
"Calista! kamu dimana?" Leo semakin mempertajam pendengarannya. saat mendengar suara lirih minta tolong.
"Toloooong...!"
"Mommy?" Kenzo yang juga mendengar teriakan ikutan bersuara.
"Sepertinya, arah suara minta tolong terdengar barusan dari pohon besar itu tuan." ucap salah seorang pengawal Leo.
"Ya, cepat periksa."
Mereka segera menuju arah asal suara, Leo dan ke-dua anak-anaknya terlonjak kaget dan syok mendapati Calista yang merintih kesakitan sambil memegangi sebelah kaki kirinya yang habis dipatok oleh seekor ular.
"Mommy!"
"Mommy hick...hick..." Kenzo dan Kenzie menagis sambil memeluk tubuh Calista, sedangkan Leo segera membantu memberi pertolongan pertama pada kakinya sebelum sampai ke rumah sakit.
__ADS_1
"Calista, bertahan lah. kita akan segera menolong mu." ucap Leo mengendong tubuh lemah Calista menuju mobilnya.
"Sakiiit, aku tidak kuat lagi."
"Bertahan lah, Calista."
Leo mengendong tubuh Calista memasuki mobilnya, segera memacu mobil dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit terdekat, sedangkan Nick mengepalkan tangannya geram begitu mengetahui jika Leo sudah berhasil terlebih dahulu menyelamatkan Calista.
Sampai dirumah sakit, Calista sudah tidak sadarkan diri. dia langsung ditangani dengan baik. Leo dan Anak-anak terlihat cemas menunggu di depan ruangan UGD.
"Awas kamu Leo, aku akan buat perhitungan dengan mu." Nick tersenyum miring sambil memikirkan cara untuk membalas Leo, apalagi dia sekarang sudah banyak mendapat dukungan dari orang-orang yang membenci Leo sama sepertinya, sehingga Nick merasa jauh lebih kuat dibandingkan kedudukan Leo saat ini.
"Cepat temukan seorang hacker terbaik di negara ini, aku ingin secepatnya meretas sistem perusahaan Leo, agar pria itu sadar sedang berhadapan dengan siapa." ucap Nick tersenyum miring.
"Anda, tidak perlu risau tuan. kami sudah berhasil menemukan seseorang yang bisa membantu mu. namanya Alex, seorang pemuda yang sudah terbiasa meretas beberapa situs perusahaan dan tidak pernah gagal dalam tugasnya selama ini." ucap asisten pribadi Nick.
__ADS_1
"Oke, segera kirim dia padaku...ha...ha...." Nick tertawa puas, dia begitu yakin mampu melumpuhkan Leo kali ini. tidak butuh waktu lama, seluruh sistem perusahaan Leo berhasil dilumpuhkan nya dalam sekejap. Nick sangat puas bahkan rela membayar mahal pemuda tersebut.
***
Setelah mengurus semua pengobatan Calista, Leo mengajak ke-dua Anak-anaknya untuk pulang dan istrahat, sedangkan Calista dijaga oleh Sarah dan seorang pelayan. Leo juga memerintahkan beberapa pengawal untuk berjaga-jaga didepan pintu ruangan Calista, dia yakin penculik itu masih berusaha untuk mendekati ataupun mencelakai Calista kembali.
Setelah istrahat satu jam, Leo diminta untuk segera keperusahaan tanpa bisa ditunda lagi, karena semua sistim perusahaan nya terhenti total akibat ulah seseorang yang belum terdeteksi yang berakibat fatal dengan kerusakan sistem operasi menyeluruh.
"Brengsek! siapa yang sudah berani bermain-main dengan ku." umpat Leo mengepalkan tangannya emosi.
Langkah panjang dan wajah kesal tidak dapat disembunyikan Leo, semua menundukkan kepalanya ketakutan begitu Leo memasuki ruangan rapat dadakan yang mereka adakan siang ini.
Beberapa ahli sudah dikumpulkan Leo untuk kembali memulihkan sistim perusahaannya, namun belum juga berhasil. yang lebih membuat nya geram pesan singkat dari hackers tersebut.
"Jangan ganggu wanita ku, kalau tidak kamu akan aku buat lebih hancur lagi!!!."
__ADS_1
"Sial, cepat temukan orang ini. siapapun dia aku tidak akan takut padanya." Leo menendang kursi dihadapan nya kesal, dia yakin musuh nya kali ini berhubungan dengan seseorang yang sudah menculik Calista.