Menjadi Babbysitter Untuk Anakku

Menjadi Babbysitter Untuk Anakku
Berhasil Kabur


__ADS_3

"Daddy, aku sudah berhasil melacak keberadaan mommy melalui aplikasi GPS. yang terpasang di ponsel mommy." ucap Kenzie.


"Oke, kita akan segera ke lokasi. menemukan mommy."


"Daddy, apa aku boleh ikut." ucap Kenzo.


"Tentu, kita akan sama-sama melakukan pencarian."


Mau tidak mau, Leo terpaksa melibatkan kedua Anak-anaknya dalam proses pencarian Calista, meskipun begitu Leo tetap memerintahkan orang-orangnya untuk ikut membantu.


***


Disebuah villa, Calista masih berjuang untuk bisa lepas dari kegilaan Nick. dia mengambil benda apapun yang bisa dilemparkan, kali ini mata Calista tertuju pada sebuah Gucci yang berukuran besar, dia berharap benda tersebut bisa melindungi nya kaki ini.


"Mendekatlah sayang, kita nikmati malam ini berdua." bujuk Nick.


"Baiklah, aku menyerah padamu Nick. tapi tolong jangan terlalu buru-buru Beto aku waktu." Calista tersenyum sambil menangkup wajah Nick dengan ke-dua tangannya.


"Jangan main-main dengan ku, Calista."


"Tidak sayang, pejamkan matamu. aku akan memperlihatkan tubuh ku yang indah." Calista berpura-pura membuka satu persatu kancing pakaiannya,Nick tersenyum senang menuruti dengan memejamkan mata.


Melihat hal itu, Calista tidak menyia-nyiakan kesempatan. dia menyambar Gucci melemparkan luar kearah kepala Nick. tubuh Nick yang tidak siap seketika oleng darah segar mengalir di kepalanya. namun dia masih bisa bangkit lalu berjalan kearah Calista dengan tatapan tajam.


"Awas kamu, Calista."

__ADS_1


Calista berhasil menyambar kunci kamar dan segera kabur, menerobos kegelapan malam.


"Cepat kalian kejar dan tangkap gadis itu!" perintah Nick seraya memegangi kepalanya yang berdarah. malam semakin larut, Nick dan beberapa orang-orang nya masih mencari keberadaan Calista.


"Calista!"


"Calista, keluarlah dari persembunyianmu. karena kamu tidak akan pernah berhasil keluar dari tempat ini." teriak Nick menggema, dia yakin usaha Calista untuk kabur sia-sia belaka, selain jauh dari pemukiman penduduk. villa ini juga dikelilingi oleh kawasan hutan yang sangat lebat dan rawan binatang buas.


Calista terus berlari, tidak peduli kakinya yang mulai kesakitan saat menginjak semak-semak yang dipenuhi duri-duri. bahkan dia sudah memasuki kawasan hutan lindung sambil bersembunyi, saat melihat mobil Nick dan orang-orang melintas dan berpencar untuk mencarinya.


"Ya Tuhan, lindungilah aku dari orang-orang jahat seperti mereka. aku masih ingin hidup bersama ke-dua Anak-anakku, aku belum siap berpisah dari mereka." ucap Calista berdoa disela-sela Isak tangisannya.


Calista segera menunduk, saat cahaya senter Nick hampir menyorot keberadaannya.


"Aku harus segera pergi, mudah-mudahan besok pagi ada pertolongan."


Tubuh Calista yang lemas tersandar pada sebuah batang pohon yang berukuran besar, dia tidak mampu untuk melangkah lagi.


Leo dan orang-orangnya baru sampai di Villa tempat Calista semula didekap, Kenzie menarik tangan Leo menuju kamar tempat ponsel Calista tergelatak.


"Daddy, sepertinya mommy berada di lantai atas."


"Ya, kita harus segera kesana."


Ceklek!!!

__ADS_1


Mereka terlonjak kaget saat melihat kondisi kamar yang kosong dan sudah berantakan, terdapat tetesan darah segar dilantai termasuk ponsel Calista. melihat hal itu mereka semakin panik jika sesuatu yang buruk sudah menimpa Calista.


"Daddy, aku takut mommy kenapa-napa!"


"Kenzo, Kenzie. kalian berdua harus tenang. Daddy yakin Calista adalah wanita yang kuat dan mampu melindungi dirinya." bujuk Leo, meskipun dia sendiri tidak bisa mengendalikan rasa khawatir nya sendiri.


"Kalian semua berpencar, lakukan pencarian sampai kedalam hutan. kita harus menemukan Calista secepatnya." perintah Leo.


"Baik tuan."


Leo ikut menelusuri kawasan hutan mengunakan penerangan, begitu juga dengan kedua anak jeniusnya yang bersikeras untuk ikut membantu menemukan mommy mereka.


"Cialista!"


"Mommy!"


"Mommy!"


Suara teriakan makin mengema, bahkan Leo menambah orang-orangnya untuk membantu pencarian.


"Toloooong...!"


"Toloooong aku...!"


Leo mengentikan langkanya begitu mendengar suara lirih seorang perempuan meminta tolong, Leo sangat yakin jika itu adalah suara Calista yang tengah kesakitan.

__ADS_1


"Calista!"


__ADS_2