Menikah Karena Melanggar

Menikah Karena Melanggar
Mengetahui


__ADS_3

Kanaya membanting pintu mobil Melvin dengan cukup kencang, ia benar-benar kesal pada ulah pria itu yang kini membuat penampilannya benar-benar berantakan. Tak peduli pada panggilan Melvin dari mobil, Kanaya tetap jalan menuju kampusnya.


"Naya!!" teriak Melvin yang tak mendapat balasan dari Kanaya.


Melvin menyusul Kanaya keluar dari mobil, ia membanting pintu lalu segera berlari menyamai langkah Kanaya. Melvin mencekal tangan Kanaya hingga si pemilik meringis karenanya.


"Lepasin, sakit Kak!" ucap Kanaya berusaha melepaskan cekalan tangan Melvin.


"Diem! Lo mau ke kampus dengan keadaan begini?!" tanya Melvin galak.


Kanaya menekuk wajahnya, ia segera menepis tangan Melvin dan berlari balik ke mobil, ia sadar bahwa penampilannya akan mengundang tatapan tak suka para mahasiswa kampus nantinya.


Melvin menghela nafas, ia segera menyusul Kanaya dan masuk ke dalam mobil.


"Dasar gadis ngeyel!" ejek Melvin seraya menyalakan mesin mobil dan mulai memutar setir nya.


Kanaya tak menjawab, ia diam dengan wajah ditekuk, bagaimana tidak ia pasti sudah terlambat untuk datang ke kelas nya dan ini semua karena pria menyebalkan di sebelahnya.


Sesampainya di rumah, Kanaya keluar duluan disusul oleh Melvin, mereka langsung menuju kamar untuk berganti pakaian.


"Ganti baju cepetan, gue harus ke rumah Reno!" tegur Melvin seraya duduk di sofa dan memainkan ponselnya.


"Gak usah, percuma aja karena pasti kelas aku udah dimulai!" timpal Kanaya sewot.


"Dan ini karena kamu!!!" lanjut Kanaya hampir menangis.


"Semenjak nikah sikap lo yang polos hilang dan ganti jadi kurang ajar Nay! Gue ini suami lo." Tegur Melvin menunjuk dirinya.


Kanaya menatap Melvin. "Suami? Kamu anggap diri kamu suami sementara kamu tidak menganggap aku istri Kak." Ujar Kanaya serius.

__ADS_1


"Cukup Nay! Gue harus bilang berapa kali sama lo soal waktu, seharusnya lo ngertiin gue!" sahut Melvin mencekal lengan atas Kanaya.


"Kalo begitu biarkan aku--" ucapan Kanaya terhenti saat Melvin mengencangkan cekalan tangannya.


"Mau cari cowok lain gitu?" potong Melvin tak mendapat jawaban dari Kanaya.


Kanaya menggeleng meski sebenarnya tebakan Melvin benar, tetapi ia tidak mau sampai berakhir seperti semalam.


"Kak, sakit!" ucap Kanaya pelan.


Melvin melepaskan cekalan ditangan Kanaya, tiba-tiba ia merasakan tidak enak di perutnya, Melvin berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua makanan yang ia makan tadi pagi.


Kanaya yang melihatnya lantas menyusul Melvin, ia memijat tengkuk Melvin agar memudahkan pria itu.


"Kenapa jadi mual gini sih?" gumam Melvin menatap dirinya di cermin lalu membasuh wajah dan mulutnya.


Kanaya mendudukkan Melvin di pinggir ranjang, ia lalu mengambil segelas air dan memberikan nya pada Melvin.


"Makanya kalo memperlakukan istri itu yang benar!" celetuk Kanaya mengundang tatapan Melvin.


"Maksud nya? Emang gue nyiksa lo? Emang gue suruh lo gali sumur ha?" tanya Melvin sewot.


Kanaya berdecak, ia lalu duduk di sebelah Melvin sambil menekuk wajahnya. "Ya enggak gitu, tapi kan kamu bikin aku menderita selama ini bahkan saat kita udah nikah kaya sekarang." Jawab Kanaya menjelaskan.


"Derita apa?" tanya Melvin menantang.


"Udahlah gak usah dibahas, sana katanya mau pergi!" jawab Kanaya mengusir.


Melvin tak banyak bicara, ia segera pergi untuk menemui Reno dan Rey, awalnya memang Melvin ingin ke kantor, tetapi akibat mengantar Kanaya, niatnya jadi ia urungkan.

__ADS_1


***


Melvin mendelik tajam saat kedua temannya tak henti menatapnya dengan penuh tanya, Melvin tentu tahu alasan dari rasa penasaran kedua temannya karena disana ada Nadia dan Melisa yang entah apa tujuannya disana.


"Kok lo jahat sih Vin sama gue, tega nya lo nikahin cewe incaran gue!" desis Rey berlagak menyeka air matanya.


"Coba cerita, si Nadia gak bilang secara lengkap, cuma sinopsis aja!" ujar Reno mendapat tabokan di bahu nya.


"Lo pikir ini film ada sinopsis nya, gak usah lebay, gak usah alay!" dengus Melvin lalu memakan camilan yang ada disana.


"Lo gak nyakitin adek gue kan Vin?" tanya Nadia dengan tatapan tajam.


"Gue siksa suruh gali sumur, puas lo?" jawab Melvin diakhiri pertanyaan lagi.


"Tadi Naya gak ngampus, dia oke kan Kak?" tanya Melisa membuat Nadia langsung menatapnya.


"Naya gak ngampus? Kenapa bisa?" tanya Nadia terkejut, pasalnya adiknya itu tak pernah mau bolos.


"Ada urusan urgent." Jawab Melvin datar.


"Niatnya gue mau sembunyikan pernikahan gue sama Naya, tapi Nadia ternyata udah bilang." Ujar Melvin menghela nafas berat.


"Kenapa lo gak mau kita semua tahu?" tanya Rey menajamkan pendengarannya.


"Gue harap kalo lo cuekin adek gue dan berniat untuk gak anggap dia sebagai istri." Ujar Nadia dibalas angkat bahu oleh Melvin.


MENDING MELVIN KANAYA BANYAK OMONG ATAU SALING DIEM NIH???


BERSAMBUNG.................................

__ADS_1


__ADS_2