Menikah Karena Melanggar

Menikah Karena Melanggar
Olahraga malam


__ADS_3

Tengah malam Kanaya terbangun dari tidurnya, ia merasakan tenggorokannya kering dan memutuskan untuk bangun sekedar menenggak segelas air yang telah disediakan di meja nakas.


Tenggorokan Kanaya terasa lebih baik, ia memutuskan untuk lanjut tidur, namun tiba-tiba tangannya gatal ingin mengusap wajah suaminya.


Kanaya mendekat, ia mengarahkan tangannya ke pipi Melvin lalu mengusapnya lembut. Mulai dari alis sempurna bak di sulam, turun ke mata yang bertahtakan bulu mata lentik, hidung mancung dan bibir kissable yang selalu membuat dirinya ketagihan.


Kanaya mendekatkan wajahnya, niatnya hanya ingin memberikan kecupan di bibir Melvin, namun entah mengapa ia merasa begitu ketagihan dan enggan melepaskan tautan bibir mereka, alhasil Kanaya lumatt bibir suaminya.


Melvin mendesis dibarengi mata yang perlahan terbuka karena merasakan sesuatu kenyal di bibirnya, ia sedikit terkejut melihat istrinya yang sedang menciumnya.


"Sayang." Panggil Melvin mendorong pelan bahu istrinya.


Kanaya terkejut melihat Melvin bangun, sesaat kemudian ia tersenyum lalu naik ke atas tubuh Melvin yang semakin tersentak dengan aksinya.


"Sayang." Panggil Melvin gugup melihat tingkah Kanaya yang sangat berbeda dari biasanya.


"Kenapa hmm, kamu gak mau nengok baby?" Tanya Kanaya dengan suara seksi nya.


Melvin semakin gugup, namun ia juga enggan menyia-nyiakan kesempatan yang akan sangat jarang terjadi, Melvin lantas membalik posisi hingga kini Kanaya berada di bawah kungkungan nya.


"Nakal banget sih!" Desis Melvin seraya mencumbu wajah istrinya.

__ADS_1


Kanaya hanya tersenyum lalu melingkarkan tangannya di leher sang suami, sedikit menariknya hingga bibir mereka kembali bertemu dalam tarian menggairahkan.


Kanaya meremat rambut belakang Melvin saat ciuman pria itu turun menuju leher, mencetak tanda yang lumayan banyak, mengundang erangan ibu hamil kian membesar.


"Shhhh … ahhhh …" 


Melvin tersenyum mendengar suara seksi istrinya, ia lalu membuka piyama tidur Kanaya dengan tak sabar, bahkan Kanaya sampai terkikik karenanya.


"Aku gak tahan, Sayang!" Seru Melvin lalu ikut membuka pakaian yang dikenakan olehnya.


Kini posisinya mereka sudah sama-sama polos, Melvin takjub dengan tubuh istrinya yang sedang hamil namun sangat menggairahkan, bahkan Melvin terkadang harus menahan hasratnya agar istrinya nyaman.


Ciuman Melvin turun ke dua gunung kembar milik istrinya, ia memainkan, mencium bahkan mencetak lebih banyak tanda hingga Kanaya benar-benar dibuat kelimpungan.


Melvin tersenyum, ia mencium kening Kanaya dengan sayang. "Mulai ya, aku gak tahan?" Tanya Melvin meminta izin.


"Lakukan, Mas." Jawab Kanaya mengangguk pasrah.


Sebelum penyatuan, Melvin menyempatkan diri untuk sekedar mencium perut bulat istrinya, ia membisikkan kata-kata yang membuat Kanaya tersenyum.


"Dedek bobok ya, Papa pinjam dulu Mama nya. Papa lagi kangen banget sama Mama kamu," bisik Melvin semakin menciumi perut istrinya.

__ADS_1


Melvin kembali menatap istrinya, ia lalu mencium dan menghisap bibir manis istrinya sembari dibawah sana tengah melakukan penyatuan sebelum mengejar kenikmatan bersama.


"Sshhhh … mhhhh …" erang Kanaya saat merasakan pelan benda itu mulai memasukinya.


Melvin mendiami miliknya sebentar sambari menciumi kepala Kanaya dengan sayang, tangannya pun tak bisa diam dibagian depan sang istri yang tampak semakin tak sabar.


Merasa Kanaya sudah tenang, Melvin lantas mulai memaju mundurkan dirinya, perlahan sebelum akhirnya mulai cepat hingga Kanaya tersentak karena nya.


"Ahhh … Mas … ouhh pelan …." Erangan dari Kanaya tak henti terdengar saat Melvin semakin memacu semangat nya. Meski bermain kencang, tatapi Melvin masih memperhatikan kandungan istrinya.


Kanaya dan Melvin tak henti meracau dan mengerang bersama saat kenikmatan didapatkan bersama, bukan pasangan Melvin dan Kanaya namanya jika sekali langsung udahan. Keduanya kembali merengkuh kenikmatan hingga subuh hampir datang.


Melvin benar-benar dibuat takjub akan sifat istrinya, Kanaya itu terkadang ketus di luar tetapi sangat lembut di dalam, selain itu Kanaya juga sangat pengertian, dan karena itu lah Melvin begitu mencintai istrinya.


Suara erangan lega diikuti tubuh Melvin yang rebah di sebelah Kanaya, ia menarik tubuh bermandikan keringat itu ke dalam pelukannya, ia ciumi kepala dan wajah istrinya sebagai bentuk terima kasih dan ungkapan cinta kepada Kanaya.


"Sayang banget aku sama kamu, Nay." Bisik Melvin membuat Kanaya tersenyum dalam pelukan Melvin namun tak membalas karena rasa lelah setelah berolahraga bersama sang suami.


Kanaya merasakan hal yang sama dengan Melvin, bahkan terkadang dirinya takut akan ada wanita yang berusaha merebut Melvin darinya mengingat bagaimana perfect nya pria itu, wajah tampan, mapan dan sangat penyayang. Kanaya tak akan membiarkan siapapun merebut Melvin darinya.


AWAS TYPO DAN KATA JADI **😜😂

__ADS_1


BERSAMBUNG...........................................


__ADS_2