Menjadi Babbysitter Untuk Anakku

Menjadi Babbysitter Untuk Anakku
Aku tidak akan menyerah


__ADS_3

"Calista, tolong beritahu dengan benar dimana alamat rumahmu. apa kamu mau kita tetap mutar-mutar terus, bahkan ini sudah hampir dua jam lebih." Leo tahu jika Calista sengaja melakukannya dengan tidak memberitahukan dengan benar alamat rumahnya.


"Yah, kamu cari saja sendiri." Jawab Calista berharap Leo bakalan menyerah.


"Aku tidak akan pernah menyerah Calista, bahkan aku sangat senang bisa berduaan terus dengan mu." Leo menyeringai membuat Calista kesal sendiri.


"Baiklah, kamu ikuti saja jalan yang didepan setelah itu belok kanan." jawab Calista memilih untuk menyerah.


"Dasar pria egois, tidak pernah memikirkan perasaan orang lain. aku sangat membencimu Leo." Calista kembali mengumpat.


"Nona Calista, apa Anda sedang berbicara dengan ku?" goda Leo sambil tersenyum melihat wajah Calista yang semakin ditekuk.


"Tidak! tapi dengan seekor rubah besar." jawab Calista seenaknya.


"Ha..ha...kamu benar sayang." Leo tertawa lepas.


"Aku sedang serius tuan!" jawab Calista kesal.

__ADS_1


Mobil Leo akirnya sampai disebuah perumahan cukup mewah, Calista turun terlebih dahulu sebelum Leo memutar tubuh membukakan pintu mobil untuk dirinya.


Dengan ragu Calista berjalan menuju pintu masuk, seorang pengasuh wanita langsung membukakan pintu. seketika dia terpana oleh pesona ketampanan Leo.


Kenzo dan Kenzie yang tengah bermain disalah satu ruangan, langsung berlari penuh semangat begitu melihat kedatangan mommy dan Daddy nya.


"Daddy!"


"Daddy, mommy."


"Ya sayang, akirnya mommy kalian berbaik hati mempertemukan dan mengizinkan Daddy untuk kembali bertemu dengan kalian berdua." jawab Leo memeluk penuh kerinduan ke-dua Anak-anaknya.


"Kami juga merindukan Daddy."


Melihat kedekatan Leo dan Anak-anaknya, rasa takut akan kehilangan ke-dua anaknya membuat Calista geram.


"Leo, aku mengizinkanmu dekat dengan mereka bukan berarti kamu bisa bebas bertemu dan membawa mereka dariku." Calista melipat kedua tangannya seakan memberi kode pada Leo agar bisa menjaga sikap.

__ADS_1


"Jangan takut Calista karena aku tidak sepicik itu, aku tidak akan memaksa mereka berdua, Kenzo dan Kenzie sudah besar dan bisa menentukan pilihan mereka bersamaku atau dengan mu. bahkan aku sangat berharap jika kita bisa tinggal bersama lagi seperti dulu." bujuk Leo.


"Jangan mimpi, setelah kamu mengusir ku lalu kembali membawaku masuk kerumah mu. tidak Leo." Calista kembali teringat kejadian saat dia meninggalkan rumah Leo, dia bersumpah dalam hatinya jika tidak akan pernah menginjakan kakinya dirumah itu lagi.


"Maafkan aku Calista."


Calista masuk kedalam kamarnya, menutup rapat pintu karena dia masih sangat kesal melihat Leo yang tengah asyik bermain bersama kedua putranya.


Setelah menidurkan ke-dua Anak-anaknya Leo pamit kembali pulang, besok dia akan berkunjung lagi. dia tidak takut akan kehilangan Calista lagi, sebab Leo sudah meminta orang-orang kepercayaannya untuk mengawasi rumah Calista.


Leo pergi menuju penginapannya dengan perasaan lega dan bahagia, akirnya perjuangan dalam pencarian Calista dan anaknya sudah membuahkan hasil. meskipun dia harus menurunkan ego dari kebencian dan kemarahan Calista.


"Aku ikhlas menerima penolakan, kemarahan dan kebencian yang kamu tunjukkan Calista, yang penting aku bisa bersama kalian lagi." bathin Leo, senyum tidak pernah luntur dari bibirnya, membayangkan pertemuan mereka barusan.


Besoknya, Leo kembali mengunjungi ke-dua Anak-anaknya saat Calista sedang pergi bekerja. dia membawakan beberapa mainan baru dan makanan kesukaanan Kenzie dan Kenzo. kedua bocah itu menyambut hangat kedatangan sang Daddy.


Melihat kedua anaknya tertawa lepas, Leo terharu dan berjanji pada dirinya sendiri akan membahagiakan kedua anaknya dengan mempersiapkan masa depan yang cerah buat mereka kelak.

__ADS_1


Hampir seharian ini dihabiskan Leo bermain bersama anaknya, bahkan dia tidak menyadari jika Calista telah kembali dari tempatnya bekerja.


***


__ADS_2