Menjadi Babbysitter Untuk Anakku

Menjadi Babbysitter Untuk Anakku
Tom and Jerry


__ADS_3

"Kenapa Daddy dan mommy kita, seperti Tom and Jerry ya, sikap keduanya sangat membingungkan." ucap Kenzie.


"Iya, terkadang mereka begitu mesra dan sangat romantis. tapi tiba-tiba bisa berubah saling bermusuhan dan selalu berdebat untuk hal-hal yang tidak penting." balas Kenzo sok dewasa sambil meletakan jari telunjuknya di dahi, seolah-olah tengah berfikir keras.


"Sepertinya kita harus bekerja keras!"


"Apa maksudmu Kenzo?"


"Kita harus bisa menyatukan mereka, lain kali aku akan bilang ke Daddy untuk lebih menghargai mommy, begitu juga sebaliknya. dengan begitu mereka akan akur."


"Aku setuju sekali dengan ide mu, tapi bagaimana jika mereka tidak mau berdamai." ulang Kenzie pesimis.


"Yang penting kita sudah berusaha, selanjutnya terserah mereka berdua. meskipun aku melihat diantara mommy dan Daddy terdapat banyak kecocokan. hanya saja mereka terlalu gengsi untuk mengakuinya." ungkap Kenzo.


"Ha...ha... mereka tidak pernah cocok, selalu berantem setiap bertemu, cocok dari mananya? tidak seperti kita Anak-anaknya yang selalu akur dan kompak." kedua Anak-anak jenius itu sibuk menceritakan kedua orang tua mereka, sambil sesekali tertawa mengingat sikap kedua orangtuanya.


"Aku rasa, seharusnya mommy dan Daddy itu malu melihat kita, Anak-anaknya."


"Bagaimana jika besok kita berkunjung ke perusahaan Daddy?"

__ADS_1


"Untuk apa?"


"Aku ingin melihat sejauh mana, hubungan mereka jika dilingkungan pekerjaan."


"Aku setuju."


***


"Pagi Calista!" sapa Arya, dia sengaja menunggu Calista di lobby agar mereka bisa berbarengan berjalan menuju ruangan kerja.


"Pagi juga Arya."


Arya merasa dikelilingi ribuan bunga-bunga jika berdekatan dengan Calista, namun senyumannya langsung memudar jika teringat Leo, saingan terberat yang tidak akan mampu dia lawan.


"Selamat pagi tuan Leo."


"Pagi." balas Leo membalas sapaan penuh hormat dari mereka.


Sesekali Leo menatap penampilan Calista melalui pantulan kaca, terlihat rapi dan elegan. tak disangka Calista juga melirik kearah yang sama, sehingga pandangan mereka bertemu, Leo tersadar dan segera mengalihkan pandangannya dengan sikap dingin dan cuek yang ditunjukkan nya untuk menutupi perasaan yang tiba-tiba bergemuruh.

__ADS_1


Aktivitas perkantoran dimulai dengan kesibukan masing-masing, tak terasa Calista hampir melupakan jam makan siangnya.


Seorang wanita paruh baya melangkah anggun memasuki gedung perusahaan, semua menundukkan kepalanya hormat menyambut kedatangan nyonya Sarah. meskipun tak muda lagi, namun kecantikan dan kharismatik yang dimiliki oleh Sarah tetap awet.


Begitu sampai dilantai yang dituju, Sarah hanya lewat saja didepan ruangan Leo, karena tujuan nya hanya untuk bertemu dengan Calista yang masih berkutad di depan layar komputer.


"Calista sayang."


"Mami Sarah." ucap Calista tersenyum senang melihat kedatangan Sarah, yang sengaja mengunjunginya ke perusahaan untuk mengantarkan makan siang bagi calon menantu kesayangannya.


"Kamu pasti belum makan siang, ini mami bawain omelet, salad buah dan spaghetti. ini mami yang masak loh."


"Terimakasih mami." menerima dengan antusias.


Leo yang mengetahui kedatangan maminya merasa kesal, karena lebih menyayangi Calista dibandingkan dengan dirinya. sehingga dia mendatangi ruangan Calista, terlihat gadis itu tengah disuapi makan oleh maminya.


"Mami, sebenarnya anakmu siapa sih?"


"Apa maksudmu Leo, datang-datang langsung sewot."

__ADS_1


"Habisnya, mami lebih perhatian pada Calista dibandingkan aku anak mami sendiri."


"Jadi kamu merasa iri ya, makanya nikahin Calista. biar mami bisa lebih bahagia lagi dan bisa adil pada kalian berdua." ucap Sarah.


__ADS_2