan kecupan sayang di kepala istrinya.

__ADS_1


Melvin tersentak saat merasakan bibir Kanaya yang mencium bahkan menggigit lehernya, ia mengerem dan berusaha untuk tenang meski sebenarnya gejolak gairah sudah menyala.


"Sayang cukup." Ucap Melvin mendesis.


Kanaya tak menghiraukannya, ia semakin gencar dan malah beralih mencium kening, mata dan turun ke bibir Melvin.


"Sayang aku dibukain gerabang buat nengok Dedek nih?" Tanya Melvin masih menahan diri.


"Iya. Ayo Sayang, aku kangen!" Jawab Kanaya tak sabar.


Melvin yang mendengar itu lantas membalik posis mereka, ia kini berada di atas Kanaya dengan kilatan gairah yang terpancar di masing-masing mata mereka.


"Star jam 12 malam, finish subuh gimana?" Tanya Melvin bergurau setelah melihat jam.


"Oke." Jawab Kanaya seraya mengalungkan tangannya di leher sang suami.


***


"Shhhh …. Ahhh … Mas!!!!" Teriak Kanaya saat merasaka gigitan Melvin semakin menjadi di leher maupun bagian dadanya.


"Sayang, kamu cantik dan aku sangat mencintaimu." Rancau Melvin sambil terus mencetak tanda di leher istrinya.


"Uhhh … ahhh … pelan Sayang, Dedek nya nanti bangun." Celetuk Kanaya ditengah kenikmatan nya. 


Melvin yang mendengar itu hanya tersenyum, istrinya begitu polos sampa dalam keadaan begini masih saja bisa bercanda.


Tak ambil pusing, Melvin justru semkain memacu kecepatan tubuhnya, meski cepat tetapi Melvin tetap memperhatikan keadaan anak dalam kandungan Kanaya.


"Dedek bobok aja ya, Papa sama Mama lagi kompromi sebentar." Bisik Melvin diperut Kanaya.


Sementara Kanaya tak henti berteriak sambil menjambak rambut suaminya, inilah yang ia rindukan, berada dibawah Melvin dengan kenikmatan yang selalu dinantikan meski sering dilakukan.


1 BAB TERAKHIR DI 2021😭


HAPPY NEW YEAR GUYS, THANK YOU SATU TAHUN NYA, KALIAN SEMUA BAIK KARENA MAU BACA CERITA AKU YANG MASIH JAUH DARI KATA SEMPURNA 😭🥰


LOPYU PULL SEMUA 😘

__ADS_1


__ADS_2