
"Calista, meskipun kamu sudah dinyatakan lulus dan diterima bekerja. tapi kamu tetap menjalani proses training selama satu bulan, mengingat kamu tidak memiliki pengalaman kerja yang sifatnya layak untuk mengisi divisi di bidang keuangan di perusahaan besar ku ini." ucap Leo dengan tatapan dingin dan tidak bersahabat.
"Baiklah, saya yakin bisa bekerja dengan baik." jawab Calista, sehingga Sarah ikut tersenyum senang melihat keberanian dan rasa percaya diri yang dimiliki Calista.
"Besok kamu sudah boleh bekerja, mekanisme nya akan diterangkan oleh Arya."
Arya merupakan sahabat sekaligus bawahan Leo, menatap wajah ayu Calista.
"Gadis ini terlihat tenang, tidak seperti kebanyakan gadis-gadis yang mendekati tuan Leo selama ini, dia cukup berani dan memiliki kepercayaan diri yang begitu tinggi. tapi aku masih meragukan kemampuannya?" gumam Arya.
Calista akan bekerja di lantai Dua puluh tujuh, berdekatan dengan ruangan kerja Presdir Leo, ruangan personalia Arya dan ruangan bagian keuangan tempat Calista nantinya.
"Ingat, meskipun kamu diistimewakan oleh mamiku. tapi peraturan perusahaan tetap harus kamu patuhi. jika kamu sampai telat lima menit saja, maka kamu harus mendapatkan hukuman lembur satu jam." terang Leo yang sebenarnya bukan tugasnya untuk mengingatkan Calista melainkan tugas Arya selaku kepala personalia.
"Leo, kamu jangan terlalu keras memperlakukan Calista." sanggah Sarah.
"Mami, bukankah profesionalitas itu harus tetap dijaga dan berlaku untuk semua karyawan tanpa kecuali, bukankah mami sendiri yang dulu membuat peraturan ini." ucap Leo, membuat Sarah terdiam pasrah.
__ADS_1
"Mami tidak masalah, aku akan usahakan untuk disiplin." balas Calista.
Setelah kepergian Calista dan mami Sarah, sekarang tinggal leo dan Arya di ruangan yang sama.
"Arya, apa kamu tidak membantu gadis itu barusan. sehingga dia lulus dari tes yang menurutku sulit baginya, mengingat dia tidak memiliki pengalaman apa-apa dibuang keuangan?" tanya leo penuh selidik, Arya sempat gugup namun dua kembali berhasil menguasai keadaan.
"Sepertinya dia gadis yang luar biasa tuan, cepat tanggap dan mengerti." jawab Arya.
***
"Menurutku sudah oke, sederhana namun elegan. dan tidak seksi seperti mereka. inilah aku yang sesungguhnya."
Calista memuji diri sendiri, kemudian melangkah memasuki lobby yang luas dan sangat nyaman dengan ruangan mewah yang terdapat disetiap sudut ruangan.
Calista tersenyum manis pada orang-orang yang ditemuinya, ini adalah hari pertama Calista bekerja diperusahaan Leo. stelan kantor dan sepatu hak tinggi seakan menambah pesona kecantikan yang dimilikinya membuat semua mata menatap dengan tatapan kagum.
Calista berjalan menuju lift yang sama dengan Arya, tidak dapat dipungkiri jika Arya juga sudah jatuh hati pada pandangan pertama saat bertemu dengan Calista kemaren.
__ADS_1
"Selamat pagi Calista!" sapa Arya tepat ditelinga nya.
"Aaaww!!!"
Calista terlonjak kaget, dia hampir jatuh namun refleks Arya menahan pinggangnya. disaat yang bersamaan Leo datang dan melihat semuanya dengan tatapan tajam. tangan Arya yang masih menempel dipinggang Calista.
Arya yang masih kaget dengan kemunculan Leo, langsung melepaskan tangannya dipinggang Calista begitu saja sehingga gadis itu terjatuh dilantai.
"Aduuuh sakiiit!"
Calista berusaha bangkit, seraya memegangi pinggang nya.
"So...sorry Calista, aku benar-benar tidak sengaja." ucap Arya serba salah, sedangkan Leo bersikap cuek berjalan angkuh menuju ruangan kerjanya.
"Aku ngak papa kok." ucap Calista mengibas tangan Arya yang berusaha membantu nya kembali setelah Leo mulai menjauh.
"Aku minta maaf Calista, semua terjadi begitu saja." ucap Arya merasa bersalah, sedangkan Calista tersenyum manis meyakinkan Arya jika dia tidak mempermasalahkannya lagi.
__ADS_1