Menjadi Babbysitter Untuk Anakku

Menjadi Babbysitter Untuk Anakku
Tinggallah Bersamaku


__ADS_3

"Tuan apakah anda yang bernama Leo?"


"Ya saya sendiri suster."


"Pasien atas nama Gisela sudah sadar. dia menanyakan anda." ucap suster tersebut.


Leo melangkah memasuki ruangan perawatan Gisela, nampak gadis itu meringis sambil memaksakan senyuman ke arah Leo.


"Tuan Leo."


"Gisela, bagaimana kondisi mu sekarang." Leo duduk disebelah Gisela.


"Aku merasa baik-baik saja."


"Gisela, terimakasih sudah menolong ku."


"Tidak perlu sungkan tuan, saya ikhlas menolong anda. sebenarnya saya sengaja datang ke kota ini untuk menemui anda tuan."


"Menanui ku?"


"Ya, sebelum meninggal dunia bapak berpesan agar aku mencari Anda. mengigat saat ini saya hidup sebatang kara hick..hick.." berpura-pura menagis pilu.


"Jangan sedih lagi, sebagai ucapan terimakasih ku. aku juga akan menyayangi dan melindungi mu, tinggalah bersama kekuarga besarku, karena aku sudah menganggap mu sebagai adik perempuan ku sendiri." ucap Leo tersenyum tulus, namun tidak dengan Gisela yang berharap lebih, dia tidak ingin dianggap sebagai adik melainkan pasangan bagi Leo.


"Aduuuh sakiiit."

__ADS_1


"Gisela, kamu kenapa."


"Luka dilengan kiriku tiba-tiba perih banget." Gisela berusaha menarik simpati Leo.


Leo yang panik, segera mendekat dengan posisi yang begitu dekat, Gisela tersenyum menikmati aroma dari tubuh Leo yang maskulin, Leo memperhatikan luka dilengan Gisela yang masih terbalut perban. ada rasa bahagia dirasakan Gisela dibalik insiden yang sudah menimpanya.


"Bersabarlah, semua butuh proses penyembuhan. aku akan meminta dokter memberikan pengobatan terbaik untukmu."


"Terimakasih tuan, anda begitu perhatian."


"Apa kamu butuh sesuatu?"


"Ya, aku ingin makan tapi tidak bisa melakukannya sendiri."


Senyum mengembang dibibir Gisela, sambil memikirkan cara untuk menjerat Leo kedalam perangkapnya. dia sudah terlanjur jatuh cinta pada Leo, terutama misinya untuk merebut setiap pria yang dicintai dan dekat dengan Calista.


"Aku sudah berkorban banyak untuk mencapai ini semua, operasi plastik, memalsukan hati diri termasuk tentang kedua orang tua ku, aku tidak ingin pengorbanan ku sia-sia belaka." bathin Grace.


Meskipun hati kecil Leo tidak yakin dengan Gisela, namun dia tetap membawa gadis itu untuk tinggal dirumah nya. sebagai bentuk balas budinya. sesekali Gisela sengaja ingin memancing Leo dengan tubuhnya, namun tidak mudah baginya menaklukan hati Leo yang dingin dan bahkan tidak mau bersitatap dengan nya.


"Selamat datang di rumah ini Gisela." jawab Sarah.


"Iya Tante."


"Jangan panggil Tante, mami saja sama seperti Calista. karena kalian sudah seperti anak perempuan ku sendiri."

__ADS_1


"Ya mami." jawab Gisela tersenyum manis namun tidak untuk Calista, dia menunjukkan senyum permusuhan dengan tatapan sombong dan meremehkan wanita yang selalu menjadi saingannya selama ini.


"Mami, siapa kedua Anak-anak ini?" tanya Gisela saat bertemu Kenzie dan Kenzo.


"Dia adalah cucu-cucuku, anak dari Leo dan Calista." jawab Sarah, mata Gisela langsung membulat seakan tidak percaya dengan pendengarannya.


"Apa Leo sudah menikah?" tanya Gisela setelah menguasai kembali keadaannya.


"Aku tidak suka jika apa yang menjadi privasiku diketahui orang lain, jika kamu ingin tetap tinggal disini, tolong patuhi peraturan ku." ucap Leo dengan nada tegas.


"Ups maaf, tapi kenapa?" tanya Gisela sedikit kecewa, senyum memudar dari wajahnya.


"Aku tidak suka dan jangan ikut campur."


"Baiklah, kak Leo."


"Apa kamu memangil ku dengan sebutan kakak?"


"Ya, bukankah mami Sarah sudah menganggap ku sebagai anak perempuannya, atau kak Leo pengen aku panggil dengan sebutan lain?"


"Terserah, aku ingin istirahat dulu." ucap Leo berlalu meninggalkan Gisela yang masih ingat menggodanya.


Dalam kamarnya, Leo tersenyum senang teringat ekspresi wajah Calista yang tidak terlalu senang saat dia membawa Gisela kerumahnya.


"Apakah Calista mulai cemburu?" gumam Leo, ada kebahagiaan tersendiri dirasakannya jika Calista benar-benar cemburu. Leo merasa dicintai dan Calista pasti mulai takut kehilangannya, pikir Leo.

__ADS_1


__ADS_2