
Setelah bertemu dengan Calista, Nick semakin dibuat jatuh cinta. karena penampilan dan bentuk wajah Calista yang semakin cantik. meskipun dia sudah menikah dengan Grace, tapi tidak pernah Nick mersakan cinta terhadap wanita itu selain hanya sebatas penghangat ranjangnya saja, sedangkan hati dan cinta nya masih milik Calista.
"Aku harus mendapatkan kembali Calista, apapun caranya?" Nick berjalan gelisah.
"Nick, ada apa dengan mu?"
"Diam lah Grace, saat inj aku sedang tidak ingin diganggu." ucap Nick dengan tatapan tajam.
"Tapi kenapa Nick, kamu terlihat semakin berubah semenjak Calista kembali ke negara ini." ucap Grace mulai cemburu.
"Itu bukan urusanmu, dari awal hubungan kita, kamu sudah tahu jika aku hanya mencintai Calista, hubungan kita hanya sebatas saling membutuhkan diatas ranjang, tidak lebih." ucap Nick dingin, karena selama ini dia belum mampu membuka hatinya untuk Grace.
"Tega kamu Nick, berbicara seperti itu setelah puas dengan tubuh ku, selama ini aku sudah berusaha untuk menjadi istri yang baik untuk mu. hick...hick..."
"Aaagggh..., aku muak dengan mu."
__ADS_1
Nick meremas rambutnya frustasi, dia benar-benar menyesal dulunya begitu mudah tergoda. Telah melakukan kesalahan bersama Grace, padahal besoknya dia dan Calista akan menikah.
"Nick, kamu mau kemana?"
"Bukan urusanmu, sekarang persiapkan dirimu untuk berpisah dengan ku secepatnya. pernikahan kita diawali dengan kesalahan dan ancaman ke-dua orang tua, dan aku tidak pernah mencintai mu sampai detik ini, aku benci pada mu Grace, karena kamu perempuan yang sudah menghancurkan hubungan ku dengan Calista." Teriak Nick dengan tatapan tajam. Grace tertunduk sedih dengan kata-kata yang terucap begitu kasar dan menusuk hatinya.
"Kamu tidak boleh menyalahkan diriku saja Nick, tapi kamu juga punya kesalahan yang sama dengan ku." balas Grace tidak terima.
"Tutup mulutmu!"
Setelah puas minum-minum, Nick meninggalkan klub. Tujuannya sekarang adalah menemui Calista yang membuat kepalanya ingin pecah memikirkan mantan tunangannya tersebut.
Dengan kondisi yang setengah mabuk, Nick pergi menuju kediaman Calista, sang wanita pujaannya berharap Calista bersedia membukakan pintu maaf dan menerima dirinya kembali. Nick sangat yakin dengan perasaannya jika suatu saat dia dan Calista pasti akan bersatu.
Malam ini, dikamar nya Calista merasa resah dan gelisah. suasana rumah sangat sepi bahkan dia bisa mendengar dengan jelas detak jarum jam yang berputar. semenjak kedua anaknya tinggal bersama Oma dan opa nya, Calista hanya tinggal bernama bibi Ani, namun hari ini bibi Ani juga minta izin untuk mengunjungi saudaranya dirumah sakit, sehingga malam ini Calista sendirian tinggal dirumah.
__ADS_1
Calista memaksakan untuk memejamkan matanya, namun tetap tidak bisa. tiba-tiba bel pintu depan terus berbunyi.
"Siapa yang bertamu malam-malam begini, tidak mungkin bibi Ani pulang lalu memencet bel, karena dia sudah mempunyai kunci cadangan, lalu siapa?" Calista mulai cemas.
Karena masih terpengaruh minuman, membuat Nick tidak bisa berfikir jernih. dengan tangan kekar dan kuatnya dia berhasil menerobos masuk kedalam rumah Calista.
"Nick, untuk apa kamu berkunjung kerumah ku. malam-malam begini?" Calista mulai waspada saat melihat gelagat aneh dari tatapan ke-dua bola mata Nick yang memerah.
"Aku merindukanmu Calista, sayang kembalilah padaku." Nick maju ingin merengkuh tubuh Calista kedalam pelukannya dengan tatapan penuh harap.
"Tidak Nick, kamu sudah menikah dengan Grace. tolong lupakan aku." berusaha menghindar.
"Tidak Calista, aku hanya mencintai mu dan tidak akan aku biarkan orang lain untuk memiliki mu." Nick membuka kancing kemejanya satu persatu.
"Tidak Nick, aku mohon tolong tinggalkan rumahku." Calista semakin panik, dia ingin menyambar ponselnya untuk meminta bantuan Leo, namun terlambat Nick merampas lalu membuang asal ponsel tersebut hingga pecah di lantai.
__ADS_1
"Nick, kamu mau apa?"