Menjadi Babbysitter Untuk Anakku

Menjadi Babbysitter Untuk Anakku
Jangan tinggalkan aku


__ADS_3

Calista tersenyum bahagia hari-harinya menjadi lebih berwarna, sedikit banyak kesibukannya sudah mampu menghapus sosok Leo dan kenangan buruk mereka.


"Mommy, ayo ikut bergabung bersama kami." teriak Kenzo melambaikan tangannya.


Calista membalas lambaian tangannya, tersenyum menatap Anak-anaknya yang tengah bermain bola bersama Micko, hari ini adalah hari libur sehingga Calista ingin menebus waktunya dengan bermain bersama Kenzo dan Kenzie.


"Anak-anakku, kalian berdua adalah anugrah terindah, penyemangat dan kekuatan terbesar dalam kehidupan mommy. bagaimanapun mommy harus menjadi wanita yang kuat dan hebat untuk kalian berdua, semoga kalian tetap bahagia menjalani kehidupan ini." Calista mengusap air mata harunya.


"Calista, kamu kenapa menagis?" tanya Micko menghampirinya.


"Ini adalah tangisan bahagia Micko, setelah melihat tumbuh kembang anakku. aku juga sangat berterimakasih padamu Micko karena telah banyak membantu kami selama ini. aku ingin tetap bekerja hi ucap Calista mengusap air matanya.


"Calista, aku sudah sering mengatakan jangan anggap aku orang lain, kita adalah sahabat yang akan saling membantu, dan jangan pernah merasa berhutang Budi padaku, karena aku tulus melakukan semuanya." ucap Micko.


"Mommy!"


Kenzo dan Kenzie ikut berlari kearah Calista, sambil membawa layangan mereka masing-masing.


"Apa kalian sudah puas bermainnya." tanya Calista melihat kedua anaknya mengeluarkan keringat setelah puas main bola dan diteruskan dengan layang-layangan.

__ADS_1


"Untuk hari ini sudah cukup mommy."


"Om Micko terimakasih karena sudah mengajak kami bermain dengan permainan yang seru-seru." ucap Kenzo bersemangat.


"Tentu, lain kali om akan ajak kalian kepusat permainan khusus anak-anak, bagaimana?"


"Mau...mau banget Om."


"Oke, tapi sekarang kita pulang dulu berhubungan sudah sangat sore." ajak Micko mengiringi mereka menuju mobilnya.


"Micko jangan terlalu memanjakan mereka, aku tidak ingin kamu direpotkan terus."


Seharian dihabiskan Leo berkeliling pusat kota, berharap bisa menemukan sosok yang begitu mirip dengan Calista, bahkan dia tidak konsentrasi lagi melanjutkan kerjasama bisnisnya yang sengaja diadakan di negara ini.


"Aku sudah lelah mencari kalian, maafkan aku yang mungkin terlalu egois selama ini." gumam Leo menghentikan mobilnya disebuah klub.


Suara dentuman musik yang memekakkan telinga tidak menyurutkan langkah kaki Leo, dia memesan banyak minuman berkelas. banyak gadis cantik berusaha untuk mendekati Leo, namun semua ditolaknya. malam ini Leo tidak ingin diganggu oleh siapapun termasuk asisten pribadinya yang berusaha untuk mengingat jika dia sudah terlalu banyak minum.


"Tuan Leo, anda sudah terlalu banyak minum. sebaiknya kita kembali ke penginapan." bujuk asisten Jason hati-hati takut Leo akan marah.

__ADS_1


"Diam kamu Jason, jangan ikut campur urusanku, jika kamu ingin pergi ya pergi saja jangan pedulikan aku." tolak Leo.


Leo yang sudah mabuk berat mulai menceracau tidak menentu, mau tidak mau Jason terpaksa memapah tubuhnya menuju mobil.


"Tuan, anda selalu membuatku kerepotan." umpat Jason kewalahan memapah tubuh Leo yang tinggi besar tidak sebanding dengan tubuhnya yang tinggi kurus.


Jason mengemudikan mobil langsung ke penginapan mereka, begitu sampai di lobby Jason berusaha membangunkan Leo, namun usahanya sia-sia pria itu tidak bergeming sama sekali, sehingga dia kembali bekerja keras memapah Leo menuju kamar tidurnya.


Saat hendak berbalik , tiba-tibaason ditarik paksa oleh Leo hingga Jason jatuh di atas tubuh kekar Leo.


"Calista jangan pergi, jangan tinggalkan aku." ceracau Leo.


"Tuan...tuan jangan tuan, aku bukan Calista." ucap Jason mulai ketakutan dan keringat dingin, dia berusaha bangkit namun Leo selalu berhasil menangkap tubuhnya.


Leo yang sudah terpengaruh minuman keras, melihat apa yang dihadapanya adalah Calista, sehingga dia begitu bergairah.


"Calista, jangan pergi sayang."


***

__ADS_1


__ADS_2