
"Aaaahh...aku tidak tahan lagi, tubuh Calista benar-benar menggoda dan tidak bisa membuat ku berfikir jernih, apalagi memimpin rapat." Leo segera menunju kamar mandi untuk menuntaskan sesuatu yang semakin ditahan semakin mendesak untuk nya segera menyelesaikan sendiri. dia merutuki dirinya yang begitu mudah tergoda oleh tubuh Calista.
Setelah puas dengan fantasi liarnya, Leo mengguyur tubuhnya dengan air shower yang terasa begitu sejuk menyentuh kulitnya, setelah itu dia kembali berpakaian rapi kayaknya baterai yang sudah terisi penuh.
Langkah dan semangat Leo kembali bangkit menuju ruang rapat yang seketika hening begitu Leo masuk dan duduk di kursi kebesarannya.
Rambut basah dan pakaian yang berbeda, terlihat jauh lebih segar dan bersemangat. membuat semua mata menyimpan tanda tanya, terutama sekertaris Mona, namun tidak ada satupun yang berani bersuara.
"Mona, silahkan mulai presentasi mu." ucap asisten Jason.
Leo memperhatikan seksama, begitu juga dengan usulan dan pendapat dari peserta rapat lainya, setelah itu mereka siap mendengarkan apa keputusan akhir yang akan diambil oleh sang Presdir yang kembali fokus pada pokok permasalahan.
"Oke, untuk hari ini saya rasa sudah cukup. untuk keputusannya akan kita bahas dalam rapat berikut yang akan melibatkan beberapa Tim produksi." jawab Leo, semua bernafas lega karena sudah bisa pulang kerumah masing-masing setelah hampir seharian penuh menghabiskan waktu dengan bekerja.
Dikediaman Leo, Sarah sengaja meminta Kenzo dan Kenzie untuk membujuk sang mommy agar kembali berkunjung kerumah mereka. Calista yang tidak bisa menolak dengan senang hati langsung kesana.
__ADS_1
"Mommy, kami merindukan masakan mommy." ucap Kenzo dengan wajah penuh harap.
"Oke, mommy akan memasak makanan kesukaan kalian berdua, tunggu ya mommy akan menyiapkan bahan-bahan nya dulu." Calista yang sudah terbiasa dengan suasana dapur rumah Sarah, tidak canggung lagi.
"Calista sayang, apa kamu perlu bantuan mami." ucap Sarah menghampiri.
"Boleh mi."
Calista dan Sarah mulai memasak, Sarah sengaja meminta Calista untuk memasak makanan kesukaan Leo, berharap setelah menikah nanti Calista sudah hafal dan bisa memasak makanan untuk suaminya.
Malamnya, Leo baru sampai dirumah, dimeja makan sudah berkumpul semua anggota keluarganya, dan juga Calista. wanita yang sudah membuatnya tidak bisa berfikir jernih seharian ini.
"Daddy, ayo kita makan malam bersama. karena hari ini mommy sengaja masak spesial untuk kita." ucap Kenzie bersemangat.
"Daddy tidak lapar, kalian lanjutkan saja makanya." ucap Leo yang masih berusaha menjaga image dihadapan Calista, apalagi harus memakan masakan gadis itu.
__ADS_1
"Yah, sayang sekali. padahal Calista udah bela-belain masak enak lho." ucap sindir Sarah.
Leo melirik kearah meja makan, sudah tersusun rapi beraneka makanan. semua terlihat lezat dan mengiurkan, membuat perut Leo seketika berbunyi nyaring karena tidak bisa untuk diajak kompromi lagi.
"Kruuggg...!!!
"Kruuggg..."
Leo refleks memegangi perutnya dengan wajah memerah, pria tampan itu akhirnya mengalah dan sambil menahan malu karena melihat semua menahan senyum ke arahnya.
Leo berusaha bersikap cuek, mengambil piring dan mengisi dengan banyak makanan. Leo makan dengan lahapnya, karena masakan Calista begitu sesuai dengan seleranya, hingga perutnya kekenyangannya.
"Daddy, masakan mommy enakan?"
"Tidak! biasa aja." Leo segera minum, lalu membersihkan bibirnya dengan tissue.
__ADS_1
"Tapi kenapa Daddy makan banyak sekali, berbeda dari biasanya?" ucap Kenzo, membuat semua orang ingin tertawa lepas melihat wajah tegang dan kesal Leo, yang menurut mereka sangat lucu.
"Dasar pria egois dan munafik, bibirnya berkata tidak suka, namun tindakan dan lidahnya berkata lain." gumam Calista, menahan senyumnya.