
"Calista, tunggu!"
Langkah Calista langsung terhenti, begitu mendengar suara yang tidak ingin dia dengar lagi seumur hidupnya.
"Nick, bukankah kamu sudah dipenjara?"
Calista menatap tidak suka pria yang masih bisa tersenyum manis tanpa rasa bersalah dihadapannya.
"Ya, tapi seseorang berhasil menjamin dan membebaskan aku, Calista, aku benar-benar menyesal dan ingin meminta maaf." tubuh Nick tiba-tiba meluruh di bawah kaki Calista sambil tertunduk dalam.
"Oke, aku akan memaafkan dirimu. tapi kedepannya jangan pernah muncul lagi dihadapan ku, Nick." ucap Calista tanpa mau membalas tatapan mata dari pria yang pernah menjadi bagian penting dalam kehidupan nya dulu.
"Aku berjanji tidak akan pernah melakukan kesalahan lagi, tapi jangan pernah minta aku untuk menjauhimu, Calista." pinta Nick.
Disaat yang bersamaan, Leo melihat pertemuan Calista dan Nick. pria itu langsung menepikan mobilnya.
"Calista, siapa pria yang datang lalu membantumu malam itu?" tanya Nick.
"Pria yang mana maksudmu?"
"Yang menolongmu, disaat aku kilaf karena pengaruh minuman alkohol malam itu."
__ADS_1
"Bukan urusanmu, Nick."
"Calista, apa kamu masih marah padaku. please beri Aku kesempatan ke-dua." Nick kembali berusaha untuk meluluhkan hati Calista, dia memegangi kedua tangannya, namun Calista segera menepisnya.
"Brengsek kamu Nick, jangan pernah sentuh aku dengan tangan kotor mu lagi." umpat Calista menarik kasar tangannya.
Kedua tangan Nick, mengepal geram melihat penolakan Calista. suasana hatinya seketika diliputi amarah, namun dia masih berusaha untuk mengendalikan diri dengan tetap bersikap tenang.
Melihat perubahan wajah Nick, Leo sudah bisa menilai jika laki-laki itu mempunyai niat terselubung mendekati Calista, sehingga dia tidak tahan lagi lalu berjalan kearah Calista sambil menarik tangan gadis itu untuk menjauh.
"Leo, kamu disini?"
"Ya, sayang. apa pria ini kembali membuat masalah dengan mu." ucap Leo menatap tajam penuh kemarahan kerah Nick.
"Kamu dengar sendiri jika Calista tidak mengharapkan dirimu lagi, jika kamu masih berusaha mendekati Calista. maka aku sendiri yang akan berhadapan dengan mu." ancam Leo.
"Silahkan, aku tidak takut padamu." balas Nick, yang membuat suasana seketika memanas.
"Ayo Leo, kita pergi dari sini." pinta Calista yang tidak ingin melihat perkelahian antara Leo dan Nick untuk yang kedua kalinya.
"Baiklah, karena aku juga tidak ingin mengotori tangan ku ini dengan menyentuhmu."
__ADS_1
Leo menarik tangan Calista memasuki mobil Rollies Royke keluaran terbaru milik nya, meninggalkan Nick yang menatap nanar kepergian Calista.
"Calista, masih tetap cantik seperti dulu. aku menyesal karena telah mengkhianati mu, apapun caranya aku akan merebut mu kembali dari laki-laki itu, Calista."
Sepanjang perjalanan, Calista dan Leo sama-sama diam. keduanya larut dalam pikiran mereka masing-masing.
"Apa Calista masih mencintai mantan tunangannya itu? berbagai pertanyaan berkecamuk dipikiran Leo, yang tidak ingin kehilangan Calista. sesekali Calista mencuri pandang melalui kaca spion mobil, nampak ekspresi Leo yang berbeda dari biasanya.
"Leo sepertinya sangat marah, apa dia cemburu melihat pertemuan ku kembali dengan Nick? aaaahh... tidak mungkin, bukankah dia sering bilang jika tidak memiliki perasaan apa-apa terhadap ku." bathin Calista yang masih penasaran dengan sikap dingin Leo yang seolah-olah tengah menyembunyikan sesuatu.
Mobil yang dikendarai Leo berhenti di depan pintu gerbang sekolah Kenzo dan Kenzie, nampak kedua Anak-anak mereka yang baru keluar dari kelas berlari dengan ceria mendekati mobil Leo.
"Aku senang karena mommy dan Daddy menjemput kami barengan." ucap Kenzo.
"Iya sayang, kebetulan mommy dan Daddy ketemu. sehingga memutuskan untuk menjemput kalian barengan." jawab Calista.
"Coba saja mommy dan Daddy setiap hari selalu bersama seperti ini. pasti kami berdua akan jauh lebih senang lagi." sambung Kenzie.
Kedua Anak-anak ngobrol-ngobrol dengan ceria bersama Calista, sedangkan Leo terlihat murung tanpa banyak bicara. bahkan dia langsung membelokkan mobilnya menuju rumah. tanpa mendengar permintaan Calista yang ingin langsung pulang kerumah nya sendiri dan kedua Anak-anaknya yang masih ingin bermain dulu.
"Ada apa dengan Daddy ya?" tanya Kenzo
__ADS_1
"Aku juga tidak tahu?" balas Kenzie.