
Kesabaran Calista sudah mencapai puncaknya, apalagi melihat usaha perempuan itu dalam menemukan persembunyiannya, Calista menarik kuat rambut panjang Gisela, namun naas sebelah kaki Gisela terangkat lalu menendang tubuh Calista hingga jatuh terjungkal dilantai.
Melihat hal itu, Kenzie dan Kenzo tidak tinggal diam melihat ibu mereka disakiti. Keduanya ikut membantu sang mommy.
"Mommy, apa kamu tidak apa-apa?"
"Tidak sayang, mommy baik-baik saja."
"Hey Tante, terimalah pembalasan dari ku, karena telah menyakiti mommy kami." bentak Kenzo geram.
Sebelum Gisela berhasil bangkit kembali, mereka langsung menyambar tali untuk mengikat ke-dua tangan perempuan itu kebelakang.
"Dasar bocah, beraninya kalian bertiga mengeroyok ku!" umpat Gisela.
"Ini belum seberapa Tante, bahkan kami bisa lebih jahat lagi padamu." ucap Kenzo dengan tatapan murka dan senyuman sinisnya.
"Siapa kamu sesungguhnya, karena aku merasa tidak mempunyai masalah dengan perempuan seperti mu!" Calista mengerutkan keningnya penasaran.
__ADS_1
"Kamu tidak perlu tahu siapa aku sesungguhnya, yang jelas aku tidak menyukai mu termasuk ke-dua bocah-bocah nakal ini." balas Gisela dengan tatapan penuh kebencian.
"Oke, untuk memastikan siapa kamu sebenarnya. terpaksa aku memeriksanya sendiri."
Calista merebut paksa tas Gisela, dimana perempuan itu tidak bisa berbuat banyak untuk mempertahankan tasnya karena kedua tangannya terikat.
"Calista, kamu tidak bisa membuka tasku begitu saja, apalagi dihadapan Anak-anakmu, dimana letak sopan santunmu." teriak Gisela yang mulai ketakutan jika jati dirinya sebagai Grace akan terbongkar.
"Aku tidak peduli, karena semua ini kamu yang memulainya terlebih dahulu." balas Calista mulai membuka resleting tas berwarna hitam tersebut.
"Aku mohon jangan buka tas itu, aku janji tidak akan mengusik kehidupanmu dan Anak-anak. Asalkan kamu mau bekerjasama denganku." pinta Grace.
"Grace, ternyata kamu adalah Grace?" Calista syok, dia tidak menyangka sama sekali sahabat baiknya dulu begitu berambisi ingin menghancurkan hidup nya.
"Ya, aku memang Grace."
"Untuk apa kamu melakukan semua ini Grace, belum cukupkah kamu mengambil Nick dengan menghancurkan harapan besar indahnya pernikahan kami."
__ADS_1
"Ya Calista, karena selama ini aku selalu iri melihat kebahagiaan dan keberuntungan mu. aku memang berhasil mendapatkan tubuh Nick, tapi tidak dengan hatinya hick...hick..." Grace menagis semua itu tidak luput dari rekaman Kenzie yang ingin memperlihatkan pada Leo nantinya, jika Wanita yang sudah dipercaya nya tidak lebih dari seorang pecundang besar.
"Aku dan Nick hanya bagian dari masa lalu, tapi kenapa kamu masih ingin mengusik hidup ku, kenapa Grace? kurang baik apa aku selama ini padamu?"
"Aku sakit hati Calista, sehingga aku juga ingin kamu merasakan apa yang sudah aku rasakan selama ini, dicampakkan oleh Pria yang kita cinta. aku juga ingin merebut Leo darimu, dengan mengaku-ngaku sebagai gadis kecil anak seorang bapak yang sudah menolong nya dulu."
"Apa? jadi dia adalah kak Leo ku, dan kamu mengada-ada dan memanfaatkan cerita masa laluku dengan menyamar sebagai diriku yang dulu?" Ucap Calista yang masih terkejut tidak menyangka jika Leo yang pernah diselamatkan oleh ayahnya, dulu, semula Calista begitu mengagumi sosok Leo, namun sekarang rasa kagum dihati Calista sudah memudar dan berganti rasa kesal dan benci.
"Maafkan aku Calista, sekarang kamu sudah mengetahui semuanya. tolong lepaskan aku dan rahasiakan semua ini dari Leo. jika tidak dia pasti akan membunuhku, Calista." pinta Grace dengan air mata berlinang.
"Aku tidak peduli, itu adalah resiko yang harus kamu terima sebagai seorang penipu."
"Tante, aku sudah merekam semuanya. setelah kami berhasil pergi jauh dari Daddy. maka aku akan mengirimkan bukti rekaman ini agar dia bisa menyesali kebodohannya yang mudah percaya padamu."
"Tidak! tolong aku."
"Ayo sayang, kita harus segera meninggalkan negara ini. sebelum Daddy datang dan merebut kalian dari mommy."
__ADS_1
"Ya, kami akan ikut kemanapun mommy pergi."
Setelah selesai berkemas, Calista dan ke-dua Anak-anaknya segera menuju airport. meninggalkan Gisela yang masih meronta-ronta meminta ikatan tangannya dilepas.