Menjadi Babbysitter Untuk Anakku

Menjadi Babbysitter Untuk Anakku
Acting mami


__ADS_3

Melihat sikap anaknya yang keras kepala dan masih berusaha menutupi perasaannya, Sarah mulai mengatur rencana. dia yakin ke-dua cucu-cucunya pasti mendukung keinginan nya tersebut.


"Aduh .....,, kepala Mami tiba-tiba pusing." berakting seolah-olah ingin oleng dan jatuh dari kursi.


"Mami kenapa?" Leo segera menghampiri maminya.


"Leo, sepertinya penyakit mommy kembali kambuh." ucap papi yang mendukung acting sang istri.


"Mami langsung istrahat dikamar ya!"


Dengan gerakan refleks Leo, langsung mengendong tubuh mami Sarah. menuju kamar nya. semua mengikuti langkah Leo, termasuk Kenzie dan Kenzo.


Calista membantu Sarah meminum obatnya, di saat itu juga secara tidak sadar tangan Leo dan Calista berdempetan menopang tubuh mami untuk duduk dengan benar. pandangan mata Calista dan Leo bertemu, seolah-olah bahasa tubuh mereka sangat menikmati sentuhan tidak sengaja itu, Leo merasa begitu nyaman dan bahagia bisa bersentuhan dengan kulit tangan Calista yang lembut, begitu juga sebaliknya Calista merasa jantungnya berdetak cepat merasa kan hangat tangan Leo yang menghimpit tangannya.


Sarah tersenyum melihat Calista dan Leo, keduanya langsung tersadar dan menarik tangan mereka kembali, namun tiba-tiba Mami Sarah mengeluh kesakitan.

__ADS_1


"Aduh.., ayo kalian berdua bantu Mami untuk berbaring kembali, dengan istrahat pusing mami akan hilang dengan sendirinya." ucap Mami Sarah mengedipkan mata ke arah Kenzo dan Kenzie.


"Ooo ternyata oma berakting lagi, untuk mendekatkan mommy dan Daddy kita." bisik Kenzo.


"Bagus lah, agar keduanya segera menikah." Kenzie.


"Sebenarnya Mami sakit apa sich?" Calista merasa penasaran karena Mami Sarah terlihat sehat dan bugar.


"Sebenarnya Mami sakit? gimana ya... Calista susah untuk menjelaskan nya, karena kamu tidak akan paham penyakit pikiran seorang ibu yang menggantungkan harapan besar terhadap anak satu-satunya." ucap Sarah melirik kearah Leo.


"Ya udah Mama istrahat saja, Calista keluar dulu." bersiap ingin pergi meninggalkan kamar, namun tangannya tiba-tiba ditarik Sarah.


Sementara Leo masih duduk di samping sebelah kiri Mami yang masih terbaring, dia tahu ini semua sandiwara maminya saja.


"Mami, aku sudah menghubungi rumah sakit terbaik, dengan para dokter yang sudah berpengalaman untuk menangani penyakit mami." ucap Leo.

__ADS_1


"Mami tidak mau pergi kerumah sakit, mereka tidak akan bisa menyembuhkan penyakit yang mami rasakan." membuang muka kerah lain.


"Ayolah, agar mami cepat sembuh." bujuk Leo.


"Leo, jika kamu ingin mani cepat sembuh. maka obatnya cuma satu. lakukan satu hal yang bisa membuat mami bahagia maka mami akan sembuh dengan sendirinya." ucap Sarah.


"Apa maksud mam?" ucap Leo sambil melirik kearah Calista, yang juga terlihat penasaran.


Sarah menarik nafas berat, lalu meminta kedua cucunya untuk ikut mendekat. setelah mereka berbisik-bisik beberapa saat, nampak Kenzo dan Kenzie menganggukkan kepalanya berbarengan. membuat Leo semakin penasaran dengan rencana terselubung diantara mereka.


"Mami ingin kamu dan Calista memulai hubungan lebih baik lagi demi Anak-anak. jangan keseringan berantem, mulailah untuk memperbaikinya dengan berdamai."


"Jangan berbelit-belit mi, apa tujuan mami berbicara seperti ini. bukankah kita tengah membahas penyakit mami," ucap Leo.


"Mami ingin kamu dan Calista, menikah secepatnya." ucap Sarah langsung pada pokok permasalahan yang terus mengaggu pikiran nya.

__ADS_1


"Apa?" jawab Leo dan Calista hampir bersamaan.


"Duh kompaknya, itu sebagai tanda jika kalian berdua sebenarnya berjodoh." ucap mami tersenyum simpul.


__ADS_2