Menjadi Babbysitter Untuk Anakku

Menjadi Babbysitter Untuk Anakku
Tinggallah bersama ku


__ADS_3

"Baiklah, apapun akan mommy lakukan asalkan bisa dekat dengan kalian, Anak-anakku."


"Mommy, apa kakimu masih sakit?" tanya Kenzie saat melihat langkah kaki Calista yang terlihat masih sedikit pincang.


"Tidak sayang, tapi mommy masih hati-hati untuk menginjakanya ditanah, kamu tidak perlu terlalu mengkawathir kan mommy, sayang." jawab Calista tersenyum manis.


"Mommy, apapun yang terjadi, segera beritahukan padaku. aku sebagai anak laki-laki siap membantu dan melindungi mu." ucap Kenzo, yang membuat sang mommy tersenyum bangga melihat rasa tanggung jawab putra bungsunya diusia mereka yang masih kecil-kecil.


Leo tiba-tiba merangkul pinggang Calista, sontak gadis itu terlonjak kaget.


"Leo lepaskan, apa kamu tidak malu memperlakukan aku seperti ini di hadapan Anak-anak?" bisik Calista seraya berusaha menyingkirkan tangan Leo.


"Aku hanya berniat baik ingin membantumu, menurutlah, aku akan menunjukkan sebuah kamar khusus untuk mu dirumah ku ini." Leo menuntun langkah kaki Calista menuju sebuah kamar.


Ceklek!

__ADS_1


"Apa kamu menyukai kamar ini?"


"Ya, sangat luas dan mewah. Leo aku merasa kamu memperlakukan aku terlalu istimewa."


"Tidak, tapi aku melakukan semua ini demi Anak-anak, Kenzo dan Kenzie."


"Apapun itu, aku sangat berterimakasih padamu." ucap Calista.


"Aku ingin, kamu mengucapkan rasa terimakasih dengan cara yang benar!" Leo tersenyum nakal, apalagi di kamar ini tinggal mereka berdua saja.


Leo semakin mendekat, sebelah tangannya terangkat menyapu lembut bibir tipis dan seksi milik Calista. tanpa gadis itu sanggup menepisnya, Calista kembali terhipnotis oleh ketampanan Leo yang berdiri tepat dihadapannya dengan jarak yang begitu dekat.


Perhatian Calista tertuju pada wajah tampan, dengan jambang tipis disekitar wajahnya. Leo terlihat maskulin dengan senyuman nya, tatapan mata mereka bertemu seolah-olah ingin menyampaikan perasaan mereka masing-masing. dengan debaran aneh dan detak jantung mereka yang seirama menyenandungkan nada cinta. Leo semakin mendekat hingga tubuh mungil Calista sudah berada dalam dekapan hangatnya.


"Jangan Leo!"

__ADS_1


Penolakan Calista yang terkesan setengah-setengah, membuat Leo semakin tertantang. matanya kembali menatap bibir Calista yang basah, mengecupnya dengan lembut dan penuh perasaan. meskipun kedua tangan Calista ingin mendorong tubuhnya, namun tenaganya kalah banyak oleh tubuh Leo yang kuat dan kekar.


Leo terus menelusuri wajah cantik Calista dengan ciumannya, seolah tidak ingin terlewat sedikitpun. dengan kedua tangannya yang mulai tidak mau diam. seketika Calista berhasil mencapai kesadarannya kembali, lalu mendorong keras tubuh Leo keluar dari kamar, lalu mengunci pintu kamar dengan cepat.


"Calista, kenapa kamu mengusir ku?" ucap Leo tidak terima.


"Kamu sudah keterlaluan Leo, aku tidak suka caramu memperlakukan aku seperti ini."


"Calista maafkan aku, tapi ini yang kamu mau kan?"


"Stop Leo, kamulah yang selalu memanfaatkan keadaan ku yang tidak berdaya." Calista sangat marah dan tidak terima tuduhan Leo.


"Jangan munafik Calista, jujurlah jika kamu sangat menginginkan aku. sengaja memanfaatkan kesempatan dengan mengambil perhatian semua orang, terutama orang tuaku dan Anak-anak. agar bisa dekat dengan ku." teriak Leo, lalu tersenyum sinis berjalan menuju kamarnya sendiri, sedangkan Calista mengepal kan tangannya geram, meskipun dia sudah memejamkan mata dan mengalihkan perhatian nya, namun tetap tidak bisa, rasa kesalnya pada Leo masih mencapai level sepuluh.


"Kamu pikir kamu siapa Leo, aku pastikan setelah ini kamu akan tergila-gila dengan sendirinya padaku, saat itulah aku akan buktikan siapa aku yang sesungguhnya."

__ADS_1


__ADS_2