
"Calista, Micko. Oma tidak bisa menunggu lebih lama lagi." ucap Marlina menatap Micko dan Calista secara bergantian.
"Apa maksud Oma?"
"Kalian berdua harus segera menikah, dan Oma tidak ingin di undur-undur lagi."
"Tapi aku masih sangat sibuk Oma."
"Micko, dipikiran mu hanya kerja dan kerja, sudah saatnya kamu juga memikirkan diri sendiri dan juga kebahagiaan mu. besok Oma dan Calista akan pergi ke butik mencari gaun pernikahan untuk kalian berdua." ucap Marlina tegas tanpa ingin dibantah Leo maupun Calista lagi.
"Baiklah Oma, kami setuju."
Berita pernikahan Calista dan Micko segera tersebar diberbagai media mengingat Micko bukanlah orang sembarangan, begitu juga dengan undangan pernikahan mereka.
Leo memberanikan dirinya untuk menemui Calista, mungkin ini pertemuan terakhir mereka karena tidak lama lagi pesta mewah pernikahan Calista akan segera dilangsungkan disebuah gedung termegah dipusat kota ini.
"Calista, semoga kamu bahagia dengan pria pilihan mu, aku titip Anak-anak." ucap Leo menundukkan kepalanya dalam.
"Terimakasih Leo, jika kamu mencintai ku tolong kabulkan satu permintaan ku." ucap Calista.
__ADS_1
"Apa?"
"Menikah, dengan begitu kamu juga akan mendapatkan kebahagiaan, sama seperti ku."
"Tidak Calista, karena kebahagiaan ku hanya bersama kalian dan tidak akan pernah berubah sampai kapanpun."
"Cukup Leo, kamu harus move on dan menerima kenyataan jika kita tidak berjodoh."
Leo tersenyum diantara kepahitan, pendirian Calista tidak bisa digoyahkan lagi, hatinya terasa nyeri tidak rela jika Calista dimiliki pria lain, namun dia juga tidak kuasa melawan takdir dan harus ikhlas menerima kenyataan jika Calista bukankah jodohnya.
"Calista, bolehkah aku memeluk mu untuk yang terakhir kalinya." pinta Leo, Calista mengangguk kepalanya dia juga tidak tega melihat wajah menyedihkan Leo yang sangat ingin bersamanya dan Anak-anak.
"Calista, kamu akan terus menjadi wanita yang pertama dan terakhir dihatiku." bisik Leo yang semakin mengeratkan pelukannya, tubuh Calista menegang, entah kenapa dia juga berat berpisah dengan Leo namun dia juga tidak ingin menyakiti Micko.
"Pergilah Leo, temukan kebahagiaan mu sendiri."
Calista tidak mampu membendung air matanya, pandangan mereka bertemu tanpa suara dan ucapan, bibir mereka terkatub erat, mengisyaratkan perasaan yang hanya mereka berdualah yang tahu.
"Calista, terimalah cincin ini. anggap saja sebagai kenang-kenangan dariku yang tidak bisa memiliki mu." Leo mengeluarkan cincin berlian yang sudah lama dia persiapkan untuk Calista.
__ADS_1
"Aku tidak berhak menerima ini Leo."
"Tolong jangan tolak Calista, karena hal ini akan membuat ku semakin hancur, jika kamu tidak bisa memakainya simpan saja, jika suatu saat kamu merindukan aku pandanglah cincin ini." pinta Leo.
"Baiklah Leo."
"Izin kan aku memasangkan di jari manismu, paking tidak untuk makam ini saja."
Calista mengulurkan tangannya, Leo memasangkan cincin berlian yang berpikiran love dijemari manis Calista, terlihat sangat pas dan indah.
"Selamat tinggal Calista!"
"Selamat tinggal Leo."
Pengumuman,
Tunggu season 2 ya, jika banyak pembaca yang like dan vote ðŸ¤ðŸ˜…😅
Nantinya akan lebih seru, dimana perjuangan babang Leo mendapatkan kembali cintanya, setelah terjadi kecelakaan hebat saat malam pernikahan Calista. dimana mobil yang dikendarai Calista dan Micko bertabrakan hebat dengan mobil Leo, sehingga Micko meninggal dalam tragedi tersebut dan Calista hilang ingatan, sehingga membuat penyesalan mendalam dihati Leo.
__ADS_1
Untuk menebus kesalahannya, Leo membawa Calista dan Anak-anaknya keluar negeri, benih cinta kembali bersemi diantara Leo dan Calista...
Akankah Leo dan Calista bisa bersatu lagi?