Menjadi Babbysitter Untuk Anakku

Menjadi Babbysitter Untuk Anakku
Daddy harus kembali


__ADS_3

Setelah memastikan mobil Micko pergi, barulah Leo memasuki pekarangan rumah Calista. nampak kedua Anak-anaknya tengah bermain ditemani pengasuh.


"Kenzo, Kenzie. Daddy datang." sapa Leo berusaha ceria dihadapan Anak-anak.


"Daddy!"


"Daddy."


Kenzo dan Kenzie merentangkan kedua tangannya penuh semangat berlari kearah Leo.


"Daddy, ayo kita bermain bola." ajak Kenzo.


"Oke."


"Daddy sekarang aku sudah lebih mahir dalam menendang bola." ucap Kenzo memperlihatkan kemajuannya dalam menendang bola


"Anak Daddy jagoan, siapa yang sudah mengajarimu teknik ini?" tanya Leo.

__ADS_1


"Om Micko, dia mengajari kami banyak hal."


Leo merasa telah kalah banyak, namun dia tidak akan pernah menyerah. bahkan dia akan merebut perhatian dan kasih sayang anaknya seperti dulu lagi sehingga tidak ada tempat untuk Micko dihati Anak-anaknya maupun Calista. Leo akan berusaha dan menjelma menjadi sosok seorang ayah yang hebat nantinya.


***


Mereka berlarian di lapangan sambil menendang bola, tawa lepas dan penuh keceriaan Kenzo dan Kenzie seakan melarutkan rasa bahagia dihati Leo. yang sangat menikmati momen indahnya bersama anak-anak. Leo rela ikut berlarian kesana-kemari mengejar bola, membiarkan tubuhnya dibasahi keringat mentari pagi agar anak-anak tetap ceria.


Ditempat kerja, Calista yang baru selesai sarapan bersama Micko masuk keruang kerja masing-masing, Calista menyambar ponselnya menghubungi pengasuh Kenzie, dia yakin jika Leo pasti kembali menemui Anak-anaknya.


"Hallo nyonya Calista!" jawab pengasuh begitu panggilan mereka tersambung.


"Ya nyonya, mereka bermain bola di lapangan." ucap pengasuh seraya mengarahkan camera kearah Leo dan Anak-anak yang tampak berlarian dengan penuh keceriaan. di lubuk hati terdalalam nya Calista tidak tega ingin memisahkan kasih sayang yang terjalin erat antara anak Dan ayah kandungnya.


Meskipun nantinya dia akan menikah dengan Micko selaku ayah sambungnya, tapi tidak akan pernah bisa menggantikan posisi Leo dihati Kenzo dan Kenzie.


Hari ini mau tidak mau Leo harus kembali pulang, mengingat kondisi perusahaan induk yang sangat membutuhkan kehadirannya.

__ADS_1


"Kenzo, Kenzie. mungkin besok Daddy tidak bisa menemani kalian lagi. Terkait masalah pekerjaan yang sangat membutuhkan kehadiran Daddy." ucap Leo berat baginya berpisah dengan ke-dua Anak-anaknya.


"Kami masih ingin bersama Daddy hick...hick." Kenzo dan Kenzie menangis secara bersamaan.


"Sayang maafkan Daddy, selama Daddy pergi kalian berdua tidak boleh nakal dan harus patuh pada mommy, setelah semua urusan pekerjaan terselesaikan. Daddy janji akan kembali ke sini untuk kalian." bujuk Leo sehingga kedua bocah tersebut kembali tersenyum membuat Leo semakin dilema menatap senyum tulus keduanya.


"Kami pasti merindukanmu, Daddy."


"Selamat tinggal Anak-anakku, Daddy sangat menyayangi dan mencintai kalian berdua." Leo menarik kedua anaknya kedalam pelukannya, setelah itu berjalan gontai menuju mobilnya dengan perasaan sedih.


Kenzo dan Kenzie menatap hampa kepergian Leo, mereka sedih kehilangan sosok seorang ayah yang sangat menyayangi dan memanjakan mereka berdua, menunjukan ikatan batin antara anak dan ayah yang begitu kuat. Selama perjalanan panjang, Leo teringat pada Calista karena belum sempat berpamitan padanya.


Di sebuah ruang restoran mewah, Calista dan Micko tengah menikmati minuman segar, sesekali canda tawa terlihat dari obrolan ringan mereka.


"Sayang, maafkan aku yang terlalu sibuk dan mengabaikan mu. aku melakukan semua ini demi masa depan kita dan Anak-anak, aku harap kamu bisa mengerti, sayang." ucap Micko penuh kelembutan.


"Ya aku sangat memahami kesibukan mu, Micko. aku juga tidak akan menuntut yang macam-macam."

__ADS_1


"Terimakasih sayang atas pengertian mu." Micko tersenyum lega, merasa beruntung mendapatkan calon istri seperti Calista.


__ADS_2