
Myria sontak mundur dan menjauh dari Tuan Tirta. Dia takut jika selama ini kekhawatiran Tuan Aji benar adanya bahwa Tuan Tirta bukan ayah kandung. “Ayah, ada apa ini? Dia papa mertuaku, kenapa Ayah bersikap seperti ini?”
Lagi, Tuan Tirta menarik Myria agar gadis itu menjauh dari Angkasa. Semua orang dibuat bingung dan tidak mengerti. Pria dengan setelan abu-abu malam ini itu berkata lantang, “Aji Laksana, ingat baik-baik siapa aku? Tiga puluh tiga tahun lalu, aku keluar dari rumah ini karena pelacuur seperti ibumu. Sekarang aku kembali dan akan mengambil semua yang memang milikku. Kamu dan keluargamu ini, tidak seharusnya hidup tenang di sini.”
Semua ucapan Tuan Tirta membuat bola mata masing-masing orang nyaris keluar dari tempatnya. Nyonya Nasita, Daniel, Myria, bahkan Angkasa tidak paham apa yang menjadi perdebatan.
“Anda ….”
“Tirta Mandala Sastra. Ya, itu aku. Kamu ingat? Aku sengaja menghapus nama keluarga begitu keluar dari rumah ini. Kamu ingat pemuda yang kamu rebut kasih sayang ayahnya? Kamu ingat ketika ayah yang harusnya jadi pelindung aku dan ibuku, justru sibuk denganmu dan ibu sialanmu itu? Kamu ingat ketika ibuku meninggal karena penyakit batin yang tiap hari harus ditahannya gara-gara kehadiran ibumu yang jadi duri dalam rumah tangga!”
“Kamu ingat itu semua, Aji?”
Suara Tuan Tirta seolah mengguncang seisi rumah. Tidak hanya itu, bahkan Tuan Aji ikut tergemap dan tak bisa membantah makian yang terlontar dari mulut beliau.
Kemarahan Tuan Tirta meledak hebat layaknya lahar yang dimuntahkan dari gunung berapi. Bertahun-tahun pria itu menahan dendam, kini seolah waktunya untuk dibalaskan.
“Ka–Kak Mandala? Benar itu kamu?” Bicara Tuan Aji tersendat. Pria itu berusaha melanjutkan kalimat. “Kalau benar, tapi sebenarnya Ayah tidak pernah membedakan kita?” Sebanyak apa pun masalah di masa lalu, Tuan Aji berusaha menjelaskan.
Akan tetapi, belum selesai bicara, Tuan Tirta sudah memotong ucapan lagi. “Jangan memanggilku seperti itu! Aku tidak pernah memiliki adik, apalagi pria sepertimu! Aku tidak sudi!”
Myria yang ada di samping Tuan Tirta hanya bisa tergagap. Dari semua perdebatan itu, dia sedikit paham perkara yang menimpa ayah dan ayah mertuanya. Dua pria itu ternyata bersaudara.
“A–Ayah.” Meski tubuh gemetar, Myria mencoba menenangkan. Dia ingin merayu Tuan Tirta untuk mendengarkan penjelasan Tuan Aji.
Tanggapan Tuan Tirta tidak terlalu banyak berubah. Pria itu mengusap kepala sang anak. “Kamu akan ikut Ayah.”
Angkasa yang sempat menahan Nyonya Nasita karena ibunya itu hampir pingsan, kini maju dan menyela, “Apa maksud, Ayah Mertua?”
“Sudah kubilang jangan memanggilku demikian! Aku bukan ayah mertuamu. Sekarang aku minta ceraikan putriku!”
Hujan batu seakan mengguyur kepala Myria dan Angkasa. Dua anak muda itu saling pandang dan menggeleng bersama. Myria mulai memberontak dari pegangan Tuan Tirta. “Ayah, Angkasa suamiku. Baktiku sekarang ada padanya. Aku nggak akan ikut Ayah.”
Mendengar ucapan Myria, kepala Tuan Tirta kembali panas. Pria itu menajamkan pandangan pada Angkasa. “Lakukan apa yang kuperintahkan sekarang, Anak Muda! Apa yang kamu tunggu!”
“Tuan Tirta, aku tidak akan menceraikan Myria. Sebagai suami, aku lebih berhak atas dirinya.”
__ADS_1
“Kamu yakin dengan ucapanmu?” Tuan Tirta kembali emosi. “Asal kamu tahu, semua aset keluarga Sastra ini pasti telah diwariskan untukku. Ayahmu hanya anak bawaan dan tidak berhak sepeser pun dari semua harta yang dimiliki keluarga Sastra. Aku akan menendang ayahmu dari Kalastra Group, apa kamu kira masih bisa menghidupi Myria?”
Mulut Angkasa terjahit paksa. Kenyataan selama ini Tuan Aji sering bilang bahwa kekayaan yang ada adalah milik Paman Mandala. Angkasa tak mengira jika Mandala yang dimaksud adalah pria yang saat ini berdiri di depan keluarganya itu.
“Kamu tidak bisa menjawab?” Tuan Tirta tersenyum sinis. “Maka lakukan perintahku.”
Kepala Angkasa terangkat pelan. Pemuda itu menatap nanar pada sang istri yang sejak tadi mulai menangis.
Myria tak bisa diam saja. Dia mengambil keputusan sendiri. “Kasa, apa pun kondisimu, aku bisa hidup sama kamu. Aku enggak butuh banyak harta, Ka.”
Tangis Myria menyayat hati. Angkasa tak mampu membendung air mata di pelupuk. Pemuda itu dilema dan bingung mengambil keputusan.
“Oh, kalau kamu ragu. Aku beri tawaran menarik.” Tak cukup bicara panjang lebar sejak tadi, Tuan Tirta masih menambahi. “Aku bisa berbaik hati pada ayahmu agar dia tetap mengelola Kalastra Group, dan aku tidak akan lagi mempermasalahkan semua yang telah berlalu. Tapi, tetap sama, syaratnya pisahlah dengan putriku.”
“Ayah ….” Myria merintih pilu. Sungguh! Dia memang bahagia bertemu ayah kandungnya, tetapi berpisah dengan Angkasa bukan perkara mudah. Selama ini, tanpa Myria sadari, hatinya telah tertaut pada pemuda yang sering memaksa itu. Pemuda yang selalu ada di saat dia kebingungan menjalani hidup seorang diri.
“Ayah tidak bisa berpisah denganmu lagi, Myria. Tapi Ayah tidak bisa menerima anak muda itu di kehidupan Ayah.”
“Ayah, tapi Kasa enggak tahu apa-apa. Aku enggak mau pisah dari dia.”
“Bagaimana, Anak Muda?” tanya Tuan Tirta dengan nada dingin kembali.
“Kak Mandala—”
“Diam! Aku tidak mau mendengar mulutmu menyebut namaku!”
Tatapan menghunjam dari Tuan Tirta tak bisa dilumpuhkan. Tuan Aji kehabisan kata-kata untuk menjelaskan. Jangankan memberi penjelasan, bicara saja sudah dipotong lebih dahulu.
“Aku tidak akan menunggumu, Anak Muda. Kalau kamu tetap diam dalam satu menit, aku anggap kamu tidak menerima tawaranku dan siap angkat kaki dari sini.”
Hati Angkasa seperti diamuk badai permasalahan. Pemuda itu bahkan tak sanggup berpegangan agar tidak terbawa putaran menyakitkan. Dia berdiri tegak menatap Myria, tetapi makin sakit yang ada. Jiwanya masih terlalu muda untuk mengambil keputusan sebesar itu, antara istri atau orang tua.
“Tuan Tirta, aku akan lakukan permintaanmu. Tapi tolong, jangan lukai ayahku.”
“Kasa!” Tuan Aji dan Nyonya Nasita sama-sama berteriak. Dua orang tua itu tentu saja tidak ingin anaknya menanggung semua beban sendirian.
__ADS_1
Myria mencoba melepaskan diri, lalu berlari menghampiri Angkasa. Gadis itu memeluk erat suaminya dan menangis tersedu. “Enggak, Ka. Enggak. Aku nggak mau jadi janda. Aku bisa hidup sama kamu apa adanya. Jangan pedulikan omongan Ayah. Aku tetap mau sama kamu.”
Angkasa terdiam. Dia membalas pelukan Myria tak kalah erat. Pemuda itu mencium wajah sang istri berulang kali.
Diusapnya air mata dari pipi Myria, Angkasa menatap lekat. “Maafin aku, My.”
Myria menggeleng cepat. Air mata berderai di kedua pipi yang baru diseka sang suami. “Nggak, Ka. Kamu nggak boleh gini. Kita bisa sama-sama. Aku udah terbiasa hidup susah.”
“Nggak, My. Masa depanmu masih panjang. Aku nggak mau jadi penghalang. Maafin aku nggak bisa megang perjanjian agung yang pernah aku ikrarkan, maaf juga buat semua kejailanku selama kamu jadi istriku.”
“Enggak, Ka. Enggak!”
Tangan yang ada di genggaman diangkat pelan. Angkasa mengecupnya beberapa kali lalu mengusap pipi Myria sekali lagi. “Maafin aku.” Dia menarik napas dalam, lalu berucap, “Myria Hasya Iswari binti Tirta Mandala, aku talak kamu hari ini. Detik ini, kita bukan suami istri lagi.” Pegangan Angkasa meluruh seiring kakinya yang mundur.
Myria menjerit histeris dan langsung didekap Tuan Tirta. Sang ayah menyeretnya keluar dengan paksa, meninggalkan Angkasa yang kini ambruk ke lantai.
Nyonya Nasita segera menghampiri putranya. Beliau dekap erat-erat Angkasa yang sama-sama hancur seperti Myria. Tangis satu keluarga itu pecah, bahkan Tuan Aji yang biasa terlihat tegas, kini tak bisa melakukan apa pun demi kebahagiaan anaknya.
.
.
...-Tamat-...
...Yeay, alhamdulillah tamat....
...Makasih banyak buat akak semua yang udah mampir....
...Gak semua cerita harus happy ending. Tapi ini alur paling logis yang ada di kepala aku untuk cerita remaja yang masih butuh masa depan panjang. Tuan Aji gak sebanding sama Tuan Tirta ya kak. Sementara Angkasa punya power apa kalau ngeyel mertahanin Myria?...
...Kita akan lanjut ke kisah Myria dan Angkasa di kehidupan dewasa mereka. Tentunya dengan kondisi dan sikap yang berubah. ...
...biar nggak ketinggalan kalau mau baca lanjutan kisah Angkasa, Kakak bisa ikuti akun noveltoon aku atau instagram aku: ukiii__21....
...Terima kasih....
__ADS_1