Menjadi Babbysitter Untuk Anakku

Menjadi Babbysitter Untuk Anakku
Memanfaatkan kesempatan


__ADS_3

"Aku merasa jika kedatangan Gisela kerumah ini dengan tujuan tertentu, tapi kenapa Leo begitu mudahnya percaya pada gadis itu, apa karena dia jauh lebih cantik dibandingkan aku?"


Calista menjadi resah, dia tidak bisa memejamkan matanya. lalu dia membuang nafas pelan, jauh di lubuk hati terdalamnya ada kesedihan. ingin sekali Calista mengingatkan Leo agar berhati-hati terhadap Gisela, namun rasa gengsi mematahkan keinginan nya tersebut, Leo pasti akan menunduhnya jika dia cemburu buta.


"Ya Tuhan, apakah ini perasaanku saja. yang beranggapan jika Gisela dan Grace adalah orang yang sama, suaranya dan tatapan nya sama persis. meskipun bentuk wajah mereka berbeda."


Apa yang dirasakan Calista, tidak jauh beda dengan apa yang dirasakan oleh kedua Anak-anaknya Kenzo dan Kenzie. dua kakak beradik ini mulai merencanakan sesuatu agar Gisela tidak betah tinggal dirumah besar mereka dan segera angkat kaki.


Bahkan keduanya selalu menunjukkan sikap dingin dan tidak bersahabat terhadap Gisela, meskipun Leo dan Oma Sarah meminta mereka untuk tetap menghormati orang yang lebih tua, apalagi pada seseorang yang sudah menyelamatkan Daddy mereka dari ancaman maut.


Gisela sengaja memanfaatkan kondisi tangannya yang sakit untuk menarik perhatian Leo, meskipun sudah disediakan perawat dan pelayan khusus untuk membantunya, namun dia tetap meminta Leo dengan manja membantu menyuapi makan, minum obat, jika tidak malu pada Sarah. ingin rasanya Gisela meminta Leo sekalian membantu untuk menggantikan pakainya.


Sejauh ini, Leo masih menuruti keinginan dan permintaan Gisela, dia masih percaya jika Gisela adalah gadis kecil yang begitu dia sukai dulu. ditambah lagi sikap Gisela yang begitu peduli padanya.


Leo tersenyum miring, begitu melihat bayangan Calista yang tengah bersembunyi dibalik tirai. mengintip dirinya yang sedang membantu Gisela meminum obatnya.


"Gisela, aku keluar dulu." Leo bangkit dari duduknya.

__ADS_1


"Kakak, apa kamu tidak bisa menemaniku lebih lama lagi?" pinta Gisela yang masih ingin berduaan dengan Leo.


"Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan, nanti aku akan kesini lagi."


"Baiklah kak, terimakasih karena sudah begitu perhatian padaku." Gisela tersenyum manis.


Diluar kamar, Calista berusaha mempertajam pendengarannya. dia penasaran dengan apa yang sedang dibicarakan Leo dan gadis itu.


"Aku harus mencari tahu, jangan-jangan dia adalah Grace yang bekerjasama dengan Leo untuk menjatuhkan aku, setelah itu Leo mengambil kedua Anak-anakku." pikir Calista, namun dua tidak bisa mendengar percakapan Gisela dengan Leo lagi, dia tidak mengetahui jika Leo sudah berdiri dibelakangnya.


"Leo, lepaskan!"


"Sekarang katakan padaku, apa tujuanmu menguping dan mengintip kami secara diam-diam?" hadang Leo.


"Aku cuma merasa pernah mengenal Gisela sebelumnya, cuma itu tidak lebih."


"Alasanmu terlalu konyol, apa kamu cemburu?"

__ADS_1


Leo mengunci pergerakan Calista, dia menyunging kan senyum nakalnya sambil menatap bibir Calista.


"Aku tidak cemburu, kamu jangan terlalu ke geeran." Calista mengalihkan pandangan kerah lain.


"Tatap aku, jika sedang berbicara." Leo menarik dagu Calista keatas agar pandangan mata mereka bertemu.


DEGH!!


Netra keduanya bertemu, menciptakan sebuah perasaan yang hangat dan nyaman. Leo kembali terpesona akan kecantikan Calista. meskipun tatapan Leo masih menjadi misteri baginya.


Detak jantung mereka saling berdetak, Leo menahan Saliva nya saat dadanya yang kekar bertabrakan dengan dua gundukan kenyal dan besar milik Calista.


"Leo, apa yang ingin kamu lakukan?"


"Menuruti apa yang kamu inginkan!" tersenyum, namun kedua tangannya mulai mengelus lembut setiap lekukan tubuh Calista yang begitu menggoda. keduanya begitu dekat tanpa jarak lagi, bahkan Leo semakin menempelkan tubuhnya aroma mint tarikan nafas Leo menyentuh kulit wajah Calista.


"Dasar cabul kamu Leo, jangan pernah lecehkan aku lagi." seketika Calista mendorong kasar tubuh Leo, namun naas baginya. Leo yang hendak jatuh menarik tangan Calista, sehingga refleks mereka jatuh berdua diatas sofa empuk, dengan posisi Calista menindih tubuh Leo dari atas.

__ADS_1


__ADS_2