Menjadi Babbysitter Untuk Anakku

Menjadi Babbysitter Untuk Anakku
Kedatangan Oma


__ADS_3

Dirumah sakit Micko terlihat resah, tuntutan sang Oma yang menginginkan dirinya untuk segera menikah membuatnya pusing. untuk menolak secara terang-terangan Micko tidak tega, mengingat sang Oma sudah susah payah membesarkannya setelah kedua orang tua Micko meninggal Dunia.


Hari ini Marlina berkunjung kerumah sakit, Micko sudah bisa menduga jika nantinya sang Oma akan kembali menuntut dirinya. sudah banyak wanita cantik yang dia jodohkan dengan cucu kesayangannya itu namun Micko selalu menolak.


Calista dengan senyum ramahnya, mendekati seorang wanita yang melangkah didampingi seorang suster menuju ruangan Micko. dari cara berpakaiannya terlihat jika perempuan berumur tersebut bukanlah dari golongan sembarangan.


"Selamat siang nyonya, ada yang bisa saya bantu?" sapa Calista dengan senyum yang begitu lembut.


"Saya ingin bertemu dengan cucu saya, Micko. apa dia ada?" jawab Marlina dengan pandangan tidak mau lepas menatap wajah ayu Calista, dari ujung kaki sampai ujung rambut.


"Tuan Micko sedang ada pasien, nyonya bisa menunggunya di ruangan tunggu untuk sementara waktu." jawab Calista.


"Kamu siapa, aku baru melihat mu disini!" Oma Marlina menatap wajah Calista dari atas hingga bawah, membuat gadis itu serba salah.


"Aku asisten tuan Micko yang baru." jawab Calista masih dengan senyum termanisnya.

__ADS_1


"Perempuan ini sangat cantik dan juga ramah, dia juga terlihat seperti gadis baik-baik, aku yakin dia adalah orang yang tepat untuk mendampingi cucuku. beda dengan para gadis yang selama ini mendekati Micko, karena ketampanan dan kekayaannya saja." bathin Marlina.


"Siapa namamu nak?" Marlina tiba-tiba berubah menjadi sangat ramah lalu mengakrabkan dirinya pada Calista.


"Calista, nyonya."


"Jangan panggil nyonya, panggil aku dengan sebutan Oma, sama seperti Micko."


"Ba... baiklah Oma." Calista terlihat gugup, dia juga tidak menyangka jika perempuan tua dihadapannya adalah neneknya Micko.


"Ya, masih ada beberapa pekerjaan yang harus saya selesaikan, Oma."


"Aku akan meminta pegawai yang lain untuk menggantikan pekerjaanmu, segarang kamu ikut Oma." ajak Marlina.


"Kemana Oma?"

__ADS_1


"Kamu pasti belum makan siang, Oma akan ajak kamu ke restoran duku sekalian kita ngobrol-ngobrol." ucap Marlina menarik sebelah tangan Calista untuk mengikuti langkahnya, sebenarnya Calista ingin menolak tapi dia tidak enak hati, mengingat Micko selama ini begitu baik terhadapnya dan Anak-anak sehingga Calista berfikir tidak salahnya menyenangkan hati neneknya.


Sampai di restoran Marlina mengajak Calista memasuki ruangan VVIP, bahkan dua memesan banyak makanan berkelas untuk calon cucunya tersebut.


Setelah berbasa-basi, Marlina tidak tahan lagi untuk menanyakan tentang kehidupan Calista, terutama statusnya apakah gadis dihadapannya ini sudah menikah apa belum.


"Calista, apa kamu sudah mempunyai pasangan?"


"Maksud Oma?"


"Apa kamu sudah menikah atau belum."


"Aku belum menikah Oma, tapi aku sudah memiliki dua orang anak." jawab Calista menundukkan kepalanya, sedangkan Oma Marlina menutup mulutnya dengan telapak tangannya tidak percaya dengan penuturan Calista yang begitu berani berterus-terang.


"Ja...ja.. jadi kamu hamil di luar nikah?"

__ADS_1


"Ya Oma, karena suatu kesalahan dimasa lalu." tanpa disadari Calista menceritakan tentang kehidupan masa lalunya sambil berlinangan air mata, Marlina yang semula kaget berubah menjadi sangat mengagumi pribadi Calista yang kuat dan mandiri. refleks Oma Marlina menarik Calista kedalam pelukannya, Calista yang merasa mendapatkan kasih sayang seorang ibu membalas pelukan Marlina dengan penuh haru.


__ADS_2