
Hari ini, Calista menunjukkan jika dirinya mampu bekerja dengan baik. dia menatap Leo sambil tersenyum puas karena bisa mengalahkan kesombongan pria itu yang begitu meremehkan dirinya.
"Mustahil rasanya, Calista mampu menguasai semua pekerjaan nya dalam satu hari saja." bathin Leo. lalu memalingkan wajahnya dari tatapan Calista, dia terlihat kesal dan beranggapan jika Calista terlalu pintar cari muka dan mengambil hati semua orang, terutama keluarga dan orang-orang terdekatnya.
Sampai dirumah, Calista disambut oleh dua jagoan kesayangannya. mereka serempak merentang kan kedua tangannya memeluk tubuh sang ibu.
"Mommy, bagaimana dengan pekerjaan mu hari ini. pasti menyenangkan bukan?" tanya Kenzie.
"Apa Daddy sering memarahi mami ditempat kerja?" tanya Kenzo juga tidak sabaran.
"Tidak sayang, ditempat kerja sangat menyenangkan karena di sana mommy dikelilingi teman-teman yang baik dan suka membantu jika mommy dalam kesulitan." jawab Calista.
"Asyik, kami ikut senang mendengarnya."
"Oya, apa kalian sudah makan malam?"
"Belum!"
__ADS_1
"Kenapa sayang?"
"Kami ingin masakan mommy."
"Baiklah, mommy akan masak untuk kalian berdua. ayo kalian mau makan apa?" tanya Calista mengikat tinggi asal rambutnya seraya berjalan menuju dapur.
"Mommy, aku ingin omelet telur dengan stek daging." ucap Kenzo.
"Aku mau nasi goreng, dengan toping bawang goreng nya yang banyak ya, mommy." pinta Kenzie.
"Oke, kalian duduk manis dulu disini. tunggu mommy sampai selesai membuat nya."
Setelah menghabiskan makanan nya, Kenzo dan Kenzie mulai belajar. sedangkan Calista memilih istrahat di kamarnya, bahkan dia sengaja tidak keluar kamar lagi untuk menghindari Leo yang baru pulang, dia tahu jika Pria tampan itu masih kesal padanya.
Pagi harinya, setelah sarapan bareng anak-anak. Calista juga bersiap-siap untuk berangkat kerja lebih cepat. meskipun dia karyawan baru, namun kehadirannya mampu menarik perhatian semua orang, terutama kaum pria yang terpesona akan kecantikan nya, namun tidak sedikit juga para kaum wanita yang menatap sinis kearahnya. Namun Calista tidak pernah memperdulikan mereka, toh tujuan nya kesini ingin bekerja dan cari pengalaman bukan mencari musuh.
Saat hendak masuk keruangan kerja, tiba-tiba asisten Jason mencegat langkah kaki Calista.
__ADS_1
"Nona Calista, tuan Leo memintamu untuk melakukan pengecekan ulang terhadap beberapa dokumen keuangan ini." ucap Jason seraya menambahkan tumpukan dokumen di meja kerja Calista.
"Tapi asisten Jason, bukankah ini dokumen beberapa tahun lalu, sepertinya ini juga tidak terpakai lagi?" tanya Calista yang yakin jika Leo ingin mengerjai nya saja.
"Maafkan saya nona, tapi ini permintaan dari Presdir." ucap Jason menundukkan kepalanya.
"Baiklah, saya akan mengerjakannya."
"Nona Calista, setelah anda selesai mengerjakannya. tolong antarkan langsung keruangan kerja sama Presdir ya. karena ini bersifat rahasia dan tidak boleh diketahui sembarangan orang." ucap Jason berbalik meninggalkan ruangan kerja Calista.
Diruangan kerjanya, Leo tersenyum karena merasa berhasil mengerjai Calista kali ini.
"Aku yakin, setelah ini kamu akan menyerah dengan sendirinya Calista. mundur dengan teratur dari perusahaan ku ha...ha..." gumam Leo karena merasa Calista terlalu licik dalam memanfaatkan kesempatan sehingga dia juga haru memberikan gadis itu efek jera.
Dua jam berlalu, Leo mulai resah dalam ruangan kerjanya. karena Calista belum juga menyerahkan hasil tugas yang diberikannya, mau tidak mau dengan menurunkan sedikit ego nya Leo melangkah menuju ruangan kerja Calista.
Ceklek!
__ADS_1
Calista kaget ketika pintu ruangan kerjanya dibuka tiba-tiba, nampak sosok Leo berdiri dengan angkuhnya di ambang pintu.
"Bagaimana dengan tugas yang aku berikan, apa kamu sudah mengerjakan nya?" todong Leo berjalan semakin mendekati Calista yang berubah menjadi gugup.