
Bella tertunduk lemas, dia tidak bisa membela dirinya lagi. satu-satunya harapan Bella saat ini adalah tante Sarah, ibunya Leo. dia berharap wanita itu masih berbaik hati dan mau membujuk Leo untuk memaafkan kesalahannya.
"Leo, aku berjanji akan berubah dan meminta maaf pada Kenzie. beri aku kesempatan untuk bertemu dan berbicara dengan nya." ucap Bella menagis seraya bersimpuh dilantai, saat ini dia masih berjuang untuk mendapatkan maaf dari Leo, karena Bella tidak mempunyai cara lain lagi. meskipun itu harus menjatuhkan harga diri nya yang selalu dia junjung tinggi dihadapan semua orang.
"Stop, jangan keluarkan air mata buaya mu dihadapan ku lagi. Karena tidak akan merubah keadaan, aku juga akan membuat perhitungan dengan kekuarga mu, mencabut kerjasama bisnisku rasakan pembalasanku, Bella." ancam Leo.
"Leo, jangan bawa-bawa keluarga ku. mereka tidak bersalah dan tidak mengetahui permasalahan ini." Bella semakin ketakutan karena penyakit jantung yang di idap ayahnya.
"Seharusnya sebelum bertindak, kamu berfikir dulu tentang konsekuensi dari tindakan mu ini, sekarang semua sudah terlambat. polisi sebentar lagi sampai untuk menangkap mu, selamat mendekam di penjara Bella, nikmatilah hukuman mu, karena aku tidak akan pernah mencabut tuntutan ku." ucap Leo.
"Tidak, aku tidak mau dipenjara Leo. please maafkan aku hick... hick..." ucap Bella merangkul kedua kaki Leo, namun dengan kasar Leo mengibaskan, dia tidak sudi bersentuhan dengan Bella.
__ADS_1
"Pak polisi, silahkan Anda tangkap dan penjarakan perempuan iblis ini." ucap Leo pada pihak berwajib yang langsung memasangkan borgol ketangan Bella yang masih berusaha untuk kabur.
"Tolong, jangan tangkap saya pak." ucap Bella berurai air mata, namun tidak seorangpun yang mendebarkan ucapannya.
Leo memasang kaca mata hitamnya, merapikan kembali jas hitam yang dikenakan nya. melajukan mobil meninggalkan lokasi markas, semula dia ingin menyakiti Bella dengan tangannya sendiri, namun akirnya, Leo berusaha berfikir jernih dan tidak ingin mengotori tangannya dengan menyentuh Bella.
Besoknya, kedua orang tua Bella datang menghampiri Leo kekantor perusahaannya, mereka tidak terima penahan terhadap putri mereka Bella, meskipun Leo sudah menunjukkan bukti-bukti kejahatan anaknya.
"Tuan Jims, anak TK pun bisa membedakan mana yang benar dan salah, sebaiknya anda belajar dari kesalahan putri anda. masih syukur aku memilih memenjarakannya, coba kajian pikirkan jika seandainya kedua tangan ku ikut mematahkan tulang-tulang Bella. dia pasti tidak akan mampu menatap matahari kedekatannya." ucap Leo tersenyum sinis.
"Awas kamu Leo!"
__ADS_1
"Aku tidak takut dengan ancaman mu, tuan Jims."
Jims dan istrinya pergi meninggalkan ruangan Leo dengan penuh kemarahan, setelah gagal berbicara baik-baik yang diakhiri pertengkaran dengan Leo, yang juga bersikeras tidak mencabut tuntunannya terhadap Bella.
Berita penangkapan Bella sudah tersebar, bahkan kedua orang tua Leo ikut syok tidak menyangka jika calon menantu yang dulunya mereka sanjung-sanjung ternyata tega ingin mencelakai cucunya.
"Aku sangat bersyukur sekali, Leo tidak jadi menikahi Bella," ucap Sarah.
"Ya, aku pun sependapat dengan mu. mungkin ini jalan terbaik yang ditunjukkan oleh Tuhan, agar semua orang tahu siapa sesungguhnya Bella."
"Iya Pi, untuk kedepannya. kita tinggal berusaha bagaimana Calista dan Leo bisa bersama-sama, mengasuh dan membesarkan anak-anak mereka." ucap Sarah membayangkan kehidupan Leo akan jauh lebih baik jika bersama Calista.
__ADS_1