Menjadi Babbysitter Untuk Anakku

Menjadi Babbysitter Untuk Anakku
Pasangan serasi


__ADS_3

"Calista, bagaimana jika kamu bekerja saja di rumah sakit milikku." tawar Micko karena dia tahu Calista sedang membutuhkan pekerjaan.


"Benarkah Micko, aku sangat setuju, tapi aku tidak memiliki pengalaman apa-apa, selain bekerja sebagai Babbysitter sebelumnya."


"Itu sangat cocok berhubung aku juga seorang dokter anak, kamu bisa aku angkat sebagai asisten pribadi untuk membantuku." Micko menatap Calista meyakinkan jika dia serius.


"Tapi bagaimana dengan Anak-anak ku."


"Aku akan memperkerjakan seorang pengasuh untuk menjaga mereka, termasuk untuk antar jemput sekolah. sehingga kamu tidak perlu kawathir lagi."


"Baiklah aku setuju, Micko sekali lagi terimakasih."


"Ingat Calista, jangan pernah anggap aku orang lain lagi."


"Iya Micko, sahabat ku yang baik." Mereka berdua tertawa seakan tiada beban. meskipun awalnya Calista selalu menolak bantuan Micko, tapi sekarang dia beranggapan jika Micko sudah terlanjur sangat menyayangi kedua Anak-anaknya sehingga pria itu rela berbuat apapun demi mereka.


Setelah bekerja Calista mersakan hari-harinya semakin berwarna, apalagi dia sangat menyukai anak-anak. begitu juga dengan Micko setelah kedatangan Calista dia semakin bersemangat menjalankan pekerjaannya. dia tahu Calista adalah gadis baik-baik, karena Calista selalu bersikap baik dan tidak terlihat murahan dihadapan lawan jenis.

__ADS_1


Micko dan Calista sering terlihat bersama, sehingga banyak yang beranggapan jika mereka adalah pasangan yang serasi. Micko seorang dokter tampan dan Calista gadis yang cantik dan juga ramah.


Setelah jam kerja berakhir, Micko menawarkan diri untuk mengantarkan Calista pulang. sebelum sampai dirumah Micko membelokan mobilnya kearah restoran mewah.


"Micko, kita mau kemana?"


"Aku lapar, bagaimana jika kita makan dulu di restoran ini." tawar Micko.


"Boleh juga."


Mereka melangkah masuk menuju meja yang sudah dipesan Micko terlebih dahulu.


"Calista makanan disini enak-enak, kamu bebas memilih menu yang kamu sukai." Micko memberikan buku menu.


"Ya, terimakasih Micko. aku pesan makanan yang sama denganmu saja."


"Baiklah."

__ADS_1


Micko juga membungkus makanan untuk kedua Anak-anak Calista yang dirumah, sehingga Calista begitu terharu dengan kebaikan dan ketulusan Micko padanya dan Anak-anak, meskipun Calista sering menolak karena tidak enak hati, namun Micko tetap memaksa.


Tidak jauh dari meja tempat Calista makan, Leo yang juga sedang berkunjung keluar negeri dengan rekan bisnisnya juga memasuki restoran yang sama dengan Calista.


"Silahkan tuan Leo, anda pasti tidak akan kecewa setelah makan di restoran ku ini." ucap pemilik restoran menyambut hangat kedatangan Leo, yang merupakan tamu istimewa untuknya.


"Terimakasih."


Leo duduk sambil menikmati suasana restoran yang nyaman dan tenang, tanpa sengaja pandangan mata Leo menangkap sosok perempuan yang sangat dia kenal dan cari-cari selama ini. Tidak ada yang berubah masih cantik dan sangat menggoda.


"Calista?"


Leo ingin bangkit, namun langkahnya tiba-tiba dihadang oleh kepala pelayan yang tengah berusaha memberikan menu terbaik restoran mereka.


"Tuan ini menu seafood, rasanya sangat enak dan gurih karena dimasak oleh koki profesional." ucap nya.


"Minggir lah jangan halangi langkah ku." ucap Leo kesal karena sosok seperti Calista yang baru saja dia lihat sudah tidak ada lagi di restoran, Leo berlari hingga luar restoran sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling arah, namun hasilnya nihil.

__ADS_1


"Sial!! aku sangat yakin jika gadis barusan adalah Calista." umpat Leo.


__ADS_2