Menjadi Babbysitter Untuk Anakku

Menjadi Babbysitter Untuk Anakku
Terlalu mengada-ada


__ADS_3

"Kenapa kamu menatap ku seperti ini?"


Calista mengalungkan kedua tangannya didada, saat mata Leo menatap buah dadanya yang terlihat padat berisi meskipun sudah di tutupi pakaian, nampak rahang Leo yang naik turun seulas senyum tersungging di bibirnya. Calista dapat menduga apa yang tengah dipikirkan oleh Leo yang sejatinya sangat mesum.


Leo mendengus kesal pada dirinya sendiri, karena tidak bisa membohongi dirinya. jika dia begitu menyukai semua yang ada pada diri Calista. Leo mengalihkan perhatiannya dari wajah cantik tersebut dengan mengambil dokumen yang masih bertumpuk di meja Calista, berpura-pura membuka lalu memeriksa nya.


"Kamu tidak mengerjakan sama sekali, apa yang aku perintahkan?" Leo mengunci pergerakan Calista.


"Tuan Leo, aku sudah bekerja sebaik mungkin. tapi dokument yang kamu berikan terlalu banyak. sehingga aku tidak bisa mengerjakan nya secara bersamaan dengan tugasku yang lain." balas Calista.


"Kamu berani melawan perintah atasan, tolong jaga sopan santun mu di saat jam kerja berlangsung."


"Maaf jika aku telah lancang, tapi aku rasa di zaman modern ini tidak perlu lagi melakukan pemeriksaan secara manual, karena semuanya sudah serba canggih. sepertinya anda memang sengaja ingin mengerjai ku saja." balas Calista.


"Ini perusahaan milikku, terserah jika aku ingin metode kerjanya seperti apa. sedangkan status mu hanya seorang bawahan yang harus tunduk pada atasan dan peraturan perusahaan." ucap Leo tegas.

__ADS_1


Calista terdiam, meskipun dalam hatinya dia tidak ingin tunduk pada Leo yang mulai semena-mena dan terlalu mengada-ada terhadapnya. namun dia sadar statusnya hanya seorang bawahan sehingga dia tidak berani melawan Leo untuk berdebat lagi, yang penting dia bisa bekerja dan bebas bertemu dengan kedua Anak-anaknya, mengingat mustahil bagi orang seperti Calista melawan seorang Leo yang berkuasa. bagaimanapun dia pasti akan kalah dan bisa-bisa kehilangan semuanya.


"Sabar Calista, tahan dirimu untuk tidak terbawa emosi menghadapi singa buas ini. kamu harus bisa mengambil hatinya, paling tidak sampai tujuan mu dan Anak-anak tercapai. hidup bebas dengan banyak uang tentunya." bathin Calista, seraya merapikan meja kerjanya bersiap-siap untuk istrahat karena waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang.


"Kamu mau kemana?"


"Ini sudah siang, aku ingin istrahat dan makan tuan Leo."


"Tidak bisa, kamu harus menyelesaikan ini terlebih dahulu." Leo menarik tangan Calista yang ingin melangkah menuju pintu keluar.


"Kamu terlalu pintar beralasan."


Leo mengeluarkan ponselnya, menghubungi seseorang.


"Jason, perintahkan OG untuk menyiapkan makan siang untuk dua orang di ruangan Calista sekarang."

__ADS_1


"Baik tuan."


Tidak lama, dua orang OG mengetuk pintu sambil membawa troli berisi makanan dan minuman. Calista sempat terpana karena semua makanan tersebut sesuai dengan seleranya.


"Makanlah sepuasmu agar kamu bisa bekerja dengan baik." perintah Leo.


"Terimakasih tuan, saya sangat senang dengan perhatian kecil darimu." balas Calista tersenyum manis.


"Jangan geer dulu, aku melakukannya karena Kenzo dan Kenzie. aku tidak ingin mereka sedih jika ibunya sakit."


"Semula, aku pikir karena kamu yang menginginkan aku agar tetap sehat dan kuat. agar bisa melihatku setiap saat." ucap Calista seraya menahan senyum lalu mulai menyuap makanannya.


"Kamu terlalu percaya diri, tapi tidak masalah bagiku. karena aku menyukainya." bisik Leo yang tidak ingin berdiam diri saja, dengan menatap gadis yang tengah menikmati minuman segar. dengan gerakan lebih lembut Leo mengecup bibir Calista, sehingga gerakan gadis itu terhenti, mereka larut dengan perasaan masing-masing hingga sebuah suara menyadarkan keduanya.


Ceklek!!

__ADS_1


__ADS_2