Menjadi Babbysitter Untuk Anakku

Menjadi Babbysitter Untuk Anakku
Aku pasti bisa menemukanmu


__ADS_3

Calista terdiam beberapa saat, bagaimanapun dia tidak dapat menyembunyikan rasa khawatirnya, sehingga terlihat jelas dari ekspresi wajahnya, sehingga kedua Anak-anaknya yang mengerti kegundahan sang mommy, berusaha terus membujuk dan menyakinkan jika semua pasti akan baik-baik saja.


"Sudah malam, sebaiknya kita istrahat lalu tidur." ajak Calista mengiringi kedua anaknya menuju kamar mereka masing-masing.


"Mommy, malam ini bolehkah kami tidur bersama mommy saja." bergelayut manja.


"Boleh sayang."


Calista tidak bisa memejamkan matanya, setelah memastikan kedua Anak-anaknya tertidur pulas. Calista bangkit dari ranjangnya.


Sedangkan ditempat lain Leo terlihat larut dalam kesedihannya, memeluk mainan kesayangan kedua anaknya dengan perasaan hampa.


"Kenzo, Kenzie. kenapa kalian tega meninggalkan Daddy?"


Seketika bayangan senyum kemenangan Calista, membuat rahang Leo mengeras, Saat ini dia sangat membenci Calista dengan kobaran kemarahan yang semakin besar dalam hatinya, sehingga Leo membanting apapun yang ada dihadapannya untuk melampiaskan kekesalannya.


Gisela yang mendengar keributan dari kamar Leo segera berlari menghampirinya, dia sempat syok melihat kamar Leo yang sudah berantakan seperti kapal pecah. Meskipun begitu dalam hatinya tersenyum bahagia melihat Leo yang begitu membenci Calista.


"Kak Leo, tolong tenangkan dirimu. aku yakin semua pasti akan baik-baik saja." berusaha sok peduli dengan nada suara yang dibuat selembut mungkin, berjalan kearah Leo.

__ADS_1


Leo tidak melirik sedikitpun kearah Gisela, kedatangan gadis itu tidak membawa pengaruh apa-apa baginya, malah memperburuk suasana hatinya saja.


"Kak Leo, ada aku disini yang akan selalu menemani dan mendukung mu."


"Keluarlah Gisela, ini bukan urusanmu dan jangan ikut campur." bentak Leo.


Gisela yang mendapatkan bentakan hanya tersenyum sinis, dia sudah kebal dengan suara bentakan dan penolakan dari Nick selama ini, sehingga dia terlihat santai dalam menghadapi emosi Leo.


"Kak Leo percayalah, aku tulus dan sangat peduli padamu." Gisela bergelayut manja di lengan Leo, namun pria itu segera mengibaskan tangannya kesal lalu menjaga jarak dari Gisela.


"Jika kau benar-benar peduli, cepat bantu temukan kedua Anak-anakku dan bawa mereka kerumah ini lagi." teriak Leo.


"Aku percaya padamu, tolong pegang kata-kata mu." ucap Leo sedikit lega karena dia yakin Gisela pasti bisa melakukannya.


Sebenarnya Leo bisa menyuruh orang-orangnya untuk menemukan dan membawa anak-anaknya pulang, namun dia tidak ingin cara kekerasannya akan membuat kedua anaknya semakin membenci dirinya, mungkin dengan bantuan Gisela akan mempermudah segalanya pikir Leo yang tiba-tiba tersenyum.


***


"Cepat pak, kita ikuti taxi yang didepan." perintah Grace begitu melihat Calista keluar dari pusat perbelanjaan dan langsung masuk kedalam taxi yang mengantarkannya pulang ke apartemen. senyum kemenangan terpancar dari bibir Grace yang licik.

__ADS_1


Mobil Grace terus mengikuti taxi yang ditumpangi Calista dari jarak yang tidak terlalu dekat agar tidak menimbulkan kecurigaan. sehingga semua bisa berjalan lancar seperti yang diharapkannya.


Mobil itu berhenti di pinggir kota tepatnya disebuah apartemen tua yang terlihat nyaman untuk ditempati dari hiruk-pikuk perkotaan yang padat. Grace bersembunyi memperhatikan gerak-gerik Calista yang memperhatikan sekitarnya sebelum memasuki apartemen.


"Mommy pulang!" teriak Calista seraya meletakan tas belanjaan yang berisi makanan pokok mereka untuk beberapa hari kedepanya.


"Mommy, apa tidak ada yang mengikuti atau masalah yang mommy temui diluaran?" tanya Kenzo kawathir.


"Tidak sayang, karena mommy perginya juga tidak lama, dan masih disekitaran pinggir kota kecil ini." terang Calista yakin.


"Syukurlah."


Tidak begitu lama pintu dibuka paksa dari luar, nampak sosok Gisela tersenyum jahat menatap kearah ibu dan anak yang terlonjak kaget saat melihat kedatangannya.


"Gisela!"


"Ya, aku tidak menyangka kehidupan mu berubah menyedihkan setelah berhasil kabur dengan membawa anak-anak Leo." ucap Gisela tersenyum sinis, dia maju namun belum sempat dua mendekat Calista terlebih dahulu mendorong tubuhnya hingga jatuh.


"Anak-anak cepat masuk kamar, biar mommy yang akan menghadapi perempuan ular ini." teriak Calista saat Grace maju ingin menghadangnya.

__ADS_1


"Sialan kamu Calista."


__ADS_2