Menjadi Babbysitter Untuk Anakku

Menjadi Babbysitter Untuk Anakku
Melamar mu


__ADS_3

"Calista, maafkan aku yang tidak kuasa menolak permintaan Oma yang begitu keras." jawab Micko ketika mereka makan siang berdua.


"Yah, bahkan aku juga tidak tega menghancurkan harapan besar Oma." Jawab Calista.


"Jadi kamu bersedia menerima ku dan menjadi ayah untuk Kenzie dan Kenzo?" Micko terlihat bersemangat.


"Entahlah, karena saat ini aku belum bisa membuka hatiku untuk seorang pria."


"Tidak masalah bagiku jika kamu belum mencintai ku, Calista. tapi pikirkan tentang kedua anakmu yang membutuhkan sosok seorang ayah, dan aku sangat siap menyayangi kedua anakmu layaknya anak kandung ku sendiri." jawab Micko mantap.


Hari ini Micko dan sang Oma memasuki pusat perhiasan mahal, mereka sibuk memilihkan perhiasan yang cocok untuk digunakan melamar Calista malam nanti.


"Micko, Oma rasa Cincin berlian ini sangat indah jika melingkar di jari manis Calista. kita ambil yang ini saja ya." ucap Oma menatap antusias cincin berlian ditangannya.


"Terserah Oma."

__ADS_1


"Micko, setelah ini kita cari kemeja dan jas baru untukmu. Oma ingin penampilanmu benar-benar sempurna malam ini."


"Oma jangan terlalu berlebihan seperti ini." tolak Micko namun Oma malah menarik paksa tangan Micko memasuki pusat perbelanjaan barang-barang branded.


Di rumah Calista merasa gemetar dan masih bingung, dia juga tidak berani untuk memberitahu pada Kenzo dan Kenzie jika malam ini Micko dan Oma akan datang berkunjung.


"Aku takut kedua Anak-anakku akan menolak perjodohan ini."


"Mommy, kenapa banyak makanan?" tanya Kenzie menatap meja makan yang sudah tertata rapi menu hidangan hasil masakan Calista sendiri.


"Hari ini kita akan kedatangan tamu, om Micko dan Oma nya."


Suara mesin mobil terdengar menderu dihalaman, membuat Anak-anak antusias berlari ingin membukakan pintu rumah untuk menyambut kedatangan Micko dan Oma.


"Selamat datang om Micko, Oma." sapa Anak-anak menyalami keduanya dengan sopan. seketika Marlina terpana melihat ke-dua bocah-bocah tampan yang sangat mengemaskan.

__ADS_1


"Calista, apa mereka berdua ini adalah Anak-anak mu?" tanya Marlina dengan tatapan kagum.


"Iya Oma, mereka adalah Kenzo dan Kenzie."


"Mereka berdua sangat lucu, aku langsung jatuh hati begitu bertemu mereka." ucap Marlina tulus seraya mengelus lembut rambut Kenzie dan Kenzo.


"Oya apa kalian berdua bersedia untuk menjadi cucu-cucuku?" Marlina mencubit gemas kedua pipi Kenzie.


"Kami bersedia Oma." jawab Kenzo tanpa berfikir panjang lagi.


Calista melirik sekilas penampilan Micko makam ini, pria itu terlihat begitu rapi dengan stelan jas hitam melekat ditubuhnya yang atletis.


Senyum merekah tidak hentinya tersungging dibibir Marlina, sudah lama dia merindukan suasana hangat makan malam ditemani Anak-anak yang lucu, sekarang keinginannya sudah terwujud.


"Calista, kamu pasti sudah tahu maksud kedatangan Oma dan Micko malam ini. yaitu melamar mu secara resmi dihadapan Oma dan juga ke-dua anakmu." ucap Marlina, Calista menganggukkan kepalanya pekan sambil melirik kedua anaknya yang terlihat masih bigung.

__ADS_1


"Kenzo dan Kenzie sayang, kalian berdua setujukan jika om Micko menjadi ayah sambung untuk kajian berdua?" ucap Oma penuh harap.


Kenzo dan Kenzie saking pandang, jauh di lubuk hati keduanya sangat menginginkan kedua orang tua mereka bisa bersatu, namun disisi lain keduanya juga tidak ingin egois terhadap kebahagiaan mommy mereka. apalagi hubungan mereka dengan Micko cukup dekat selama ini, bahkan perhatian dan kasih sayang tulus yang Micko berikan sudah seperti sosok ayah kedua bagi mereka. sehingga ke-dua bocah itu menganggukkan kepalanya pelan.


__ADS_2